Mudah! Inilah Cara Budidaya Jamur Kuping Secara Lengkap

Jamur kuping merupakan jamur yang dapat diolah menjadi aneka makanan lezat. Kabar baik bagi pecinta jamur kuping, budidaya jamur kuping ternyata tak sulit untuk dilakukan. Jamur kuping merupakan bagian dari kelas Basidiomycota dan memiliki nama latin Auricularia sp. Jamur yang berwarna coklat tua bening ini memiliki bentuk unik seperti mangkuk dan menyerupai daun telinga manusia. Meskipun memiliki bentuk yang tak biasa, jamur yang satu ini memiliki citarasa lezat serta tekstur yang kenyal. Tak heran penikmat jamur kuping datang dari berbagai kalangan.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan jamur kuping sendiri di rumah, caranya cukup mudah dan bahan yang perlu dipersiapkan pun tak banyak. Bahkan bukan tak mungkin nantinya budidaya ini dapat menciptakan ladang bisnis menguntungkan bagi Anda. Langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Persiapkan Lahan

jamur kuping

jamur kuping

Jamur kuping dapat tumbuh dengan baik di lahan yang memiliki iklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 28 derajat celcius. Ketinggian lokasi lahan untuk budidaya tidak menjadi masalah, karena jamur kuping dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Kelembapan udara juga perlu diperhatikan, untuk dapat tumbuh dengan baik jamur kuping membutuhkan kelembapan udara antara 80% hingga 90%.

2. Persiapkan Media Tanam

media tanam serbuk gergaji

Di alam liar jamur kuping tumbuh bebas dengan menempel pada batang pohon yang lembap, sehingga dahulu media tanam yang digunakan untuk budidaya jamur kuping adalah pohon karet. Seiring berjalannya waktu, pohon karet sulit didapatkan dan harganya pun relatif mahal. Itulah mengapa media tanam berganti menjadi media organik yang mudah didapatkan serta harganya pun terjangkau. Anda dapat menggunakan media tanam seperti ampas sagu, serbuk gergaji, pucuk tebu, kertas koran, kertas bekas, atau kapas bekas pintalan. Dari sekian banyak media tanam, serbuk gergaji merupakan salah satu media tanam yang sering digunakan. Jika Anda menggunakan serbuk gergaji sebanyak 50 kilogram, maka siapkan bahan campuran yaitu gips 0,75 kilogram, dedak halus 5 kilogram, kalsium karbonat 0,25 kilogram, TSP, serta air secukupnya.

Teknik Pencampuran Bahan :

  • Campur serbuk gergaji, gips, dedak halus, kalsium karbonat, dan TSP dalam satu wadah. Jika sudah tercampur rata, tambahkan air secukupnya hingga kekentalan adonan pas, tidak terlalu lembek dan tidak terlalu kering. Adonan diaduk kembali hingga merata.
  • Jika sudah tercampur rata, masukkan media kedalam plastik tahan panas dengan diameter 25 cm dan panjang 35 cm.
  • Setelah itu media dipadatkan dengan menggunakan alat pres maupun dipadatkan secara manual menggunakan tangan. Jika sudah, ikat dan beri leher pada bagian atas plastik.
  • Sterilkan media yang telah dipres kedalam plastik tadi dengan cara dikukus dengan suhu 100 hingga 110 derajat celcius selama kurang lebih 2 hingga 4 jam.
  • Setelah media selesai disteril, simpan ke dalam ruang inokulasi yang steril bebas dari spora jamur. Ruangan ini perlu Anda jaga kebersihan dan higienitasnya. Anda dapat melakukan sanitasi ruangan setiap hari untuk menghidari mikroorganisme yang dapat mengkontaminasi media tanam. Namun sebelum memasukkan media ke ruang inokulasi, diamkan terlebih dahulu hingga suhu panas menurun.

3. Persiapkan Bibit

Untuk budidaya jamur kuping, Anda dapat membeli bibit di toko tanaman agar mendapatkan jaminan hasil panen yang berkualitas. Cara penanamannya, bibit dapat langsung dimasukkan ke media tanam. Namun perlu diperhatikan bahwa takaran untuk bibit serbuk dan bibit cair berbeda. Bibit serbuk dapat ditaburkan pada plastik melalui leher plastik, takarannya sekitar 0,5 gram per kantong plastik. Sedangkan untuk bibit cair, suntikkan kedalam media tanam menggunakan alat suntik dengan takaran 2 hingga 3 cc per kantong plastik. Media yang telah diberi bibit dapat langsung ditata pada lahan yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

4. Merawat Jamur Kuping

Perawatan jamur kuping tergolong mudah. Anda hanya perlu melakukan penyiraman berkala secara rutin agar lingkungan selalu dalam kondisi lembap. Namun pada saat musim hujan, Anda perlu melakukan penyiraman sebanyak 4 kali saja dalam satu minggu.

Selain penyiraman, pengendalian hama dan penyakit tentu tak boleh luput dari perhatian Anda. Karena umumnya serangan hama dan penyakit yang bisa datang kapan saja ini dapat mengancam panen jamur kuping Anda. Hama seperti kutu maupun serangga dapat Anda atasi dengan menyemprotkan formalin dengan dosis 0,1% hingga 0,2%. Sedangkan untuk tikus, dapat Anda atasi dengan memberikan umpan yang telah dicampur dengan racun.

5. Masa Panen Jamur Kuping

Anda dapat menikmati hasil panen setelah jamur kuping berusia 3 hingga 4 bulan, karena pada saat ini jamur sudah cukup besar dan siap untuk dikonsumsi maupun dipasarkan. Ada baiknya untuk segera menjual jamur kuping sesaat setelah Anda melakukan panen. Namun jika Anda masih ingin menyimpannya, maka Anda perlu merendam jamur kuping dalam bak yang telah terisi air bersih. Perlu diperhatikan bahwa perendaman jamur kuping dalam waktu lama dapat menurunkan kualitas jamur. Jika tanpa dilakukan pengemasan, jamur kuping dapat bertahan kurang lebih 4 hari setelah masa panen.

Itulah cara lengkap budidaya jamur kuping mulai dari persiapan lahan hingga masa panen. Tak hanya untuk dikonsumsi sendiri, budidaya jamur ini juga dapat Anda jadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Mudah! Inilah Cara Budidaya Jamur Kuping Secara Lengkap | Malik | 4.5
error: Content is protected !!