Perbedaan Budidaya Hidroponik dan Konvensional yang Ada di Indonesia

Pada teknik menanam sayuran ada perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional. Kedua teknik menanam sayur ini merupakan teknik yang banyak digunakan oleh banyak petani di Indonesia. Namun kedua teknik ini memiliki beberapa perbedaan yang sangat mencolok. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam yang prosesnya tidak bergantung pada kesuburan tanah, karena media tanam yang digunakan adalah memberdayakan air dengan dibantu oleh berbagai jenis pupuk. Bercocok tanam dengan Hidroponik ini banyak di lakukan di daerah pedesaan maupun perkotaan, karena cara bercocok tanam yang satu ini tidak memakan banyak tempat seperti halnya bertani secara konvensional.

Lalu apa yang dimaksud dengan bercocok tanam konvensional?. Cara bercocok tanam konvensional merupakan cara bertani yang menggunakan tanah sebagai media tanam. Berbeda dengan hidroponik, bertani secara konvensional bergantung pada kesuburan tanah. Dan jika ingin mendapatkan untung besar, cara ini wajib dilakukan di lahan yang sangat luas. Dan berikut beberapa perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional.

Perbedaan dari Budidaya Hidroponik dan Konvensional

Budidaya Hidroponik

Sebenarnya inti dari bercocok tanaman hidroponik dengan konvensional adalah sama, yaitu untuk mendapatkan hasil produksi yang berkualitas dan berkuantitas tinggi. Namun, ada beberapa perbedaan mencolok dari kedua cara bercocok tanam ini.

  1. Bercocok Tanam Hidroponik

Hidroponik merupakan seni bercocok tanam yang menggunakan air sebagai media tanamnya. Selain itu, cara ini juga menggunakan beberapa pupuk khusus agar tumbuhan bisa tumbuh dengan baik. Hidroponik ini tidak butuh lahan luas dengan tingkat populasi yang tidak tebatas. Namun dari segi perawatan, Hidroponik terbilang sangat rumit karena butuh ketelitian dalam perawatannya.

Walau begitu, Hidroponik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan harga dari sayuran yang ditanam sayuran dan buah-buahan yang ditanam secara hidroponik biasanya akan di jual ke beberapa supermarket besar karena memiliki kualitas jauh lebih baik jika dibandingkan dengan cara bercocok tanam konvensional. Perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional ini bisa dilihat dari harga jual dan hasil panennya yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara bertani konvensional

  1. Bercocok Tanam Konvensional

Cara bercocok tanam konvensional merupakan cara bertani biasa saja, media yang digunakan adalah media tanah yang sudah diolah sedemikian rupa agar subur dan mampu memproduksi banyak hasil tani. Namun ada beberapa perbedaan yang mencolok dari cara bertani ini dibandingkan dengan cara bertani hidroponik, yaitu pada media tanamnya, cara konvensional masih menggunakan tanah yang sudah dibuat subur dengan pupuk kandang, urea dan lain sebagainya.

Namun, kualitas yang dihasilkan dari hasil tani konvensional tidak sebagus hidroponik. Dari harganya pun jauh dengan hasil tani Hidroponik. Akan tetapi, cara bertani konvensional jauh lebih mudah dan tidak serumit cara bertani hidroponik.

Selain dari perbedaan yang sudah dijelaskan, ada beberapa perbedaan yang sangat jauh dari kedua cara ini. Dan perbedaan tersebut akan berpengaruh pada hasil panen dan keuntungan yang didapat nantinya.

  1. Hidroponik
  • Dari segi lahan hidroponik tidak terbatas pada lahan yang ada, kita bisa membuat hidroponik di berbagai lahan, baik di padang pasir, pulau karang dan lain sebagainya
  • Medium yang digunakan tidak perlu diganti dan bisa dipakai berulang kali
  • Biaya sterilisasi medium jauh lebih sedikit
  • Kandungan hara yang bisa diatur sesuai kebutuhan
  • Penggunaan pupuk yang lebih effisien karena penggunaan yang dilarutkan
  • Tidak membutuhkan air karena medium yang digunakan air.
  • Jumlah tanaman dibatasi oleh cahaya dan populasi bisa lebih besar
  • Tidak perlu pengendalian gulma
  • Lebih sedikit diserang hama dan penyakit
  • Tidak membutuhkan banyak tenaga kerja
  • Hasil panen jauh lebih tinggi
  • Kualitas jauh lebih baik
  • Namun, penggunaan biaya yang jauh lebih tinggi
  • Proses tani yang rumit
  • Bahan yang cukup sulit diperoleh
  1. Konvensional
  • Penggunaan lahan yang terbatas pada lokasi tertentu
  • Tanah harus diolah setelah 2-3 generasi tanaman
  • Proses sterilisasi medium yang membutuhkan waktu, biaya dan tenaga kerja yang besar
  • Kandungan hara yang sulit diatur karena tergantung pada lokasi
  • proses pemupukan yang disebar sehingga membutuhkan jumlah yang sangat banyak dan kurang effisien
  • Jumlah tanaman terbatas tergantung akar, hara dan cahaya sehingga populasi lebih kecil
  • Dibutuhkan pengendalian gulma
  • Sering dan banyak diserang oleh hama dan penyakit
  • Membutuhkan tenaga kerja yang besar
  • Hasil yang jauh lebih rendah
  • Kualitas kurang baik karena adanya serangan OPT
  • Biaya perawatan Yang Rendah
  • Menggunakan teknologi yang sederhana
  • Bahan-bahan yang mudah diperoleh

Dari perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional diatas terlihat jelas bahwa dari kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, hal tersebut tergantung dari kebutuhan dan lokasi tempat bertani.

Estimasi Modal dan Keuntungan Bertani Hidroponik

perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional

perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional

Untuk menjalankan hidroponik, tentunya dibutuhkan biaya yang tidak kecil. Selain itu, dibutuhkan ruangan khusus yang disebut dengan green house agar proses hidroponik ini berjalan dengan lancar. Dan berikut estimasi modal yang harus dikeluarkan untuk menjalani proses bercocok tanam dengan hidroponik.

A. Persiapan

  • Pembangunan Green House Dengan ukuran 100 meter 45.000.000
  • Rak dan pot Hidroponik 1 set 12.000.000
  • Pupuk organik 10 karung 1.200.000
  • Alat penyemprot 10 unit 65.000
  • Bibit sayuran 1.000.000

B. Perawatan

  • Biaya jasa penyemprotan pupuk 750.000

Estimasi modal yang harus dikeluarkan di bulan pertama adalah 60.015.000. Namun, keuntungan yang didapat adalah sekitar 4-6 juta per bulannya dari omset hingga 8 juta rupiah. Tentunya keuntungan tersebut tergantung dari permintaan pasar. Semakin banyak permintaan, maka harga pun akan semakin melonjak.

Hidrponik sendiri jauh lebih ramah lingkungan karena tidak harus membuka lahan tidak seperti cara bertani konvensional. Pada praktiknya masih ada beberapa hal yang mencolok dari perbedaan budidaya hidroponik dan konvensional ini.

 

Perbedaan Budidaya Hidroponik dan Konvensional yang Ada di Indonesia | Malik | 4.5
error: Content is protected !!