7 Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Khusus Pemula Dijamin Berhasil

Cara budidaya ikan lele di kolam tanah – Ikan kaya akan protein dan  merupakan nutrisi yang banyak dibutuhkan oleh tubuh terutama bagi ibu hamil maupun kecerdasan balita. Banyak ahli medis yang menyarankan untuk mengonsumsi ikan agar perkembangan otak janin bisa terbentuk dengan sempurna, selain itu ahli gizi pun juga menyarankan untuk membuat tumbuh kembang anak menjadi maksimal harus banyak mengonsumsi ikan. Berbicara tentang ikan tentu masyarakat tidak asing dengan ikan lele. Ikan lele sering dikonsumsi oleh masyarakat dan olahannya akan mudah ditemukan dalam warung kaki lima maupun rumah makan bintang lima. Selain enak dijadikan sebagai pecel lele, lele ini juga bisa diolah dengan digoreng, di bakar, di mangut, dan lain sebagainya.

Sayangnya ada salah satu berita yang membuat citra ikan lele ini buruk yang mana menganggapnya sebagai ikan beracun. Padahal nyatanya tidak begitu. Sama dengan ikan lainnya dimana jika dibudidayakan dengan cara yang tidak benar dagingnya akan menjadi berbahaya dikonsumsi begitu pula jika diberi makan kotoran. Agar menjadi ikan yang bernutrisi tinggi, simak cara budidaya ikan lele di kolam tanah yang benar berikut ini:

Siapkan Kolam

Cara budidaya ikan lele di kolam tanah yang pertama adalah siapkan kolamnya terlebih dahulu. Kolam ini harus sesuai dengan habitat asli dari ikan lele, jika tidak sama maka besar kemungkinannya ikan tersebut tidak akan bisa tumbuh dan berkembang secara sempurna. Kolam tanah untuk budidaya lele pun terdiri dari beberapa jenis sehingga bisa disesuaikan dengan budget atau modal yang dimiliki. Ada peternak ikan yang hanya membuat kolam tanah biasa, namun ada juga yang di bawahnya dilapisi dengan terpal sehingga makanan benar-benar murni dari peternak ikan itu sendiri karena ikan lele tidak bisa mencari makanan di dasar kolam.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang kolam tanah  tanpa terpal karena biaya yang dibutuhkan hanya sedikit. Berikut ini adalah tahapan-tahapan pembuatan kolam tanah untuk budidaya ikan lele yang benar:

  1. Pengeringan
Pengeringan kolam lele

Pengeringan kolam lele

Tahapan pertama adalah pengeringan. Sebelum digunakan kolam ini harus benar-benar kering dengan waktu minimal 3 hari. Namun jika matahari tidak ada, pengeringannya bisa lebih lama yaitu 7 hari. Untuk mengetahui pengeringan ini sudah terjadi dengan baik atau belum bisa melihat permukaan tanah tersebut yang mana sudah mengalami banyak retakan. Setelah itu dilakukan pembajakan dengan menggunakan cangkul tujuannya supaya gas beracun yang ada di dalam tanah bisa segera di hilangkan. Saat mencangkul akan ada lumpur hitam di bagian dasar kolam. Lumpur inilah yang harus diangkat dan dihilangkan supaya kolam tidak memiliki aroma busuk.

  1. Pengapuran dan pupuk

Pengapuran dan pupuk

Lakukan pengapuran dan juga pemberian pupuk. Kedua cara ini tidak boleh dilupakan karena menjadi hal vital dalam pembuatan kolam. Dalam satu meter tanahnya bisa diberikan kapur sebanyak 250 sampai dengan 750 gram. Namun hal ini tergantung dengan kadar keasaman pada tanah tersebut. Semakin asam kadar di dalam tanah maka kapur yang harus ditaburkan harus semakin banyak. Setelah pengapuran selesai dilakukan, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memberikan pupuk kandang atau kompos dimana per meternya bisa diberikan sebanyak 250 gram sampai dengan 500 gram pupuk organik.

  1. Pengaturan air kolam
Pengaturan air kolam

Pengaturan air kolam

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengatur air kolam.  Setiap ikan ini memiliki pengaturan kedalaman air yang berbeda-beda. Jika untuk ikan nila tinggi air kolamnya hanya sampai 35 cm saja, khusus ikan lele tinggi airnya 120 cm. Pengisiannya tidak boleh dilakukan secara langsung namun bertahap mulai dari 30 cm terlebih dahulu, supaya cahaya matahari bisa masuk ke dalam kolam selama 1 minggu.  Baru setelah benih di tebarkan dan tumbuh dengan baik, sisa airnya bisa dimasukkan kembali.

