Analisa Keuntungan Usaha Ayam Geprek dan Tips Agar Laris

Anda yang ingin membuka bisnis ayam geprek harus membuat analisa keuntungan usaha ayam geprek terlebih dahulu. Dengan membuat analisa keuntungan, Anda bisa tahu berapa modal yang dibutuhkan, berapa biaya operasi operasional bulanan, hingga kapan target balik modal. Tak susah untuk membuat analisa keuntungan usaha. Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Usaha ayam geprek sekilas memang terlihat sangat menjanjikan. Seperti yang kita tahu, orang Indonesia pada umumnya menyukai masakan-masakan pedas. Tak heran jika bisnis ayam geprek di mana pun berada selalu laris manis. Kuliner sederhana yang mempertemukan ayam goreng dengan sambal bawang yang pedas ini berhasil memenuhi standar makanan untuk sebagian besar orang Indonesia. Bahkan, sekelas artis pun ikut serta membuka usaha ini.

Kuliner ayam geprek juga sangat sederhana. Bahan dasarnya adalah ayam tepung yang digoreng garing kemudian digeprek dengan sambal bawang. Bahan sambal juga sederhana. Cukup uleg cabai, sedikit bawang putih, garam, lalu campurkan dengan ayam. Sangat lezat bukan?

Langsung saja kita mulai hitung-hitungan atau analisa keuntungan usaha ayam geprek. Berikut ini adalah perhitungan-perhitungan yang wajib Anda perhatikan saat ingin memulai usaha ayam geprek.

Persiapan Modal Awal dan Biaya Operasional Bulanan

Usaha Ayam Geprek

Usaha apa pun tentu membutuhkan modal. Apa saja barang-barang produksi yang Anda butuhkan untuk membuat  usaha ayam geprek? Yang pasti, Anda membutuhkan tempat usaha, peralatan masak, peralatan makan, meja kursi, dan juga bahan dasar pembuatan ayam geprek. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak perkiraan rinciannya berikut ini.

1. Modal Awal

  •         Peralatan masak (Wajan, panci, ulegan, magic com, dll): Rp 1.500.000
  •         Peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) : Rp 1.500.000
  •         Meja dan Kursi: Rp 1.500.000
  •         Perlengkapan Lain-Lain: Rp 1.000.000
  •         Media Promosi (Banner Warung, Papan Nama, Menu, dll) : Rp 500.000
  •         TOTAL: Rp 5.500.000

2. Biaya Operasional Bulanan

  •         Gaji Karyawan 2 Orang: 2 x 1.500.000 total Rp 3.000.000
  •         Sewa Tempat: Rp 500.000
  •         Ayam 10 kg: @40.000 x 10 kg x 24 hari total Rp 9.600.000
  •         Bumbu: @Rp 50.000 x 24 hari total Rp 1.200.000
  •         Gas 3 Kg: @Rp 20.000 x 8 total Rp 160.000
  •         Biaya Promo: Rp 500.000
  •         TOTAL: Rp 15.060.000

3. Omset atau Pendapatan Per Bulan

Setelah menghitung perkiraan modal dan juga biaya operasional bulanan, Anda juga perlu memperhitungkan modal dan target penjualan setiap hari. Untuk saat ini, harga satu porsi ayam geprek standarnya adalah Rp 15.000. Untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal, setidaknya Anda harus menjual 80 porsi ayam geprek setiap harinya. Ini adalah target yang harus Anda capai per hari. Dengan begitu, Anda bisa menghitung keuntungan sebagai berikut.

Omset: 15.000 x 80 x 24 hari = Rp 28.800.000

Keuntungan = Omset – Biaya operasional = 28.000.000 – 15.060.000 = Rp 13.740.000.

BEP (Break Even Point) atau Balik Modal = Modal awal/Keuntungan = 5.500.000/13.740.000 = 0,4 bulan.

Itulah sekilas mengenai analisa keuntungan usaha ayam geprek. Anda tentu bisa membuat analisa keuntungan yang lebih rinci sesuai yang disesuaikan dengan harga pasaran di daerah sekitar Anda. Biaya bahan baku, biaya sewa tempat, dan juga harga jual di setiap daerah tentu berbeda-beda. Anda bisa menyusun analisa keuntungan sendiri berdasarkan harga-harga yang berlaku di daerah Anda.

Strategi Usaha Ayam Geprek agar Tidak Kalah Saing

Sukses Ayam Geprek

Setelah membuat analisa keuntungan usaha ayam geprek, saatnya Anda memikirkan hal lain yang juga sangat penting. Di daerah Anda, tentu sudah ada beberapa usaha ayam geprek yang lebih dahulu dibangun. Lalu, bagaimana strategi yang harus Anda lakukan agar tak kalah saing?

1. Berikan Pelayanan Terbaik

Di Indonesia, ungkapan “pembeli adalah raja” masih sangat berlaku. Anda harus memberikan pelayanan sebaik mungkin. Bersikaplah lebih ramah dan usahakan untuk selalu menjaga kebersihan rumah makan.

2. Variasi Menu

Ayam geprek pada dasarnya mempunyai rasa yang hampir sama. Entah itu dibeli dari warung mahal atau warung biasa, rasa masakan ini hampir sama. Lalu, bagaimana agar bisnis Anda bisa lebih menarik? Tentu saja Anda harus membuat variasi-variasi menu yang unik, misalnya indomie geprek, mie ayam geprek, atau variasi-variasi yang lainnya. Semakin kreatif Anda dalam menghasilkan menu yang enak, semakin menarik perhatian calon konsumen.

3. Harga sebanding dengan nilai

Tak perlu menarik perhatian dengan menjual ayam geprek dengan harga semurah mungkin. Anda juga bisa menetapkan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan warung makan lain, asalkan nilainya sebanding dengan harga. Beri nilai tambah untuk usaha ayam geprek Anda sehingga layak dibeli dengan harga mahal.

Demikian adalah serangkaian penjelasan mengenai analisa keuntungan usaha ayam geprek sekaligus strategi bisnis agar tak kalah saing dengan warung makan lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

 

 

Analisa Keuntungan Usaha Ayam Geprek dan Tips Agar Laris | Malik | 4.5
error: Content is protected !!