Rincian Modal Usaha Minimarket Rumahan, dari Modal Awal Sampai Memulai Bisnis

Modal usaha minimarket rumahan – Usaha minimarket bisa menjadi bisnis potensial yang Anda geluti. Meski pandemi seperti saat ini, bisnis minimarket masih memiliki banyak peminat.  Alasannya adalah mudah dijangkau hanya dengan keluar beberapa langkah dari rumah saja dan tentunya menawarkan kenyamanan tinggi. Minimarket mampu memahami dengan baik kebutuhan pelanggan karena banyak dari pelanggan tersebut tinggal di lokasi bisnis tersebut berada.

Banyak pula pelanggan tetap yang memiliki hubungan persona yang baik dengan pengelola. Jika Anda berniat untuk membuka minimarket ini ada beberapa hal penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah modal, Anda bisa menyulap rumah menjadi lokasi bisnis Anda sehingga lebih menghemat modal. Berikut ini adalah rincian modal usaha minimarket rumahan yang penting untuk disimak:

Modal Awal

Yang pertama adalah modal awal, digunakan untuk pembelian peralatan di supermarket. Simak rincian modal awalnya di bawah ini:

NO Nama Peralatan Harga
1 Rak Rp3,000,000
2 Lemari atau etalase Rp4,000,000
3 Komputer Rp3,000,000
4 Kasir dan barcode Rp3,000,000
5 Konter kasir Rp1,500,000
6 Tempat rokok Rp500,000
7 AC Rp2,500,000
8 Lemari pendingin Rp1,500,000
Total Rp19,000,000

Karena menjadikan rumah sebagai lokasi usaha maka tidak harus mengeluarkan biaya untuk sewa tempat, dengan hal ini Anda bisa menekan modal sangat banyak. Jika Anda mendirikan usaha minimarket di desa tempat atau lokasinya tidak perlu dekat dengan jalan utama karena biasanya konsumen adalah tetangga dekat maupun jauh yang masih satu desa dengan Anda, asalkan mudah diakses dan tidak berada di gang sempit maka tempat tersebut sudah lebih dari cukup.

Modal Operasional

Modal usaha minimarket rumahan selanjutnya adalah biaya operasional. Untuk pemula Anda tidak memerlukan bantuan karyawan terlebih dahulu. Jadikan Anda sebagai bos dan juga karyawannya. Untuk biaya operasional ini setiap bulannya Anda membutuhkan biaya listrik, promosi, dan juga pengadaan barang yang habis setiap bulannya.  Biaya bulanan yang harus Anda keluarkan ini kurang lebih Rp5.000.000. Semakin laris minimarket membuat perputaran barang semakin cepat itu artinya biaya operasional yang dikeluarkan semakin besar.

Cara Memulai

Setelah mengetahui berapa besaran modal, hal selanjutnya yang penting untuk Anda ketahui adalah cara memulai bisnis supermarket itu sendiri. Simak cara memulai bisnis supermarket yang penting untuk diperhatikan berikut ini:

  1. Tentukan konsep

Pastikan jika modal Anda sudah cukup untuk menggeluti bisnis supermarket karena kekurangan modal hanya akan membuat bisnis Anda berhenti di tengah jalan. Selanjutnya pikirkan konsepnya. Anda bisa mengusung konsep minimarket rumahan modern. Dengan konsep ini Anda tidak hanya menyediakan barang-barang kebutuhan konsumen saja namun Anda juga bisa menyediakan layanan lainnya seperti jasa pembayaran listrik, pembelian pulsa, kuota, dan lain-lain.

Anda bisa memberikan nama unik untuk supermarket Anda supaya konsumen mudah mengenal usaha atau bisnis Anda. Untuk pemberian nama ini Anda bisa menggunakan papan nama minimarket Anda di depan lokasi minimarket Anda.

  1. Tentukan desain

Selain konsep hal yang menarik untuk Anda perhatikan adalah desainnya. Desain minimarket rumahan ini sangat berpengaruh terhadap konsumen Anda. Jika desain dan tata letaknya tidak menarik maka banyak yang tidak mau kembali lagi membeli barang di supermarket Anda.

Untuk desain ini tentu saja Anda harus menyesuaikan dengan konsep yang diusung. Untuk konsep modern Anda bisa meletakkan barang sejenis berdekatan, misalnya rak jajanan saling berdekatan, begitu pula dengan bahan makanan pokok harus di dekatkan dan dikelompokkan.

Anda bisa memberikan tulisan-tulisan yang menarik di minimarket Anda, berikan tulisan peringatan seperti awas barang pecah belah, dan berikan pula tulisan instruksi seperti bayar listrik antri di sini dan lain sebagainya. Untuk menata supermarket semakin menarik Anda bisa meletakkan barang-barang yang sedang di diskon dan promo di dekat pintu masuk agar mudah terlihat pengunjung yang datang.

  1. Supplier

Anda tidak boleh melupakan keberadaan supplier minimarket karena tanpa mereka Anda tidak bisa mendapatkan barang-barang secara lengkap. Supplier adalah mitra bisnis Anda yang bisa membuat bisnis berjalan lancar. Pilih yang terbaik dan terpercaya yang mampu menyediakan barang berkualitas tapi murah sehingga Anda bisa mendapatkan untung dari penjualan barang tersebut.

  1. Harga yang kompetitif dan promosi

Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui siapa kompetitor Anda. Berikan harga kompetitif jangan terlalu mahal karena bisa menyebabkan konsumen beralih ke kompetitor Anda. Lakukan promosi agar semakin banyak konsumen yang datang ke minimarket Anda.

Baca juga : Menelisik Konsep Minimarket Tanpa Kasir, Apakah Cocok Dihadirkan di Indonesia?

Apa Saja Barang yang Disediakan?

Agar tidak over budget, penting bagi Anda untuk tahu daftar barang minimarket rumahan apa saja yang harus tersedia. Simak daftarnya berikut ini:

  1. Peralatan mandi mulai dari atas kepala sampai dengan ujung kaki.
  2. Peralatan mencuci.
  3. Sembako atau Sembilan Bahan Pokok seperti beras, jagung, kedelai, minyak goreng, bawang merah, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Anda bisa menambahkan aneka bumbu lainnya.
  4. Keperluan bayi.
  5. Peralatan dan kebutuhan rumah tangga.
  6.  ATK
  7. Jajanan
  8. Minuman
  9. Obat dan lain sebagainya.

Jika minimarket Anda memiliki performa yang stabil, modal usaha minimarket rumahan yang telah Anda keluarkan akan balik dalam jangka waktu kurang lebih  6 bulan, sedangkan jika penjualan terus meningkat Anda bisa balik modal lebih cepat.

Rincian Modal Usaha Minimarket Rumahan, dari Modal Awal Sampai Memulai Bisnis | Malik | 4.5
error: Content is protected !!