Tata Cara dan Prospek Usaha Budidaya Wader

Meski permintaan pasar terhadap ikan wader terbilang cukup besar, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana tata cara budidaya wader. Ikan wader sendiri merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi dalam berbagi macam bentuk makanan ringan ataupun lauk. Karena itulah, permintaan pasar terhadap ketersediaan produk ikan wader cukup tinggi di pasaran. Bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan wader, terlebih dulu Anda perlu mempelajari tata cara dan prosek bisnis budidaya ikan air tawar ini.

Tata Cara Budidaya Wader

Berikut ini tata cara membudidayakan wader yang harus Anda perhatikan agar bisa mendapatkan hasil yang optimal:

  1. Mengetahui Ciri-ciri Fisik Ikan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan dalam budidaya ikan wader adalah mengetahui ciri-ciri fisik ikan tersebut. Hal ini penting untuk dilakukan agar nantinya Anda bisa lebih mudah dalam menentukan indukan ikan yang terbaik.

Di Indonesia, pada umumnya ikan wader yang biasa dijumpai adalah wader pari dan wader cakul. Wader pari bentuk fisiknya cenderung lebih ramping dan memiliki warna keemasan dan keperakan di bagian atas dan bawah tubuhnya. Sementara itu, wader cakul warnanya perak kehijauan dan memiliki dua bintik pada bagian ujung ekornya. Masing-masing jenis ikan wader tersebut memiliki ukuran sekitar 10-17 cm. Wader jantan hanya memiliki dua lubang kelamin dan betinanya memiliki tiga lubng kelamin.

  1. Mempersiapkan Tempat

Tahapan selanjutnya dalam budidaya wader adalah mempersiapkan kolam untuk tempat membudidayakan ikan. Ada dua macam kolam yang bisa Anda pakai, yakni kolam untuk indukan dan kolam untuk pembenihan bibit baru.

Agar ikan wader tidak mudah terserang bibit penyakit, bakteri, ataupun jamur, Anda perlu memastikan bahwa kolam ikan tersebut telah dikeringkan terlebih dahulu sebelum diisi dengan ikan. Selain itu, kolam tersebut juga harus diisi dengan air tawar agar sesuai dengan habitat aslinya. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan kolam agar ikan wader yang terdapat di kolam tersebut tetap berada dalam kondisi yang baik.

  1. Pengapuran

Untuk mengembalikan tingkat keasaman tanah pada dasar kolam, Anda perlu melakukan pengapuran dengan menggunakan kapur Dolamit atau Zeolit dengan dosis 60 gram per m2. Dengan begitu, bibit penyakit yang belum sepenuhnya mati pada saat proses pengeringan kolam bisa benar-benar dihilangkan.

  1. Memasukkan Air ke Kolam

Dalam budidaya wader, Anda tidak boleh sembarangan dalam memasukkan air ke dalam kolam. Anda harus memasukkan air secara bertahap, yakni pada tahap pertama diisi dengan air setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini bertujuan untuk memunculkan plankton yang nantinya akan menjadi pakan alami bagi ikan wader.

  1. Memisahkan Induk

Tahap selanjutnya dalam budidaya ikan wader adalah memisahkan indukan dari bibit ikan wader. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko indukan memakan larva. Setelah dipisah, indukan harus diberi pakan berupa pelet atau ampas tahu agar gonadnya bisa cepat matang. Gonad sendiri merupakan kelenjar yang dapat memproduksi cairan gamet yang dapat menarik ikan jantan untuk membuahi sel telur betina. Apabila indukan diberi makan khusus induk dan mendapatkan perawatan yang tepat, maka gonad tersebut bisa matang dalam waktu dua hari.

Setelah gonad matang sempurna, proses pemijahan alami pun akan terjadi secara alami. Ketika gonad telah siap dibuahi, maka induk wader betina akan mengeluarkan gonad telur yang siap untuk dibubuhi oleh ikan wader jantan. Anda perlu mendiamkannya selama 24 jam hingga telur-telurnya menetas.

  1. Memisahkan Larva dan Benih Ikan Wader

Tahap budidaya wader yang harus Anda lakukan setelah benih ikan wader menetas adalah memindahkan benih-benih tersebut ke dalam kolam. Untuk menambah nutrisi benih ikan wader di dalam kolam, Anda perlu memberikan asupan nutrisi tambahan berupa kulit telur ayam yang direbus dan dihaluskan. Dengan rutin memberi nutrisi tambahan tersebut, pertumbuhan wader pun akan berlangsung dengan lebih cepat. Secara umum, ukuran ikan wader bisa mencapai 5 cm dengan berat rata-rata mencapai1 gram.

Prospek Budidaya Ikan Wader

Budidaya ikan wader dianggap cukup menjanjikan. Di pasaran, permintaan terhadap ikan air tawar ini cukup tinggi. Di Indonesia, ikan wader banyak dikonsumsi oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai snack ataupun lauk.

Ikan wader yang ukurannya telah mencapai 11,5 cm dengan berat sekitar 18,7 gram biasanya telah siap untuk dipanen dan siap dijual ke pasaran. Harga ikan wader per 1 kilo biasanya sekitar Rp 15.000.00. Harga tersebut akan semakin tinggi hingga mencapai Rp 50.000,00 apabila ikan wader telah diolah menjadi berbagai makanan lezat seperti misalnya keripik wader dan wader goreng.

Salah satu daerah yang masyarakatnya banyak melakukan budidaya wader adalah di dusun Candi Dukuh, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Untuk menambah nilai jual ikan wader, masyarakat di sana juga banyak menjual wader dalam bentuk olahan makanan yang lezat.

Demikian pembahasan tentang tata cara dan prospek budidaya wader. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda!

Tata Cara dan Prospek Usaha Budidaya Wader | Malik | 4.5
error: Content is protected !!