Benih

Jika kolam sudah tersedia langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memilih benih lele. Jangan membeli benih dulu baru membuat kolam hal itu dikarenakan tidak akan bagus untuk psikologi lele itu sendiri.  Benih menjadi faktor penentu keberhasilan dari ternak lele ini. Ciri benih lele yang berkualitas adalah dia mampu berenang dengan arah melawan arus. Tidak hanya itu saja benih yang berkualitas memiliki ukuran yang tidak terlalu kecil minimal 5 cm dan maksimal 7 cm. Benih yang berukuran terlalu besar pun tidak bagus untuk diternakkan di peternakan lele.

Penebaran Benih

Cara budidaya ikan lele di kolam tanah selanjutnya dengan penebaran benih. Hal yang harus diperhatikan sebelum benih lele tersebut di sebar adalah suhunya harus disesuaikan. Cara penyesuaiannya dengan memasukkan benih tersebut ke dalam jerigen atau ember yang berisi air kolam selama seperempat jam.  Setelah itu masukkan ember di dalam kolam dan miringkan ember atau jerigen tersebut sedikit demi sedikit. Lakukan secara bertahap sampai benih tersebut masuk ke dalam kolam dengan sendirinya.

Kepadatan yang Sesuai

Penting bagi peternak ikan lele untuk memperkirakan kepadatan benih di dalam kolam. Terlalu padat dan renggang tidak akan bagus untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam satu meter persegi kolam bisa ditebar bibit sebanyak 200 benih. Ketinggian kolam untuk benih lele 30 cm terlebih dahulu, tujuannya supaya benih ikan lele bisa mengambil makanannya dan bisa bernafas di permukaan air kolam.

Pemberian Pakan

pakan ikan lele

Cara budidaya ikan lele agar cepat besar yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pakan yang sesuai. Jika pakan yang diberikan tidak mengandung nutrisi yang tinggi maka tumbuh kembang lele tersebut tidak akan bisa sesuai harapan. Untuk membuatnya jadi maksimal berikan pakan kaya protein, lemak, karbohidrat, dan juga vitamin.  Pemberian pakan bisa diberikan sebanyak 4 sampai dengan 5 kali sehari. Namun untuk lele yang masih berukuran kecil pemberian pakan disarankan untuk lebih sering karena benih lebih mudah lapar. Semakin besar ukuran ikan lele frekuensi memakan pakan jauh lebih rendah, sehingga bisa dikurangi. Untuk mengetahui apakah pakan bisa diserap lele dengan maksimal ambil 1 ekor lele per 10 hari, kemudian timbang. Jika beratnya bertambah secara maksimal maka penyerapan pakannya sudah bagus.

Yang membuat pemberian pakan ikan lele berbeda dengan ikan lainnya adalah lele adalah hewan nocturnal yang justru aktif di saat sore dan malam hari, pasif saat pagi dan siang hari. Lele juga memiliki sifat kanibal di dalam dirinya sehingga jika pemberian pakan terlambat dia bisa memangsa temannya sendiri.

Pengelolaan Air Kolam

Yang sering menjadi masalah dalam kolam ikan lele adalah berbau busuk dan membuat banyak orang yang tidak tahan dengan bau kolam tersebut. Bau tersebut disebabkan oleh timbunan sisa pakan yang berada di dasar kolam sehinga menimbulkan gas amonia dan hidrogen sulfida. Untuk mengatasinya bisa dengan membersihkan dasar kolamnya dan diganti dengan air yang baru.

Panen

Untuk panen bisa dengan menunggu ikan lele tidak terlalu besar. Hal itu dikarenakan banyak yang menyukai ukurannya sedang dimana satu kilo hanya ada 9 sampai 12 ekor ikan lele saja. Sebelum dipanen jangan berikan pakan sehingga lele tidak mengeluarkan kotoran saat pengangkatan.

Demikianlah cara budidaya ikan lele di kolam tanah yang mudah sekali dilakukan, semoga bermanfaat.

7 Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Khusus Pemula Dijamin Berhasil | Malik | 4.5
error: Content is protected !!