Unik! Berikut 3 Startup Peternakan Indonesia Modern di Era Digital

Startup peternakan Indonesia modern – Industri 4.0 memang mengusung efektivitas dan efisiensi. Pebisnis dan juga wirausaha mulai berlomba-lomba mengaplikasikan teknologi ke peternakan. Di era digital ini teknologi peternakan modern memang kebanyakan di pegang oleh anak muda yang sudah akrab dengan namanya teknologi. Terlebih dengan adanya IoT membuat mereka terus berinovasi mengaplikasikan sistem teknologi ke berbagai sektor. Mari mengenal startup peternakan Indonesia modern yang menarik untuk disimak berikut ini:

Ternaknesia

Startup peternakan Indonesia modern yang pertama adalah Ternaknesia. Merupakan platform berbasis digital untuk peternak maupun investor peternakan. Co-Founder Ternaknesia Dalu Nuzlul Kirom meluncurkan Ternaknesia dan menjadikannya sebagai solusi dari berbagai macam permasalahan pangan dan juga peternakan yang ada di Indonesia. Dengan teknologi yang dimilikinya startup ini bisa menghubungkan ke akses permodalan, pemasaran dan juga bisa memanajemen peternak.

Dengan adanya platform ini Dalu ingin Ternaknesia memiliki kontribusi merajut di semua titik yang terlibat di dunia peternakan. Setelah itu saling menghubungkannya dalam platform digital. Tidak hanya itu saja, platform ini menjadi sebuah gerakan untuk bisa memajukan dan juga mewujudkan ketahanan pangan yang ada di Indonesia.

Inisiatifnya ini muncul ketika Dalu untuk menjual hewan qurban saat Idul Adha kemudian justru berubah menjadi rantai suplai.  Ternaknesia ini dimulai dengan skema peer to peer lending dimana memungkinkan bagi masyarakat luas menjadi investor dalam peternakan.

Sejak resmi berjalan, sudah ada 60 lebih investor yang mana dananya telah terkumpul sebesar 6,5 miliar dan telah disuntikkan ke 10 peternak dengan ribuan hewan seperti sapi, kambing, serta domba yang ada di Jawa Timur.  Hingga saat ini banyak peternak yang antri untuk bergabung dengan Ternaknesia.

Dengan hadirnya startup ini menjadi terobosan terbaru khususnya dalam dunia peternakan. Startup mampu membantu peternak yang kekurangan dana untuk mengembangkan usaha peternakannya dengan suntikan dana dari investor ini. Peternakan pun perlahan-lahan mulai tersentuh dengan teknologi digital berbeda dengan sebelumnya yang serba manual.

Ternaknesia pun mulai berkembang ke bagian pemasaran. Tujuannya supaya peternak dan investor ini bisa memulai penjualan dengan cepat dan sesuai dengan permintaan yang ada di aplikasi. Pengguna Ternaknesia bisa mengakses sistem laporan online dimana fungsinya adalah pertanggungjawaban pendanaan. Dengan laporan ini peternak menjadi lebih profesional dalam mengelola dana yang didapatkannya.

Jika pengelolaan secara manual pengawasannya masih banyak celah meski telah diawasi dengan ketat.  Agar kerja sama ini saling menguntungkan maka ada sistem bagi hasil yang diberlakukan. Skema bagi hasil ini dilakukan ini jangka waktunya adalah enam bulan sampai dengan satu tahun. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor 12% sampai dengan 20%.

SmarTernak

Tidak hanya Ternaknesia saja namun SmarTernak pun mengusung teknologi modern dalam bidang peternakan. Startup peternakan Indonesia modern ini memanfaatkan teknologi untuk bisa membaca pergerakan hewan ternak sehingga bisa memudahkan peternak dalam melakukan peternakan. Peternakan yang bisa disentuh dengan teknologi satu ini adalah peternakan sapi.

Fitur yang ditawarkan kepada peternak ini beragam mulai dari kesehatan dan kondisi sapi, suhu tubuh, temperatur, dan pengukuran yang lainnya dimana kesemuanya itu berbasis IoT atau Internet of Things. Pada alat yang dikalungkan ke leher sapi ini berfungsi sebagai pemberi peringatan kepada pengguna jika ada pihak yang berusaha untuk memanipulasi hewan tersebut.  Platform yang dinobatkan sebagai developer lokal terbaik ini berhasil menyabet juara pertama dari total 12 finalis.

Dengan alat ini peternak juga bisa tahu seperti apa produktivitas hewan ternaknya, keberadaan, pertumbuhan sampai dengan nafsu makan sapi tersebut. Dengan data yang didapatkan petani tersebut peternak akan bisa tahu mana sapi produktif atau sapi yang sedang mengalami sakit. Memang platform ini dikhususkan untuk peternakan skala menengah dan besar. Sedangkan solusi yang diberikan masih terbatas ke sapi namun nantinya dipastikan bisa merambah ke hewan peternakan yang lainnya.

Platform satu ini juga menyewakan hewan ternak dengan harga US$ 11 per sapi dengan minimum penyewaan 100 sapi dan jangka waktunya minimal 2 tahun. Pembatasan minimal ini bukan tanpa alasan. Agar alat bisa menunjukkan produktivitas maupun potensi kerugian jumlah sapi yang dibutuhkan adalah 100 ekor.

Baca juga : 5 Langkah Agar Usaha Ternak Kambing Jawa Mendatangkan Banyak Keuntungan

Data yang didapatkan dari 100 ternak sapi itu bisa digunakan untuk bisa membaca pola perilaku hewan ke depannya. SmarTernak ini bisa membaca fitur notifikasi jika hewan mengalami sakit kepada peternak atau jatuh bahkan hampir mati. Jika pengukuran dilakukan satu per satu ini tentu peternak akan merepotkan. Alatnya menggunakan daya baterai dan tenaga surya.  Startup ini juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan proses uji coba dengan Perusahaan Perseroan terbatas PT Astra Agro Lestari Tbk.

Karapan

Karapan merupakan startup yang juga bergerak dalam bidang peternakan modern. Startup satu ini bergerak di dalam bidang peternakan online. Yang membedakan toko ini dengan yang lainnya adalah menggunakan blockchain yang mana menjadi teknologi terbaru dalam industri 4.0 sehingga startup ini bisa menjadi angin segar dalam peternakan Indonesia.

Disrupsi teknologi ini membuat startup peternakan Indonesia modern bermunculan dan diperkirakan tahun-tahun berikutnya akan semakin marak, sehingga mau tidak mau memaksa peternak yang ada di pedesaan beradaptasi untuk meningkatkan daya saing di era digitalisasi seperti saat ini.

Unik! Berikut 3 Startup Peternakan Indonesia Modern di Era Digital | Malik | 4.5
error: Content is protected !!