6 Cara Ternak Belut Untuk Pemula dan Estimasi Keuntungannya

Cara ternak belut untuk pemula – Belut kaya akan gizi, selain itu bisa dijadikan berbagai macam olahan yang menggugah selera. Permintaan belut yang meningkat bisa menjadi peluang bisnis yang begitu potensial dan menggiurkan. Memancing belut secara manual hasilnya tidak akan bisa mencukupi kebutuhan dan permintaan pasar, sehingga budidaya belut ini mulai dilakukan. Anda pun bisa menggeluti bisnis budidaya belut dikarenakan potensinya begitu menggiurkan. Supaya hasilnya maksimal, simak cara ternak belut untuk pemula yang baik dan benar berikut ini:

Tempat untuk Ternak

Cara ternak belut untuk pemula pertama yang harus diperhatikan oleh peternak yang akan membudidayakan belut adalah pilihlah tempat yang tepat. Tanpa tempat yang tepat akan membuat budidaya menjadi tidak maksimal. Berdasarkan medianya ternak belut ini memiliki empat bahan yang bisa digunakan. Namun selama ini kebanyakan peternak menggunakan kolam terpal yang bisa digunakan sebagai tempat untuk budidaya ini. Pastikan jumlah belut yang dibudidayakan dalam kolam tidak terlalu banyak atau sedikit karena akan menyebabkan hasilnya tidak maksimal. Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan kolam terpal ini sebagai tempat untuk budidaya sering-seringlah mengganti airnya. Hal itu dikarenakan belut akan mengeluarkan lendir yang bisa digunakan sebagai metabolisme alami. Lendir inilah yang akan menyebabkan kualitas air mudah menjadi keruh, sehingga membuang air dengan pompa penyedot dan mengisinya dengan yang baru penting untuk dilakukan.

Kolam terpal belut

Kolam terpal belut

Buatlah kolam tersebut juga mengerucut ke bagian tengah sehingga bagian tengah akan menjadi lebih dalam dibandingkan dengan bagian pinggirnya. Menggunakan sistem ini akan membuat air pada kolam terpal menjadi lebih mudah untuk dibersihkan. Kolam terpal tidak boleh memiliki arus yang deras, namun harus tenang seperti dengan genangan sawah. Hal itu dikarenakan belut ini sangat menyukai tempat dengan air yang tenang.

Memilih Bibit Berkualitas

bibit belut

bibit belut

Setelah Anda membuat tempat yang bisa digunakan untuk ternak belut, cara budidaya belut untuk pemula selanjutnya adalah pilihlah bibit yang berkualitas. Bibit ini yang menjadi poin penting dalam keberhasilan ternak belut terutama bagi pemula. Berkualitas atau tidaknya belut akan terlihat dari ciri fisiknya yang tidak lemas ketika dipegang dan selalu bergerak secara aktif. Selain itu belut yang terluka tidak akan bagus untuk dibudidayakan di peternakan sebab luka tersebut bisa mudah menular ke belut lainnya sehingga menghambat produktivitas dari belut tersebut.  Belut yang dipancing tidak cocok untuk dijadikan budidaya, karena mayoritas belut tersebut akan memiliki luka akibat gesekan dengan pancing maupun terkena kail pancing. Jika digunakan olahan memang tidak masalah namun tidak jika dijadikan sebagai bibit. Jangan mencampurkan belut yang terkena pancing ke kolam untuk budidaya, karena tidak bagus untuk tumbuh dan kembang belut yang lainnya.

Ukuran Bibit

Setelah Anda menemukan bibit belut yang berkualitas, yang bisa dilakukan selanjutnya adalah memilih ukuran bibit. Supaya bisa dipanen secara bersamaan pastikan jika ukuran benih belut tersebut sama. Selain itu Anda juga bisa membeli belut dengan umur yang sama supaya saat dipanen memiliki ukuran yang sama.

Waktu Tebar Benih

Beternak atau budidaya belut ini tidak boleh asal supaya hasilnya bisa menjadi maksimal. Salah satu hal yang harus diperhatikan bagi yang akan menebar benih ini adalah waktu penebaran benih. Usahakan untuk menebar benih pada pagi maupun sore hari supaya bibit tersebut terhindar dari stress. Jika Anda berhasil menangkap belut tanpa luka dan ukurannya sama, Anda bisa mencampurkannya dengan bibit yang sudah Anda beli. Namun yang harus diingat di sini tidak boleh langsung mencampurkannya namun harus di karantina tersebut. Berikan pakan berupa telur yang sudah dikocok dan aturlah sirkulasi udara maupun kedalaman airnya.

