Contoh Proposal Usaha Roti Kering 2018

Contoh proposal usaha roti kering – Usaha roti kering menjadi pilihan bagi ibu rumah tangga untuk memperbaiki finansial. Bahkan banyak ibu rumah tangga yang membuka bisnis kue dengan cara profesional, yaitu dengan membuka gerai toko roti kering sehingga tidak hanya sekadar skala rumahan saja. Kendala yang sering dihadapi oleh pebisnis adalah modal.

usaha roti kering

usaha roti kering

Begitu pula saat mendirikan usaha roti kering ini. Jika terkendala modal bisa mencari investor agar mau menanamkan dananya di bisnis Anda. Salah satu cara untuk mencari investor adalah membuat proposal kemudian mengajukannya entah ke bank, atau ke investor personal. Syarat untuk bisa membuat proposal adalah jelas, menarik, jelas, dan padat. Berikut ini adalah contoh proposal usaha roti kering yang menarik untuk disimak:

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Contoh proposal usaha roti kering yang dibahas pertama kali adalah latar belakang. Meski sering tidak dibaca secara rinci oleh investor, Anda tetap harus bisa membuat latar belakang yang menarik. Anda bisa menyebutkan beberapa alasan yang membuat Anda berpikiran untuk mendirikan bisnis ini. Sebagai contohnya adalah banyaknya yang membutuhkan camilan roti kering di berbagai acara, penyuka makanan dengan rasa manis yang meningkat di tengah masyarakat, dan lain sebagainya.

2. Visi

Visi adalah salah satu hal yang akan dilihat oleh investor. Jika visinya tidak kuat maka bisa menyebabkan investor berpikir ulang untuk menanamkan dananya ke bisnis Anda. Oleh sebab itu buatlah visi yang kuat. Salah satu contoh visi dalam bisnis roti kering adalah membuat bisnis berbagai macam roti kering yang inovatif, sehat, dan dibuat dari bahan-bahan yang berkualitas lewat tangan-tangan terampil.

3. Misi

Sebutkan langkah apa saja yang akan dilakukan untuk meraih visi Anda. Berikut ini adalah contoh misinya:

  1. Membuat kue secara profesional.
  2. Membuat kue yang terjamin kualitasnya, rasa dan kebersihannya.
  3. Membuat kue kering yang aman untuk penderita diabetes.
  4. Menyediakan berbagai macam jenis kue kering dengan aneka rasa, dan bentuk yang cocok untuk semua usia.
  5. Memberikan pelayanan yang ramah, dan bersahabat.

4. Tujuan

Bisnis harus memiliki tujuan yang jelas yang mana fungsinya untuk membuat arah bisnis menjadi jelas. Tanpa tujuan bisnis akan lesu karena tidak tahu apa yang akan diraih dan ditujunya. Tujuan dari bisnis roti kering adalah menciptakan cookies yang bisa dinikmati oleh berbagai usia yang sehat, inovatif, dan menarik.

BAB II ANALISIS SWOT

1. Strength (Kekuatan)

Yang dimaksud strength adalah kekuatan dari bisnis atau daya tarik. Berikut ini contoh dari analisis strength yang bisa Anda masukkan ke dalam contoh proposal usaha roti kering:

  1. Memiliki bentuk kue yang unik dibandingkan dengan roti kering pada umumnya.
  2. Dibuat dengan bahan yang berkualitas sehingga rasanya juga akan enak, dan renyah.
  3. Dikemas dengan topples yang berkualitas, dan menarik, sehingga meningkatkan daya tahan, dan menambah nilai plus kue kering tersebut.
  4. Menjaga higienitas saat proses pembuatan sampai dengan proses packing.
  5. Membuat kue yang aman dikonsumsi untuk penderita diabetes yang sugar free, dan terbuat dari tepung gandum yang aman untuk penderita diabetes.
  6. Harga yang terjangkau namun kualitas bintang lima.

2. Weakness

Ada beberapa kelemahan yang bisa terjadi ketika Anda mendirikan bisnis ini. Salah satu kelemahan yang bisa terjadi ketika mendirikan bisnis adalah modal.

3. Opportunity

Beberapa peluang yang bisa didapatkan dengan berbisnis roti kering yaitu banyak yang menyukai roti kering dalam berbagai acara atau kesempatan.

4. Treat atau Ancaman

Dalam berbisnis selalu ada ancaman, salah satu ancaman yang nyata adalah pesaing dari pebisnis lain. Sudah banyak yang menggeluti bisnis ini, sehingga harus kreatif, dan inovatif.

BAB III  PROFIL PERUSAHAAN

1. Jenis Usaha

Pada bagian ini Anda bisa menyebutkan profil perusahaan atau bisnis yang digeluti. Usaha roti kering menggeluti dalam bidang dagang, dan juga produksi. Hal itu dikarenakan dalam bisnis ini tidak hanya dagang atau penjualan saja sebab disertai dengan produksi.

