8 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Dijamin Berhasil

Cara budidaya ikan nila di kolam tanah – Ikan nila paling banyak dibudidayakan. Selain rasanya nikmat dan gurih, harga ikan nila ini bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya itu saja, duri ikan nila ini tidak menyebar sehingga memudahkan masyarakat untuk mengonsumsinya. Peluang bisnis dari ikan nila ini masih terbuka dengan sangat lebar, karena tingkat konsumsinya setiap waktu meningkat. Keuntungan bagi peternak yang membudidayakan ikan ini adalah lebih tahan terhadap penyakit dan sangat mudah dibudidayakan. Ikan nila ini juga tidak mengenal wilayah sehingga bisa dibudidayakan di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk membudidayakan ikan nila ini tidak membutuhkan modal yang banyak karena kolam tanah pun bisa dijadikan sebagai lokasi budidayanya. Bagi Anda yang sedang melirik usaha atau bisnis ini, simak cara budidaya ikan nila di kolam tanah yang baik dan benar seperti berikut ini:

Lokasi Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila ini bisa dibudidayakan di kolam tanah, namun tidak semua tanah bisa dijadikan sebagai lokasi untuk budidaya. Lokasi paling baik untuk budidaya ikan nila adalah dari tanah liat atau lempung yang padat. Tanah jenis lempung ini tidak akan mudah bocor dan juga bisa dijadikan sebagai penampung masa air yang besar. Tidak hanya itu saja kemiringan tanah pun harus tepat tujuannya supaya pengairan kolamnya bisa dengan mudah dilakukan. Lokasi tersebut juga harus dipastikan bukan menjadi lingkungan yang tercemar. Tanah yang sering dijadikan sebagai lokasi untuk pembuangan limbah kimia berbahaya tidak akan bagus untuk tumbuh kembang ikan dan nantinya membuat daging tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Usahakan yang akan dijadikan sebagai lokasi untuk budidaya ini memiliki kecerahan yang baik yaitu dengan kedalaman minimal 20 cm sampai dengan 35 cm. Jika lebih dari 35 cm sinar matahari tidak akan bisa menembusnya sehingga tidak bagus untuk kesehatan ikan.

Pembuatan Kolam

Jika sudah menemukan lokasi yang tepat langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membuat kolam. Karena ikan setiap harinya menghabiskan waktu di kolam pembuatannya harus tepat. Dalam pembuatan ini silahkan cangkul lokasi yang akan dijadikan kolam sedalam 20 sampai dengan 35 cm, kolam dikeringkan sampai tidak ada lumpur atau air di dalam kolam tersebut. Pembuatan kolam ini efektif dilakukan saat musim kemarau karena tidak ada curah hujan yang menghambat proses pengeringan kolam.

Pembuatan Kolam Ikan Nila

Berikanlah tanggul yang kuat tujuannya supaya tidak mudah tergerus oleh masa air. Setelah itu buatlah saluran untuk air masuk dan keluar. Yang tidak boleh dilupakan adalah pangapuran pada kolam. Fungsi pengapuran ini untuk membuat kadar keasaman di dasar kolam sesuai dengan standar yang diberlakukan. Selain itu zat kapur bermanfaat sebagai penyedia unsur hara bagi plankton sehingga diharapkan semakin banyak plankton yang ada di dasar kolam tersebut semakin banyak pula makanan ikan yang bisa dimakan. Tindakan selanjutnya adalah pemupukan di dasar kolam, kemudian berikan pengairan dengan tinggi air 20 – 35 cm.

Memilih Benih

Memilih Benih Ikan Nila

Cara budidaya ikan nila di kolam tanah selanjutnya adalah memilih benih atau bibit. Benih yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan budidaya ikan nila. Benih yang berkualitas memiliki berat 10 gram sampai dengan 20 gram per ekornya. Benih yang ukurannya kecil hanya akan membuat mereka lebih rentan terkena penyakit. Pembelian benih ini pun juga dijadikan sebagai penentu kualitas dari benih yang dibeli, sehingga hindari pembelian di tempat yang bukan menjadi pembibitan resmi.

