Pengertian PTR, PPC, dan PTC serta Perbedaannya

Pengertian PTR, PPC dan PTC – Dalam dunia internet, mungkin Anda sudah sangat familiar dengan istilah PTR, PPC, dan PTC. Hal ini karena ketiga istilah tersebut sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan peluang pengguna internet dalam mendulang keuntungan melalui situs yang dikelola. Meski demikian, tak sedikit pula orang yang bingung terkait ketiga istilah tersebut. Oleh karena itulah, pada ksempatan kali ini akan diulas secara detail dengan apa yang dimaksud dengan PTC, PPC, dan PTC.

Memahami tentang Istilah PTR, PPC, dan PTC

Seperti yang dijelaskan di atas, secara garis besar, PTR, PPC, dan PTC memiliki tujuan yang sama, yakni mendulang keuntungan dari internet. Namun ketiga hal tersebut memiliki sedikit perbedaan satu sama lain. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

1. Pengertian PTR (Paid to Review)

Dalam dunia bisnis online atau internet marketing, istilah PTR kerap kali muncul. PTR merupakan singkatan dari paid to review yang berarti seseorang akan mendapatkan bayaran apabila mengerjakan job dari advertiser atau pengiklan terhadap sebuah produk tertentu. Job tersebut berupa review yang memancing pembaca agar menggunakan atau membeli produk tersebut. Umumnya, job review yang diterima oleh reviewer harus diposting pada website atau blog yang mereka miliki.

Paid to Review

Paid to Review

Pekerjaan yang satu ini memang terlihat sepele namun gajinya cukup menggiurkan. Besaran gaji seorang reviewer tergantung dari seberapa sukses ulasan yang dikerjakan dalam menarik pengunjung pada website milik adversiter. Apabila pekerjaan tersebut sukses, reviewer juga dapat memperoleh imbalan atau bonus tambahan.

Hanya saja, untuk menjadi seorang reviewer Anda harus mumpuni dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Pasalnya job PTR dengan gaji besar lebih sering datang dari advertiser luar negeri. Meskipun ada advertiser dari Indonesia sendiri, namun gaji atau imbalan yang diberikan tidak terlalu besar.

Untuk mendaftarkan diri dalam dunia PTR, Anda harus memenuhi beberapa syarat. Misalnya memiliki skill menulis yang baik dan benar serta website atau situs yang dikelola harus memiliki pagerank tinggi pada mesin pencarian. Di samping itu, advertiser PTR umumnya juga mengharuskan pada penulisnya untuk memenuhi berbagai persyaratan tertentu, tergantung dari advertiser.

2. Pengertian PPC (Pay per Click)

Pengertian PTR, PPC, dan PTC – Setelah mengetahui tentang PTR, kini saatnya mengulas tentang PPC. PPC merupakan singkatan dari pay per click yang berarti pengelola sebuah situs dapat memperoleh keuntungan dari jumlah klik dari pengunjung website atau situs tersebut. Ini adalah salah satu metode untuk menghasilkan dollar melalui internet.

Umumnya, mereka yang bergerak dengan bisnis online PPC akan bekerja sama dengan jasa pengiklanan online. Sebagian besar website besar ataupun kecil seperti blog menggantungkan pendapatan dari PPC. Mengapa? Hal ini karena keuntungan yang diberikan dari PPC cukup menggiurkan, terutama untuk website yang memiliki pagerank tinggi di mesin pencarian Google.

Pay Per Click

Pay Per Click

Inti dari PPC adalah pengelola website akan mendapatkan keuntungan dari berapa banyak jumlah klik yang dilakukan pengunjung pada banner iklan pada situs tersebut. Lantas apa hubungannya dengan pagerank mesin pencarian? Pasalnya pagerank akan membuat website memiliki peluang memperoleh pengunjung lebih banyak. Dengan banyaknya pengunjung pada website tersebut, maka peluang mendapatkan klik dari pengunjung akan semakin besar. Di samping itu, website dengan pagerank tinggi akan memiliki nilai PPC yang lebih tinggi pula.

Bagi Anda yang tertarik menggunakan jasa layanan iklan berbasis pay per click atau PPC, Anda dapat mencari adversiter dalam ataupun luar negeri. Hingga saat ini, salah satu penyedia layanan PPC terbaik adalah Google Adsense. Namun masih terdapat lain yang dapat Anda manfaatkan seperti Bidvertiser, Kliksaya, Chitika, Kumpulbloger, dan lain sebagainya.

