Pelajari 7 Perbedaan Bisnis Ala Orang Cina Vs Orang Indonesia dan Alasannya

Bisnis ala orang Cina vs orang Indonesia ternyata cukup menarik untuk kita amati. Dalam menjalankan sebuah usaha, orang Cina memang punya beberapa perbedaan dengan orang Indonesia. Jika kita melihat di berbagai pertokoan, ternyata yang memilikinya justru orang-orang yang merupakan keturunan Tionghoa.

niat yang kuat

Lantas, apa sebenarnya yang membuat banyak warga keturunan Tionghoa yang sukses dalam menjalankan sebuah bisnis? Lalu mengapa orang Indonesia justru terlihat kesulitan dalam menyamai kesuksesan mereka dalam berbisnis? Artikel ini tidak bermaksud untuk menyinggung ras tertentu. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membuat orang Indonesia meneladani kebiasaan serta sikap orang keturunan Cina dalam berbisnis.

1.     Niat Adalah Modal Utama

Dalam membuka sebuah usaha, orang keturuan Cina menjadikan niat sebagai modal utama. Mereka akan berusaha untuk mencari peluang bisnis apa yang paling menjanjikan. Setelah itu, mereka akan berusaha untuk menekuni bisnis tersebut dengan sebaik mungkin.

Sedangkan orang Indonesia sering kali terlalu memikirkan modal. Tidak dapat dipungkiri bahwa modal merupakan sebuah hal yang sangat penting. Namun, jika kita terlalu memikirkan soal modal, justru bisnis tersebut biasanya tidak bisa segera dijalankan dan selamanya hanya akan menjadi sebuah angan-angan.

2.     Tidak Hanya Mengejar Omzet

Bisnis ala orang Cina vs orang Indonesia sangat terlihat dari mindset. Orang keturunan Cina tidak hanya sekadar mengejar banyak omzet. Mereka lebih memilih mendapatkan untung sedikit namun tetap bisa membayar karyawan dan membangun usahanya tersebut. Mereka selalu ingin membangun usaha tersebut dengan merekrut lebih banyak karyawan.

Sementara itu, orang Indonesia terkesan terlalu mengejar omzet dan cenderung gengsi membangun usaha dari bawah. Hanya sedikit pengusaha di Indonesia yang benar-benar meritis usahanya dari nol. Jika pengusaha Indonesia mencontoh mindset dari orang Cina pasti akan ada lebih banyak perusahaan yang dikuasai oleh orang Indonesia sendiri.

Baca juga : 5 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Cina Yang Bisa Anda Contoh

3.     Tidak Tinggi Gengsi

Dalam berbisnis, orang Cina cenderung tidak tinggi gengsi. Meski mungkin mereka punya pendidikan tinggi dalam bidang bisnis, namun hal ini tidak serta merta membuat mereka merasa gengsi dalam merintis sebuah bisnis. Namun, orang Indonesia justru cenderung menuruti gengsinya. Orang Indonesia yang bertitel sarjana cenderung gengsi untuk memulai bisnis dari bawah. Akibatnya, banyak sarjana yang menganggur karena merasa gengsi untuk membuka usaha sendiri.

4.     Mengedepankan Produktifitas dan Tak Hanya Sekadar Sibuk

Produkstifitas juga menjadi hal yang terlihat dari bisnis ala orang Cina vs orang Indonesia. Orang Cina selalu mengedepankan produktifitas dalam kesehariannya, termasuk dalam berbisnis. Mereka akan mengoptimalkan kemampuannya dalam bekerja agar tetap bisa produktif. Apa yang mereka kerjakan tak hanya sekadar kesibukan tanpa arti. Mereka selalu bisa menghasilkan sesuatu yang berguna. Hal ini cukup berbeda dengan orang Indonesia yang cenderung sibuk karena hanya berkutat pada pekerjaan yang justru tidak menghasilkan.

5.     Senantiasa Menghargai Uang

Orang Cina cenderung lebih menghargai uang sekecil apapun jumlahnya. Menurut mereka, uang logam jika dikumpulkan pasti jumlahnya akan jadi besar. Karena itulah, mereka tidak malu membawa atau memiliki uang recehan. Sebaliknya, orang Indonesia terkesan memandang sebelah mata uang recehan. Banyak orang Indonesia yang enggan menyimpan uang koin karena dianggap kurang begitu berharga.

6.     Siap Melayani Setiap Saat

Jika kita mengamati bisnis ala orang Cina vs orang Indonesia, kita akan tahu bahwa salah satu perbedaan di antara keduanya adalah bagaimana cara mereka melayani para pembeli. Dalam berdagang, orang Indonesia kurang bisa menghargai para pembeli yang datang ke tokonya. Orang Indonesia yang menjadi bos enggan melayani sendiri para customer.

Hal ini berbeda dengan pengusaha dari keturunan Tionghoa yang siap melayani para pembeli setiap saat. Meski mereka adalah bos, namun mereka justru menempatkan dirinya sebagai karyawan yang harus melayani para pembeli yang datang ke tokonya.

Baca juga : Pelajari 9 Cara Mengatasi Usaha yang Hampir Bangkrut Berikut

7.     Tidak Hanya Sekadar Mengandalkan Ijazah

Ijazah yang didapatkan dari bangku sekolah tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya kunci yang membuat bisnis berjalan dengan lancar. Orang Cina sangat memahami bahwa ijazah tidak akan berarti banyak jika tidak punya pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan sebuah bisnis. Karena itulah, mereka lebih mengandalkan pengalaman ketimbang membanggakan ijazah yang didapatkan dari bangku sekolah.

Orang Indonesia justru terkesan lebih mengandalkan ijazah. Ijazah dianggap sebagai kunci untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Padahal kalau kita mau menyadari, sebenarnya ijazah tak akan berarti jika orang tersebut tidak punya pengalaman dan kedisiplinan yang tinggi.

Itulah  beberapa hal yang bisa ditemukan jika membahas soal bisnis ala orang Cina vs orang Indonesia. Dari pembahan tersebut kita tahu bahwa ternyata orang Cina memang punya kebiasaan-kebiasaan baik dalam berbisnis. Dengan mempelajari kebiasaan baik dari para pengusaha keturunan Tionghoa, diharapkan pengusaha Indonesia juga bisa menyamai kesuksesan mereka.

Pelajari 7 Perbedaan Bisnis Ala Orang Cina Vs Orang Indonesia dan Alasannya | Malik | 4.5
error: Content is protected !!