Cara Membangun Koperasi Simpan Pinjam

Cara membangun koperasi simpan pinjam sebenarnya sudah dicantumkan di situs resmi Badan Koperasi Indonesia. Di situs tersebut, anda bisa mendapatkan informasi seputar apa saja yang berhubungan dengan koperasi. Mulai dari peraturan perundang-undangannya, jenis-jenis koperasi di Indonesia, hingga prosedur pendirian masing-masing koperasi tersebut. Namun, bagi anda yang ingin mendapatkan penjelasan lebih sederhana seputar cara membangun koperasi simpan pinjam khususnya lengkap dengan syarat-syaratnya, maka lanjutan artikel di bawah ini mungkin bisa membantu anda. Berikut adalah langkah-langkah dalam mendirikan koperasi simpan pinjam.

Persiapan

Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Simpan Pinjam

Persiapan menjadi langkah mutlak untuk memulai sebuah organisasi apapun itu, termasuk koperasi. Anda perlu mempersiapkan pengetahuan yang mumpuni untuk menjalankan sebuah koperasi. Pengetahuan tersebut melingkupi pelatihan dan penyuluhan tentang manajemen, tujuan, serta apa saja kegiatan operasi tersebut ke depannya. Nah, karena sifat dasar koperasi adalah gotong-royong, maka akan lebih mudah bagi anda untuk merekrut orang-0orang dengan kapasitas yang dibutuhkan di atas. Untuk jumlah anggotanya, akan di paparkan di langkah selanjutnya.

Rapat Pembentukan

Setelah persiapan selesai, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengadakan rapat pembentukan. Biasanya, rapat pembentukan untuk sebuah koperasi primer harus dihadiri oleh minimal 20 orang pendiri atau lebih. Sedangkan untuk koperasi sekunder, maka pembentukannya harus dihadiri oleh minimal 3 koperasi sebagai wakil representatif. Hal-hal yang umumnya di bahas dalam rapat adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan pendirian koperasi
  2. Kegiatan usaha yang hendak dijalankan
  3. Persyaratan menjadi anggota
  4. Menetapkan modal yang akan disetor kepada koperasi (Simpanan pokok dan wajib)
  5. Memilih nama-nama pendiri koperasi
  6. Memilih pengurus dan pengawas
  7. Menyusun anggaran dasar yang meliputi :
  • Daftar nama pendiri
  • Nama dan kedudukan di koperasi
  • Syarat dan ketentuan keanggotaan
  • Maksud, tujuan, dan bidang usaha
  • Ketentuan pengelolaan dana, permodalan, jangka waktu berdiri, pembagian sisa hasil usaha, serta sangsi.

Pembuatan Akta Koperasi

Nah, langkah selanjutnya ini bisa dibilang sangat penting. Anda harus membuat akta koperasi yang disetujui oleh pejabat berwenang sekaligus notaris. Jadi saat melakukan rapat pembentukan, anda bisa menghadirkan sekaligus dua tokoh penting tersebut. Rapat pembentukan juga harus selesai dalam mengurus pengubahan anggaran dasar sekaligus pembubaran koperasi.

Pengajuan Permohonan

Akta pendirian koperasi

Setelah semua berkas dan struktur terurus, selanjutnya anda tinggal mengajukan permohonan pengesahan kepada pejabat berwenang setempat. Atau anda juga bisa memercayakan masalah pengajuan permohonan tersebut kepada pendiri yang sudah diberikan kuasa untuk mengurus masalah tersebut. Jangan lupa untuk meminta bantuan notaris sebagai bentuk legalisasi. Cek kembali segala persyaratan administrasi untuk dilampirkan bersama dengan lembar pengesahannya. Nah, untuk syarat membangun koperasi simpan pinjam yang harus anda penuhi adalah sebagai berikut:

  1. Akta Pendirian Koperasi

Dokumen pertama yang harus dilampirkan adalah akta pendirian koperasi yang sudah dibuat saat rapat pembentukan di awal. Akta pendirian koperasi harus dibuat oleh notaris resmi dan dibuat rangkap dua lengkap dengan materi.

  1. Berita Acara Rapat Pembentukan

Semua hasil rapat yang sudah dijalankan biasanya akan di catat dalam sebuah bentuk berita acara rapat pembentukan. Jangan lupa untuk melampirkan dokumen yang satu ini karena dalam jenis koperasi simpan pinjam, berita acara rapat pembentukan merupakan salah satu dokumen yang sangat vital.

  1. Surat Bukti Penyetoran

Surat bukti penyetoran dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan bahwa koperasi simpan pinjam yang akan anda dirikan sudah memiliki modal yang stabil. Sebagai sebuah koperasi permodalan, setoran awal KSP biasanya berjumlah Rp. 15 juta.

  1. Anggaran Dasar dan Rencana Kegiatan

Dokumen wajib yang selanjutnya adalah anggaran dasar serta rencana kegiatan. Dokumen tersebut berisi rencana berkaitan dengan penghimpunan dana simpanan, prosedur pemberian pinjaman, SDM, dan lain-lain.

  1. Daftar Hadir Rapat Pembentukan
  2. Fotocopy KTP masing-masing Anggota
  3. Sarana Kerja Koperasi, dan
  4. Daftar Riwayat Hidup Pengelola

Daftar riwayat hidup pengelola dibutuhkan untuk mengetahui apakah pengelola KSP sudah pernah mendapatkan pelatihan atau pengalaman dalam menjalankan KSP sebelumnya atau belum.

  1. Surat Pernyataan tanpa Hubungan

Surat ini berisi surat pernyataan dari masing-masing pengelola dan juga anda selaku manajer KSP. Pernyataan yang dimaksud adalah pernyataan tidak adanya hubungan kekerabatan di antara pengelola dan manajer. Hal tersebut dibutuhkan untuk menghindari praktisi KKN dalam koperasi.

Hasil Verifikasi

Langkah terakhir adalah menunggu hasil verifikasi berkas setelah anda mengajukannya. Pejabat berwenang akan meninjau materi anggaran dasar serta kelengkapan administrasi yang lainnya. Selain itu, biasanya pejabat berwenang akan mengirimkan petugas lapangan untuk mengecek koperasi secara langsung. Jika semua berkas anda lolos dari uji bahan tersebut, maka selambat-lambatnya dalam waktu 3 bulan, koperasi anda sudah bisa mendapatkan SK terbitan.

Itulah informasi seputar cara membangun koperasi simpan pinjam yang bisa anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Cara Membangun Koperasi Simpan Pinjam | Malik | 4.5
error: Content is protected !!