Menebarkan Benih

Cara selanjutnya adalah dengan menebarkan benih dan akan ideal jika kolamnya sudah jadi. Sama halnya dengan peternakan lainnya dimana tidak boleh terlalu padat dan terlalu renggang. Dalam satu meter persegi, jumlah benih yang layak tebar sebanyak 20 sampai dengan 30 ekor. Jumlah ini bisa dikalikan dengan luas kolam yang dibuat. Kesalahan yang sering dilakukan peternak ikan adalah langsung menebarkan benihnya begitu saja tanpa melakukan adaptasi.

Cara adaptasi yang bisa dilakukan adalah dengan memasukkan benih ikan nila di dalam wadah berisi air kolam, lakukan hal ini selama beberapa jam, setelah beberapa jam wadah tersebut dimiringkan sedikit demi sedikit supaya air yang ada di dalam wadah sedikit menyatu dengan air kolam. Barulah setelah semua air di dalam wadah dan kolam menyatu benih itu akan masuk ke dalam kolam dengan sendirinya. Tindakan adaptasi ini akan mengurangi angka kematian pada benih karena mereka sudah bisa adaptasi sebelumnya.

Pemeliharaan Ikan Nila

Kolam Ikan nila

Untuk bisa membesarkan benih ikan nila ini dibutuhkan ketelitian dan juga ketekunan. Cara pembesaran yang salah hanya akan membuat benih ikan nila tidak bisa berkembang sesuai dengan harapan. Cara memelihara ikan nila agar cepat besar yang tepat adalah dengan pengelolaan air di kolam. Air kolam yang buruk hanya akan bisa menghambat pertumbuhan ikan dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Untuk membuat kualitas air ini tetap bagus dan memiliki kadar oksigen, keasaman, karbondioksida sesuai standar harus dilakukan pengecekan parameternya secara berkala. Yang berbahaya lagi jika air kolam sampai berbau busuk harus segera dilakukan pergantian air. Untuk menggantinya bisa dengan membuang sepertiga air kolam yang ada, kemudian isi dengan air yang bersih. Jika kadar keasamannya masih di bawah 6 harus ditaburkan kaporit atau dolomit.

Berikan Pakan yang Sesuai

Kolam Ikan nila

Untuk membesarkan ikan nila ini bisa dengan memberikan pakan yang sesuai. Pakan yang bisa diberikan adalah fitoplankton, zooplankton, cacing, siput, jentik nyamuk, dan lain sebagainya. Pakan tambahan juga diperlukan untuk membuat tumbuh kembang ikan sesuai dengan harapan. Salah satunya adalah pelet yang mengandung kadar protein yang tinggi dimana bagus untuk pertumbuhan ikan nila.

Penanggulangan Penyakit

Tidak hanya tanaman saja yang bisa diserang hama penyakit namun ikan pun bisa terkena hama penyakit. Memang ikan nila ini bisa bertahan dari penyakit namun bukan berarti bisa bebas dari penyakit. Ikan nila yang diternakkan lebih berisiko terkena hama dan penyakit jika dibudidayakan dalam skala besar. Salah satu penyakit yang harus dikhawatirkan adalah infeksi menular yang mana bisa cepat sekali menyebar. Selain hama penyakit peternak ikan nila harus waspada dengan predator yang ada di sekitar kolam seperti ular, linsang, burung, dan kodok.

Memanen Ikan Nila

Panen ikan nila menjadi saat yang ditunggu-tunggu. Umur panen dan juga bobot panen ini sesuai dengan permintaan sehingga tidak ada patokan khusus. Namun hasilnya akan efektif jika dijual dalam umur minimal 4 bulan sampai dengan 6 bulan. Sedangkan untuk  beratnya sekitar 300 sampai dengan 500 gram per ekornya.

Panen ikan nila

Ikan nila ini kaya akan gizi dan dipercaya bisa meningkatkan kecerdasan janin yang ada di dalam kandungan. Jika dikonsumsi oleh balita ikan nila bisa digunakan untuk menambah tinggi badan anak. Oleh sebab itu supaya hasil panen ikan nilai sesuai dengan yang diharapkan dan memiliki gizi yang utuh lakukanlah beberapa cara budidaya ikan nila di kolam tanah seperti yang disebutkan di atas dengan benar dan konsisten.

 

8 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah Dijamin Berhasil | Malik | 4.5
error: Content is protected !!