2. Nama Usaha

Nama usaha bermanfaat untuk branding sehingga buatlah nama usaha yang menarik dan mudah diingat. Pilih juga yang unik agar tidak sama dengan brand bisnis milik orang lain. Nama unik usaha yang bisa dipilih contohnya adalah “COOKIETA” yang merupakan singkatan dari cookies kita. Penekanan kata “Kita” di sini bermaksud cookies ini adalah semua lapisan masyarakat bisa memilikinya.

3. Pemilik

Sebutkan siapa pemiliknya, dan berapa orang karyawannya. Isikan nama pemilik, dan alamat secara lengkap.

4. Lokasi

Lokasi ini harus tepat dengan pendirian usaha. Jangan sebutkan alamat rumah pada bagian ini karena yang dibutuhkan adalah alamat untuk mendirikan usaha kue kering ini.

BAB IV RINCIAN BIAYA

1. Modal Investasi

Modal investasi berhubungan dengan modal awal yang harus dikeluarkan untuk pertama kali bisnis ini. Karena bisa digunakan sebagai jangka panjang maka pengeluaran biaya tidak akan sering, kecuali jika ada kerusakan di dalamnya. Berikut rincian modal usaha roti kering bagian investasi:

  1. Sewa tempat                         : Rp15.000.000
  2. Kompor                         : Rp250.000
  3. Oven                         : Rp1.000.000
  4. Panci                         : Rp40.0000
  5. Pengapit                         : Rp10.000
  6. Cetakan cookies                         : Rp100.000
  7. Loyang cookies 6             : Rp15.000 x 6          : Rp90.000
  8. Icing bag set : Rp20.000
  9. Upah pegawai produksi : Rp1.500.000 x 3     : Rp3.000.000
  10. Upah pegawai kasir : Rp1.200.000
  11. Mixer : Rp500.000
  12. Kuas 6 : Rp4.000 x 6             : Rp24.000
  13. Sarung tangan : Rp20.000

Total modal yang dikeluarkan sebesar Rp21.254.000. Modal ini akan berkurang jika setiap tahunnya Anda tidak mengeluarkan uang untuk menyewa, karena modal investasi terbesar ada pada sewa tempat.

2. Biaya Operasional

Ketika produksi rendah maka biaya operasional bisa kecil, begitu pula sebaliknya. Berikut ini adalah biaya operasional yang sering dikeluarkan:

  1. Listrik             : Rp200.000
  2. Topples 2 lusin             : Rp10.000 x 24                    : Rp240.000
  3. Hiasan topples             : Rp75.000
  4. Alas topples 2 lusin : Rp300 x 24                          : Rp7.200
  5. Telur 3 kg             : Rp18.000 x 3                      : Rp24.000
  6. Mentega             : Rp24.000/ kg
  7. Margarin                         : Rp18.000/ kg
  8. Gula 3 kg                             : Rp12.000 x 3                      : Rp36.000
  9. Susu Bubuk             : Rp20.000
  10. Cokelat bubuk : Rp10.000
  11. Keju 3 bungkus : Rp11.000 x 3                      : Rp33.000
  12. Selai             : Rp12.000/ kg
  13. Cokelat block 3 : Rp8.000 x 3                         : Rp24.000
  14. Margarin putih : Rp13.000
  15. Pewarna makanan 5 : Rp3.000 x 5 : Rp15.000
  16. Pepper cup : Rp20.000
  17. Kacang mede 1 kg : Rp180.000
  18. Tepung terigu 3 kg : Rp12.000 x 3 : Rp36.000
  19. Tepung maizena 1 kg : Rp18.000
  20. Vanili 10 : Rp500 x 10 : Rp5.000
  21. Chocó chips : Rp8.000
  22. Sprinkle : Rp8.000
  23. Chocó cereal             : Rp10.000
  24. Baking powder : Rp5.000
  25. Tepung gandum : Rp30.000

Total biaya operasional yang harus dikeluarkan sebesar Rp1.071.000. Biaya itu akan berubah setiap waktunya.

Demikianlah contoh proposal usaha roti kering, semoga bermanfaat bagi Anda.

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

proposal usaha kue kering rumahan -contoh proposal usaha kue kering -proposal mendirikan usaha kue kering -rincian kue kering -contoh proposal untuk usaha rumah tangga -contoh proposal usaha roti dan kue -contoh proposal brending usaha roti -contoh proposal bisnis Roti kering -usaha roti kering inovatif -contoh biaya produksi kue kering -

Contoh Proposal Usaha Roti Kering 2018 | Malik | 4.5
error: Content is protected !!