Pengaruh dan Peran Era Industri 4.0 dalam Pendidikan di Indonesia

Era industri 4.0 dalam pendidikan – Perkembangan zaman dan teknologi, akan mengubah tingkah laku manusia dari masa ke masa. Begitu pula dengan hal ini akan mengubah sistem pendidikan di dunia dan Indonesia. Sistem pendidikan merupakan strategi atau metode yang mana digunakan di dalam proses belajar mengajar agar bisa mencapai tujuan dimana peserta didik bisa aktif dalam pengembangan potensi yang ada di dalam dirinya.

Saat ini revolusi industri sudah mencapai tahap 4.0 dimana 1.0 ini terjadi pada abad ke-18, revolusi industri 2.0 pada abad ke-19 sampai 20, 3.0 pada tahun 70-an dimana sudah memasuki tahap komputerisasi, dan revolusi industri 4.0 dimulai pada tahun 2010-an dimana melalui rekayasa intelegensia dan juga IoT.

Pendidikan Menjadi Kunci

Pengaruh Era Industri 4.0

Pengembangan sumber daya manusia atau SDM menjadi faktor penting di dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ini. Agar bisa mendapatkan SDM yang berkualitas dan bisa bersaing dengan ketat pendidikan berpengaruh untuk bisa memberikan kesempatan kepada SDM agar bisa berkerja di berbagai bidang tidak hanya nasional namun di era global, mengubah hidup lebih baik bisa setara dengan SDM yang ada di negara lain. Tentu saja hal ini menjadi tantangan yang besar dimana pendidikan harus bisa memenuhi apa yang perubahan butuhkan.

Pendidikan menjadi kunci pemerataan kesempatan pengembangan hidup. Sebenarnya revolusi industri ini sudab berlangsung sejak lama namun karena teknologi terus berkembang maka dituntut bisa mengimbangi perkembangan-perkembangan teknologi tersebut. Contoh penerapan revolusi industri 4.0 yang sudah banyak dilakukan adalah penggunaan mesin pabrik dan teknologi komunikasi. Dalam dunia pendidikan pun beberapa teknologi sudah diterapkan seperti mesin absensi untuk guru, karyawan, dan murid. Selain itu juga pelaksanaan ujian sudah berbasis komputerisasi.

Menjadi Guru di Era Industri 4.0

Era industri 4.0 dalam pendidikan tidak terlepas dari jasa dan peran para guru. Seperti yang banyak diketahui bahwa era pendidikan 4.0 menjadi tantangan yang paling berat dihadapi oleh para guru. Bahkan Jack Ma menyatakan bahwa pendidikan adalah tantangan yang paling besar di abad ini. Jika tidak bisa mengubah cara mendidik maka 30 tahun di era mendatang bisa mengalami kegagalan dan kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang sarat dengan pengetahuan bisa mengesampingkan sikap dan keterampilan dimana jika hal ini terus dilakukan bisa menghasilkan peserta didik yang tidak bisa berkompetensi dengan mesin.

guru di era Industri 4.0

guru di era Industri 4.0

Dari hal tersebut guru harus mengurangi dominasi pengetahuan di dalam pendidikan dan pembelajaran dimana harapannya adalah peserta didik bisa mengungguli kecerdasan mesin. Pendidikan yang di imbangi dengan karakter dan juga literasi bisa membuat peserta didik menjadi bijak dalam menggunakan mesin demi kemaslahatan masyarakat.

Era industri 4.0 dalam pendidikan memang cukup berat bagi para guru. Dimana di era 4.0 ini guru pendidikan 4.0 sangat dibutuhkan. Yang menjadi banyak pertanyaan adalah bagaimana unruk menjadi guru 4.0 tersebut? Pertanyaan ini sangat penting dijawab agar guru memiliki kompetensi menuju guru 4.0. Guru 4.0 sendiri merupakan guru yang mampu menguasai dan juga memanfaatkan teknologi digital di dalam pembelajaran.

Membutuhkan Kompetensi

Untuk menghadapi era industri 4.0 dalam pendidikan guru membutuhkan kompetensi. Revolusi industri 4.0 ini memiliki empat tanda yaitu komputer super, kecerdasan buatan atau AI, sistem siber, dan juga kolaborasi di dalam manufaktur. Agar bisa mengimbangi empat hal tersebut guru 4.0 harus bisa memiliki empat kompetensi seperti berikut ini:

  1. Berpikir kritis

Kemampuan pertama adalah berpikir kritis dan juga bisa memecahkan masalah. Kompetensi ini sangat penting dimiliki oleh peserta didik di dalam pembelajaran abad 21. Guru 4.0 ini harus bisa meracik pembelajaran sehingga bisa mengeksplore kompetensi dari peserta didik.

  1. Komunikasi dan kolaborasi

Era industri 4.0 dalam pendidikan membutuhkan komunikasi dan kolaboratif. Kompetensi ini sangat dibutuhkan abad 21, dimana keterampilan harus di konstruksikan dalam pembelajaran. Model pembelajaran yang dibutuhkan diajarkan ke peserta didik adalah berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

  1. Berpikir kreatif dan inovasi

Era industri 4.0 membutuhkan SDM yang kreatif dan juga inovatif. Era industri 4.0 dalam pendidikan membutuhkan kompetensi guru berupa pemikiran kreatif dan inovasi.  Persaingan yang ketat membuat peserta didik harus bisa bersaing dan dengan sikap kreatif maupun inovatif. Tindakan ini akan membuat peserta didik nantinya bisa menciptakan kapangan kerha dengan basis industri 4.0. Kondisi ini wajib dilakukan oleh peserta didik mengingat sudah banyak korban dari revolusi 4.0 ini dimana banyak profesi yang sudah tergantikan oleh mesin atau robot seperti pembayaran tol yang dulunya dijaga oleh human sekarang menggunakan mesin e-toll. Sudah berapa banyak tenaga kerja yang terpaksa harus berhenti karena sistem ini.

  1. Literasi

Guru harus memiliki kompetensi dalam literasi teknologi informasi dan juga komunikasi. Literasi TIK harus dilakukan agar guru tidak tertinggal dengan peserta didik. Literasi TIK ini juga dasar yang harus dimiliki agar peserta didik bisa bersaing di dalam revolusi industri 4.0.

Era industri 4.0 dalam pendidikan erat kaitannya dengan peran pendidik atau guru itu sendiri, dimana diharapkan guru bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar selain itu membuat peserta didik  lebih cerdas dibandingkan dengan mesin supaya memiliki daya saing tinggi dan dibutuhkan dalam segala bidang.

Pengaruh dan Peran Era Industri 4.0 dalam Pendidikan di Indonesia | Malik | 4.5
error: Content is protected !!