Pemberian Pakan

Kecebong

Kecebong

Cara budidaya belut khusus pemula yang tidak boleh dilupakan adalah pemberian pakannya. Pemberian pakan ini menjadi poin penting saat akan membudidayakan belut. Tanpa pakan yang cukup dan tepat tubuh belut akan kurus berbeda dengan yang diberikan pakan dengan cukup. Jenis pakan yang bisa diberikan kepada belut ini beragam mulai dari jenis cacing-cacingan, cere, ikan kecil, kecebong, keong mas di sawah, ulat hongkong, dan lain sebagainya. Jumlah pakannya ini juga harus menyesuaikan dengan bobot dari belut tersebut. Anda bisa memberikan persentase pakan minimal 5 persen dan maksimal 20% dari bobot belut ini. Jika Anda sudah terbiasa memberikan pakan, feeling Anda akan bekerja untuk mengetahui apakah belut tersebut sudah kenyang atau masih lapar.

Waktu Panen

Jika budidaya yang dilakukan sudah maksimal tentunya hasilnya akan maksimal dimana bobot belut juga akan menjadi maksimal. Belut dengan bobot yang maksimal ini akan banyak dicari karena rasanya sangat enak untuk dijadikan berbagai macam olahan. Jika daging belut tidak banyak maka konsumen akan mengeluh karena belut hanya didominasi dengan tulang. Belut ini akan bisa dipanen umur 3 sampai dengan 4 bulan budidaya.

Modal Ternak Belut

Yang harus diketahui dari sebuah bisnis adalah berapa modal yang akan dikeluarkan. Tanpa modal yang cukup maka bisnis tidak akan bisa berjalan seperti yang diharapkan. Berikut ini adalah rincian modal awal untuk ternak belut yang harus diperhatikan:

No Nama Jumlah Satuan Harga Subtotal
1 Bibit Belut 3 kg Rp55.000 Rp165.000
2 Terpal Untuk Kolam 3 buah Rp100.000 Rp300.000
3 Makanan Belut 15 kg Rp15.000 Rp225.000
4 Biaya Tak Terduga     Rp200.000 Rp200.000
Total Rp890.000

 

Dari rincian modal di atas bisa disimpulkan bahwa modal yang diperlukan untuk menggeluti bisnis ternak atau budidaya belut ini tidak terlalu besar. Terlebih lagi ada yang pembeliannya hanya sekali saja sehingga tidak diperlukan biaya untuk budidaya selanjutnya. Biaya operasional terbesar ada pada pakannya karena pakan ini dibutuhkan setiap hari dan harus selalu tercukupi dengan baik. . Pakan ini sangat penting sebab jika tidak tercukupi dengan baik hasil budidaya pun tidak akan maksimal. Rincian biaya untuk pakan tersebut merupakan estimasi untuk satu bulan, sehingga jika masa panen adalah 3 sampai 4 bulan maka Anda bisa mengalikan biayanya sampai dengan masa panen. Untuk pemula cukup dengan 3 kg bibit saja, karena jumlah bibit tersebut jumlahnya berkisar antara 75 sampai dengan 110. Sedangkan untuk satu kolam terpal bisa terisi sampai dengan 100 belut.

Keuntungan

Selain dijual per kilo, belut ini juga dijual per ekor. Untuk belut ukuran kecil harganya mulai dari Rp5.000, sedangkan yang besar mulai dari Rp10.000 bahkan perkilogramnya harga belut ini di banderol dengan harga mulai dari Rp60.000 dalam satu kilogram tersebut jumlahnya berkisar antara 10 sampai dengan 20 belut. Jika dari 1 kg bibit  berisi 100 belut dengan ukuran besar, maka maksimal ada 30 kg belut bisa dipanen maka akan mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp60.000 x 30 = Rp1.800.000. Sedangkan keuntungan bersih penghasilan dikurangi dengan modal. Jika masa panen minimal 3 bulan maka peternak harus mengeluarkan Rp450.000 untuk biaya pakan dua bulan selanjutnya dan  total pengeluarannya Rp1.340.000 sehingga penghasilan bersih Rp460.000.

Semakin banyak bibit dan kolam budidayanya maka keuntungan yang didapatkan semakin besar. Semoga cara ternak belut untuk pemula yang dijelaskan di atas bisa menjadi gambaran bagi Anda terutama yang berniat untuk menggeluti bisnis ini.

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

usaha ternak belut -

6 Cara Ternak Belut Untuk Pemula dan Estimasi Keuntungannya | Malik | 4.5
error: Content is protected !!