Inovasi Bisnis 3 Pengusaha Kuliner Sukses di Indonesia yang Layak Ditiru

Inspiratif. Itu sebutan paling tepat buat sederet pengusaha kuliner sukses di Indonesia yang merintis bisnisnya mulai dari nol. Kekaguman tentu muncul bukan hanya karena kesuksesan meraup banyak uang namun lebih kepada proses pencapaian yang mereka lewati.

Kata orang yang sudah mencobanya, mengawali bisnis kuliner tidak butuh modal besar. 1 juta cukup, 5 juta cukup, 10 juta apalagi, lebih dari cukup. Bahkan modal 500 ribu juga cukup jika di-manage dengan benar.

Hal yang lumrah jika misalnya seseorang sukses dengan bisnis kuliner, dengan gampangnya pebisnis lain bermunculan menjadi kompetitor. Ada yang menjadikan itu motivasi untuk berkembang, sebaliknya banyak juga yang kalang kabut merasa tersaingi.

Sebenarnya, apapun bisnis kuliner yang kalian geluti, tidak ada cerita gagal jika kalian mengelolanya dengan benar. Tentunya aspek higienitas produk, pemasaran, dan manajemen keuangan benar-benar harus diperhatikan.

Mau memulai bisnis kuliner tapi takut risiko? Nah, berikut ini kisah beberapa pengusaha kuliner yang sukses di Indonesia. Perjuangan mereka mungkin bisa menginspirasi kalian supaya tidak terlebih dulu takut gagal sebelum mencoba.

Famela Nurul Islami – Mie Lidi Geli

Famela Nurul Islami – Mie Lidi Geli

Famela Nurul Islami – Mie Lidi Geli

Mungkin namanya tak pernah masuk orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes namun perjuangannya ketika memulai bisnis patut diapresiasi. Tidak berlebihan jika kesuksesannya di bisnis kuliner mengundang decak kagum banyak orang.

Coba kalian bayangkan, saat memulai bisnis, gadis bernama lengkap Famela Nurul Islami ini hanya punya modal 1 juta rupiah. Belum lagi usianya pada waktu itu baru 21 tahun. Tentu usia yang masih tergolong muda mengingat kesuksesan yang ia capai sekarang mampu membuatnya sejajar dengan beberapa pengusaha kuliner sukses di Indonesia lainnya.

Mie Lidi Geli, begitu Famela menamai brand miliknya yang di tahun pertama saja (2013) berhasil meraih omzet 55 juta rupiah. Strategi bisnis yang patut kalian tiru dari Famela Nurul Islami yaitu:

Varian rasa. Aneka varian rasa menjadi salah satu kunci sukses Mi Lidi Geli. Inovasi produk makanan ala Famela ini yaitu rasa jagung manis, pedas, pedas level dua, asin, keju dan varian rasa barbeque.

Reseller. Reseller adalah satu-satunya ‘dewa penolong’ untuk produk yang jumlahnya banyak. Dari situ pula passive income muncul. Nah, selang 1 tahun berjalan, bisnis kuliner Famela ini sudah memiliki 30 reseller. Itupun masih dibuka kesempatan bagi siapapun untuk menjadi reseller berikutnya. Kalian tertarik?

Riza Rizki Adhiyaksa – Nanutz

Riza Rizki Adhiyaksa

Riza Rizki Adhiyaksa

Jika kebetulan jalan-jalan ke Bandung, khususnya di jalan Soekarno – Hatta, kalian sangat mudah menemukan snack Nanutz ala Riza Rizki. Nanutz sendiri adalah keripik torilla dengan rasa keju. Kalian ingin tahu berapa modal yang ia punya ketika memulai bisnis kuliner ini?

Percaya atau enggak, modal Rizki waktu itu hanya 300 riburupiah. Kini omzet per-bulannya 175 juta rupiah. Bayangkan berapa pendapatan bersih yang mengalir ke kantongnya setiap bulan. Saat ini Rizki mempunyai 16 karyawan serta 70 reseller yang tersebar di sejumlah daerah.

Kesuksesan Nanutz merebut pasar tak lepas dari beberapa inovasi yang diinisiasi oleh Rizki sendiri. Seperti berikut ini:

Bungkus Unik. Berbeda dari snack kebanyakan, Nanutz dibungkus dalam kemasan unik berupa karakter kartun yang sedang kepedasan. Model packaging yang tidak biasa itulah yang membawa Rizki masuk ke acara “Bosan Jadi Pegawai” Trans TV.

Banyak Varian Rasa. Ada 20 jenis produk yang dipasarkan. Bukan hanya 4 atau 5 rasa tapi masing-masing produk tersebut punya 18 varian rasa. Untuk produk unggulannya ada 2 jenis yaitu Nachoz dan Mie Nyere.

Edi Hartono – Pemilik Kue Cubit ala Eropa

Edi Hartanto kue cubit

Edi Hartanto kue cubit

Kesuksesan Edi Hartono sebagai salah satu pengusaha kuliner sukses di Indonesia berawal dari niatnya menaikkan kelas aneka makanan tradisional. Selanjutnya ia mencoba berinovasi membuat kue cubit dengan ‘sentuhan’ Eropa.

Kue cubit baru ala Eropa bikinan Edi Hartono ternyata laku keras. Sejalan dengan bisnis yang makin meroket, sampai sekarang setidaknya ada 8 varian rasa kue cubit Eropa yang dipasarkan yaitu rasa Black Forest, Cappucino, Red Velvet, Green Tea Crush, Italian Bubble Gum, Chocolate Lover, Great Taro dan Original. Padahal kue cubit sendiri aslinya hanya ada 2 varian rasa yaitu meses coklat dan rasa original.

Dari 2 rasa menjadi 8 variasi rasa membuktikan pengusaha muda ini sangat kreatif dan inovatif. Setelah nama kue cubit Eropa ini melambung banyak orang yang bertanya tentang kemitraan (franchise) makanan ini. Sang pemilik pun tak mau berfikir dua kali. Hingga saat ini Edi Hartono mempunyai sekitar 60 franchise yang didominasi oleh anak muda, kalangan mahasiswa, bahkan ibu-ibu rumah tangga.

Kerja keras, inovatif, dan pantang menyerah adalah kunci sukses bisnis kuliner. Jadi jika kalian ingin seperti 3 pengusaha kuliner sukses di Indonesia tadi, jangan takut mencoba. Kesuksesan akan datang dengan sendirinya jika kalian tidak berhenti berusaha.

 

 

 

Inovasi Bisnis 3 Pengusaha Kuliner Sukses di Indonesia yang Layak Ditiru | Malik | 4.5
error: Content is protected !!