Melirik Peluang Bisnis Urban Farming di Tengah Pandemi

Bisnis urban farming – Salah satu teknik pertanian modern yang sedang dilirik adalah urban farming. Awalnya teknik pertanian ini hanya dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan yang bergerak secara mandiri. Namun kini semakin banyak peminatnya bahkan banyak yang tertarik untuk menjadikannya sebagai lahan bisnis.

Maksud dari urban farming sendiri adalah bercocok tanam di lingkungan perkotaan. Lingkungan perkotaan saat ini banyak yang tertarik untuk menjalani hidup sehat. Urban farming dianggap sebagai teknik yang tepat karena hasil panennya lebih menyehatkan karena sepenuhnya mengandalkan penanaman organik. Selain itu juga tidak menggunakan pupuk bahan kimia dan juga pestisida sintetis.

Peluang Bisnis

Penurunan kualitas hidup yang dialami oleh masyarakat perkotaan ini bisa dibenahi dengan mengkonsumsi sayuran hijau yang organik dan bebas pestisida. Melihat hal tersebut Anda bisa menjadikan urban farming sebagai bisnis yang potensial untuk digeluti. Anda bisa menjadikan urban farming ini sebagai bisnis sampingan dan utama yang potensial.

Para anak muda milenial pun bisa menggeluti bisnis ini, bisa memulainya dengan tanaman yang banyak dibutuhkan terlebih dahulu dimana tanaman tersebut seperti tomat dan cabai. Memulai bisnis ini juga harus dari skala kecil terlebih dahulu, selain itu biasakan bertanya dan bergabung dengan komunitas karena Anda bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru di sini.

Diperkirakan bisnis urban farming ini sangat prospektif karena menjadi sumber pangan dunia. Didukung dengan arus urbanisasi yang terus meningkat.  Penyempitan lahan dan jumlah penduduk yang semakin bertambah menjadikan urban farming sebagai bisnis yang potensial.

Cara Memulai Bisnis

Supaya bisnis urban farming ini sukses ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.  Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

  1. Analisis pasar dan permintaan

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk berbisnis pertanian urban ini adalah Anda harus melakukan analisis dan menganalisis permintaan pasar terlebih dahulu. Permintaan pasar ini berubah-ubah sehingga Anda harus mampu melakukan analisa dengan baik.

  1. Mulai menanam

Anda bisa mulai menanam tanaman yang memiliki banyak peminat terlebih dahulu. Bagi pemula Anda bisa mulai menanam cabai, tomat dan sayuran hijau yang banyak dimasak dan diminati oleh masyarakat. Tidak hanya itu saja Anda harus tahu bagaimana cara menanam yang baik dan benar. Salah dalam melakukan penanaman hanya akan membuat hasilnya tidak sesuai dengan harapan Anda. Simak teknik pertanian urban farming yang bisa Anda lakukan berikut ini:

  • Tanam dengan air medium. Cara ini cocok bagi Anda yang tidak memiliki lahan tanah luas di rumah. Ada beberapa tanaman yang bisa hidup dengan cara ini seperti bawang putih, daun bawang, serai, selada dan juga seledri.
  • Penyubur tanah. Anda bisa menggunakan beberapa bahan untuk menyuburkan tanah. Karena urban farming ini menggunakan teknik pertanian yang sehat maka Anda tidak bisa menggunakan pestisida atau pupuk untuk penyubur tanaman. Anda bisa menggunakan bahan di rumah seperti pisang, remahan cangkang telur, dan juga bubuk kopi. Bahan ini sangat alami dan memiliki kalsium tinggi dimana mampu meningkatkan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
  • Pestisida alami. Anda tidak bisa menggunakan pestisida buatan atau kimia di urban farming ini, namun harus menggunakan bahan-bahan alami seperti bawang putih dan juga daun mint. Cara pembuatannya pun sangat mudah yaitu dengan menghaluskan tiga lembar daun mint secukupnya, ditambah dengan dua siung bawang putih, tambahkan air secukupnya. Jika dirasa cukup Anda bisa memasukkannya ke dalam botol spray. Pestisida alami ini bisa mulai Anda gunakan.
  • Tanam secara vertikal. Anda bisa menanam secara vertikal. Selain bisa menghemat ruangan juga bisa menanam lebih banyak sehingga ini akan menguntungkan Anda. Perhatikan cara instalasi penanaman dengan benar agar hasilnya maksimal.
  1. Ketahui calon konsumen Anda

Cara yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah ketahui terlebih dahulu siapa konsumen Anda. Memang kebanyakan yang menyukai tanaman hasil urban farming ini adalah keluarga dan juga rumah tangga. Terutama ibu-ibu yang memiliki anak usia balita. Mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya sehingga berinisiatif memberikan sayuran dari hasil urban farming ini. Masyarakat yang sadar akan hidup sehat pun bisa menjadi calon konsumen Anda.

  1. Promosi

Cara berbisnis selanjutnya adalah Anda bisa melakukan promosi dengan menggunakan sosial media. Anda juga harus mengedukasi pentingnya hidup sehat saat ini karena sehat menjadi kunci hidup yang lebih berkualitas. Anda bisa melakukan promosi di sosial media atau juga membuat website profesional untuk mempromosikan bisnis Anda.

  1. Pertimbangkan harga

Karena masih sedikit yang menggeluti bisnis urban farming ini maka Anda harus bisa mempertimbangkan harga jualnya. Untuk harganya tentu akan lebih mahal dibandingkan dengan pertanian konvensional biasa. Jika ada kompetitor Anda bisa membandingkannya dengan harga yang diberlakukan oleh kompetitor Anda.

  1. Lakukan evaluasi

Yang terakhir adalah melakukan evaluasi. Yang namanya bisnis pertanian ini ada saja hambatan yang harus Anda lalui, sehingga kadang operasionalnya ini tidak sesuai dengan harapan Anda. Yang bisa Anda lakukan adalah melakukan evaluasi dan temukan apa yang kurang dari bisnis Anda tersebut supaya bisnis urban farming Anda menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Baca juga : Pertanian 4.0 Era Digital, Kerangka Teknologi Baru yang Lebih Modern

Hambatan

Ada beberapa hambatan yang bisa Anda dapatkan saat menjalani bisnis ini. Yang pertama adalah risiko gagal. Menerapkan teknik pertanian baru membuat angka kegagalan cukup tinggi.

Selain itu Anda harus siap mengantisipasi beberapa dampak negatif dari urban farming tersebut seperti peningkatan polusi cukup besar dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk malaria yang mana ini tidak hanya membahayakan Anda namun juga masyarakat yang ada di sekitar Anda.

Demikianlah beberapa informasi tentang bisnis urban farming yang menarik untuk Anda simak, semoga informasi ini bermanfaat.

Melirik Peluang Bisnis Urban Farming di Tengah Pandemi | Malik | 4.5
error: Content is protected !!