Dalam bisnis PPC, terdapat 2 jenis pihak yang harus Anda pahami. Pertama adalah Adversiter dan yang kedua adalah Publisher. Advertiser atau pengiklan merupakan mereka yang memasang banner iklan terkait produk ataupun jasa pada agar dipublikasikan pada website tertentu. Sedangkan publisher atau penerbit merupakan pihak yang mempublikasikan banner iklan dari advertiser. Dengan kata lain terdapat hubungan timbal balik antara perusahaan layanan periklanan, publisher, dan advertiser.

3. Pengertian PTC (Paid to Click)

Istilah terakhir dalam ulasan tentang pengertian PTR, PPC, dan PTC adalah pengertian dari PTC itu sendiri. PTC merupakan singkatan dari paid to click yang berarti Anda dapat memperoleh uang komisi setiap kali melakukan klik pada iklan yang disediakan oleh perusahaan pengiklanan. Dalam hal ini, bisnis PTC dapat dianggap sebagai salah satu bentuk bisnis money game, dimana keuntungan yang diperoleh penggiat PTC tergantung seberapa besar iklan yang mereka klik.

Paid to click

Paid to click

Umumnya, terdapat durasi standar untuk sebuah iklan pada PTC yang harus diklik. Durasi paling standar adalah 20 detik dengan komisi berkisar antara 0,01 hingga 0,02 dollar. Meski demikian, ada juga perusahaan yang menawarkan komisi lebih besar dari itu. Dengan kata lain, besar atau tidaknya komisi yang diberikan tergantung kesepakatan perusahaan penyedia iklan.

Apabila dibandingkan dengan PTR dan PPC, keuntungan yang diberikan oleh bisnis online PTC lebih mudah untuk dihitung. Misalnya dengan waktu 20 detik Anda menghasilkan komisi sebesar 0,01 dollar, maka dalam waktu 8 menit pendapatan dari PTC mencapai 0,25 dollar atau sekitar 3.200 rupiah. Bayangkan apabila Anda menghabiskan waktu 4 jam atau 240 menit untuk melihat iklan setiap harinya. Maka kisaran pendapatan minimal Anda dalam sehari adalah sebesar 96.000 rupiah. Dalam waktu satu bulan, kisaran komisi Anda adalah sebesar 2.880.000 rupiah.

Perbedaan Cara Kerja PTR, PPC, dan PTC

Setelah memahami tentang pengertian PTR, PPC, dan PTC, kini saatnya mengulas tentang perbedaan PTR, PPC, dan PTC. Perbedaan ketiga bisnis online ini dapat dilihat dari bagaimana cara kerjanya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan poin berikut:

  • PTR

Untuk bisnis PTR, Anda harus mendaftarkan diri pada sebuah jasa pengiklanan untuk melakukan review terhadap produk tertentu. Di sini reviewer harus memenuhi berbagai syarat yang diterapkan oleh penyedia layanan jasa pengiklanan atau adversiter. Besarnya keuntungan tergantung kualitas tulisan dalam menarik pengunjung pada situs resmi milik adversiter hingga menggunakan dan membeli jasa serta produk yang ditawarkan.

  • PPC

Pada bisnis PPC, Anda dapat memperoleh komisi dari banyaknya iklan yang diklik oleh pengunjung website. Semakin banyak klik pada banner iklan, maka semakin besar pula pendapatan yang akan masuk pada akun Anda. Dalam hal ini, pelaku bisnis PPC dapat bekerja sama dengan perusahaan periklanan baik dari dalam ataupun luar negeri.

  • PTC

Berbeda dengan dua bisnis sebelumnya, PTC tidak mengharuskan Anda untuk memiliki website dengan pagerank tinggi pada mesin pencari. Anda hanya perlu mendaftarkan diri pada penyedia layanan bisnis PTC dan mengklik sebanyak-banyaknya iklan yang ada pada situs tersebut. Jika melihat cara kerjanya, maka bisnis PTC dapat dikatakan lebih mudah dilakukan dibandingkan PTR dan PPC.

Itulah penjelasan lengkap terkait PTR, PPC, dan PTC. Meskipun ketiganya memiliki perbedaan pada cara kerja, namun tujuannya sama yakni mendulang keuntungan dari internet. Semoga ulasan mengenai pengertian PTR, PPC, dan PTC di atas bermanfaat bagi Anda.

Pengertian PTR, PPC, dan PTC serta Perbedaannya | Malik | 4.5
error: Content is protected !!