Inilah 5 Perusahaan di Indonesia yang Terancam Pailit di Tengah Pandemi Corona

Perusahaan di Indonesia yang Terancam Pailit di Tengah Pandemi Corona- Saat ini, Indonesia dan juga banyak negara lain di belahan dunia sedang menghadapi sebuah wabah besar yaitu, Covid-19. Tidak dapat dipungkiri, kedatangan wabah ini tak ayal membuat beberapa pihak merasa disulitkan. Mulai dari tenaga medis, karyawan, pedagang kecil, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, wabah ini juga membuat beberapa perusahaan di Indonesia nyaris atau menghadapi ancaman pailit.

Akibat ancaman tersebut, beberapa perusahaan terpaksa harus membuat kebijakan, mulai dar pemberhentian sementara karyawan, PHK, penutupan gerai secara temporary atau sementara, dan bahkan penutupan. Kebijakan-kebijakan tersebut tentunya dibuat oleh perusahaan dengan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya adalah situasi finansial perusahaan. Berikut adalah beberapa perusahaan di Indonesia yang terancam pailit di tengah pandemi corona.

1.  Traveloka

Dampak terbesar dari adanya pandemi korona dirasakan oleh perusahaan yang menyediakan jasa penyedia perjalanan wisata serta penginapan. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan pembatasan perjalanan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memutus rantai Covid-19. Oleh karena itu, tak heran jika bisnis ini mengalami kesulitan di tengah pandemi saat ini. Salah satu perusahaan Indonesia penyedia jasa perjalanan wisata yang juga mengalami kesulitan di tengah pandemi saat ini adalah Traveloka.

Traveloka sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak sebagai penyedia jasa pelayanan pemesanan tiket perjalanan dan juga hotel atau tempat penginapan. Berdiri sejak tahun 2012, perusahaan startup atau rintisan ini terpaksa harus melakukan pemangkasan sebanyak 10 persen dari jumlah karyawannya untuk dapat bertahan di tengah pandemi saat ini. Dilansir dari Nikkei Asia Review, hal tersebut tak lain dikarenakan adanya penurunan permintaan dari konsumen untuk melakukan perjalanan.

2.  Airy

Masih berhubungan dengan sektor pariwisata, perusahaan selanjutnya yang turut terdampak dan juga terancam pailit di tengah pandemi saat ini adalah Airy. Airy sendiri adalah perusaan afiliasi dari Taveloka. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi penyedia layanan pemesanan tiket dan juga penyewaan hotel di Indonesia. Didirikan pada tahun 2015, Airy dengan terpaksa harus menutup dan menghentikan operasional prusahaan secara permanen di tengah pandemi saat ini.

Dilansir dari Tech In Asia, alasan dari penutupan secara permanen tersebut adalah penurunan secara signifikan baik pemesanan maupun sumber daya manusia  yang mereka miliki di tengah pandemi ini. Oleh karena itu, Airy memutuskan untuk tidak lagi menyediakan layanan tertanggal 31 Mei 2020.

3.  Airbnb

Perusahaan selanjutnya yang juga mengalami kemunduran di tengah pandemi corona adalah Airbnb. Airbnb adalah sebuah perusahaan penyedia persewaan tempat penginapan dalam jangka pendek bagi traveler. Didirikan tahun 2008, perusahaan ini setidaknya telah memiliki lebih dari 2 juta properti yang tersebar di 34 ribu kota dan 191 negara.

Meskipun terbilang cukup besar, nyatanya perusahaan ini juga tak luput dari dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19. Dilansir dari Kompas.com, perusahaan ini harus merumahkan 1900 karyawan atau sebesar 25 persen dari total karyawan dari Airbnb. Perumahan karyawan tersebut tidak lain dikarenakan pemasukan dari perusahaan Airbnb yang diprediksi akan mengalami penurunan hingga separuh dari total pemasukan yang diperoleh dari tahun 2019.

4.  Ramayana

Selain sektor pariwisata, pusat perbelanjaan juga mengalami hal yang sama. Dikarenakan adanya pembatasan kegiatan masyarakat di luar rumah, kunjungan dari beberapa mall besar mengalami penurunan. Bahkan, pada awal pandemi lalu, beberapa mall sempat ditutup untuk mengurangi potensi kerumunan dan penularan. Seretnya pengunjung mall juga dirasakan oleh Ramayana.

Seperti yang ramai beredar dalam sebuah video viral beberapa saat lalu, Ramayana Plaza Depok terpaksa harus memberhentikan puluhan karyawan dikarenakan penutupan toko tersebut secara permanen. Menurut keterangan dari pihak Ramayana, keputusan penutupan toko sekaligus pemberhentian karyawan tersebut dikarenakan ketidakmampuan Ramayana untuk menanggung beban operasional di tengah pandemi saat ini.

5.  STOQO

Perusahaan lain yang juga harus berhenti beroperasi dikarenakan pandemi saat ini adalah STOQO. STOQO sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyedia atau pemasok bahan makanan ke berbagai outlet di seluruh Indonesia. Didirikan sejak tahun 2017, perusahaan ini banyak membantu pebisnis kuliner untuk mendapatkan bahan baku yang diperlukan.

Akan tetapi, melalui laman resmi STOQO.com, perusahaan ini memberitahukan bahwa mereka akan berhenti beroperasi. Penutupan ini dikarenakan pendapatan yang secara drastis mengalami penurunan.

Itulah beberapa perusahaan di Indonesia yang terancam pailit di tengah pandemi corona saat ini. Selain perusahaan-perusahaan tersebut, masih banyak lagi perusahaan baik di tingkat lokal, nasional, maupun dunia yang banyak mengalami kerugian dan terancam pailit di tengah pandemi saat ini. Oleh karena itu, seperti yang dilansir dari Kontan, Kamar Dagang Indonesia (Kadin Indonesia) menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan efektif guna mengatasi permasalahan tersebut.

Inilah 5 Perusahaan di Indonesia yang Terancam Pailit di Tengah Pandemi Corona | Malik | 4.5
error: Content is protected !!