Tahapan Cara Budidaya Kangkung Air untuk Hasil Panen Maksimal

Cara Budidaya Kangkung Air – Tubuh kita butuh nutrisi dan salah satu sumber nutrisi terbaik adalah sayuran kangkung. Mengapa harus kangkung? Karena kangkung kaya Vitamin A, Vitamin D, Vitamin B-12, dan Kalsium.

Kangkung tergolong sayuran murah dan mudah didapat di pasar tradisional maupun supermarket. Karena bisa diolah menjadi beberapa varian makanan, sayur kangkung merupakan menu favorit yang hampir pasti tersedia di meja makan.

Ada beberapa cara budidaya kangkung air yaitu secara hidroponik dan menggunakan lahan (media tanah). Hidroponik biasanya pilihan tanam untuk lahan terbatas, sedangkan yang mempunyai lahan luas tentu memilih menggunakan media tanam tanah.

Tahapan Penanaman Kangkung Air

Kangkung Air

Kangkung Air

Cara menanam kangkung air maupun kangkung darat kurang lebih sama. Sama-sama membutuhkan teknik dan tahapan-tahapan khusus. Adapun tahapan-tahapan yang dimaksud mencakup:

  • Penyiapan lahan
  • Pemilihan bibit
  • Penanaman bibit
  • Penyiraman
  • Pemupukan
  • Pemanenan

Jika tahapan-tahapan tersebut bisa dilakukan dengan baik maka hasil panen yang maksimal bisa didapatkan. Sebagai perbandingan, untuk 1 hektar lahan bisa menghasilkan kangkung kualitas terbaik sekitar 10 ton.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas cara budidaya kangkung air mulai dari tahap awal hingga tahap akhir.

Menyiapkan Lahan

Tidak terlalu sulit menyiapkan lahan untuk media penanaman kangkung ini. Meski demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Membajak lahan. 3 minggu sebelum ditanami, lahan yang disediakan sudah harus dibajak (dicangkul) supaya lebih subur dan kontur tanah tidak keras. Jika lahan gembur akan lebih mudah untuk ditanami dan akar bisa tumbuh dengan cepat.

Mencampur pupuk. 2 minggu sebelum ditanami, lahan terlebih dulu dicampur pupuk kandang. Untuk lahan 1 hektar perlu disiapkan pupuk kandang 10 ton. Selanjutnya lahan perlu digenangi air minimal 5 cm dari permukaan tanah untuk menghindari kekeringan.

Membuat bedeng. Persiapan terakhir, buatlah bedeng (petak) dengan ukuran normal. Misalnya 3m x 1m dengan kedalaman antar petak 30 cm.

Pembibitan (Pemilihan Bibit)

Pilih jenis kangkung air kualitas terbaik untuk bibit supaya hasilnya maksimal. Jika kangkung darat pembibitannya dengan biji, maka pembibitan kangkung air adalah dengan stek batang. Ini yang perlu dipahami pada proses pembibitan ini.

Pilihlah jenis kangkung terbaik. Anda bisa mendapatkannya di toko pertanian atau tempat yang menjual bibit tanaman. Jenis kangkung berkualitas bagus memiliki ketinggian 20 cm – 30 cm.

Proses Penanaman

Proses penanaman kangkung air sebaiknya sore hari, tidak disarankan pagi atau siang. Jika kangkung ditanam sore maka pada malam harinya bibit kangkung mulai bertumbuh. Beda jika ditanam pagi hari kemungkinan bibit atau stek batang akan layu siang harinya.

Saat proses penanaman ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu:

  • Jarak tanam antar stek kangkung di setiap petak tanah adalah 1,5 cm x 1,5 cm
  • Pastikan tanah sudah diberi pupuk sehingga masih dalam kondisi basah (bernutrisi)

Proses Penyiraman dan Pemupukan Bibit

Penyiraman dan pemupukan merupakan bagian paling krusial dari cara budidaya kangkung air. Ini karena proses ini akan mempengaruhi hasil panen nantinya. Kedua hal tersebut perlu dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

Ketika kondisi cuaca terik / kering  atau sedang tidak hujan maka penyiraman harus dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore. Sedangkan untuk pemupukan, beri tambahan pupuk urea sekitar 1 minggu setelah bibit di tanam.

Tak hanya penyiraman dan pemupukan namun hewan pengganggu serta hama tanaman juga perlu dikendalikan. Gunakan insektisida yang sesuai dengan jenis tanaman dan jenis hamanya. Penggunaan jenis insekstisida yang salah bisa mempengaruhi kualitas kangkung itu sendiri.

Pemanenan

Proses pemanenan kangkung air bisa dilakukan 1.5 minggu – 2 minggu setelah bibit di tanam. Pada saat panen sisakan sekitar 3 cm antara batang dan akar supaya bisa bertunas kembali untuk dipanen minggu berikutnya.

Sifat Sifat Kangkung Air

Kangkung air memiliki sifat-sifat yang perlu dikenali, terutama ketika dibudidayakan.

Cocok di semua musim. Kangkung air termasuk sayuran yang tidak kenal cuaca. Ia bisa tumbuh saat musim hujan maupun musim panas baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Syaratnya hanya satu, tanaman ini harus cukup mendapat pasokan air.

Butuh sinar matahari cukup. Selain pasokan air, kangkung air juga butuh cahaya matahari yang cukup. Jika terlalu terlindung matahari, kangkung biasanya kurang subur (daun agak kuning) meskipun bisa tumbuh tinggi.

Butuh tanah subur dan datar. Kangkung air hanya dapat tumbuh sempurna di lahan yang subur. Dalam hal ini persiapan lahan dan pemupukan sebelum penanaman sangat diperlukan. Lahan yang baik adalah tanah yang datar karena bisa menahan air lebih lama. Cocok untuk tanaman yang butuh air terus menerus.

Tanaman ‘penakut’. Disebut tanaman penakut karena kangkung air mudah terganggu dengan tumbuhan lain disekitarnya. Jadi pastikan tanaman ini bebas dari tumbuhan pengganggu, gulma, rumput liar, serta hama penyakit.

Cara budidaya kangkung air sebenarnya tidak begitu sulit. Tak hanya mudah perawatannya namun sayuran ini juga lebih cepat di panen. Merujuk dari hal tersebut bisa dipastikan budidaya kangkung air bisa menjadi bisnis prospektif untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Tahapan Cara Budidaya Kangkung Air untuk Hasil Panen Maksimal | Malik | 4.5
error: Content is protected !!