6 Tips Merencanakan Dana Pendidikan Anak dengan Langkah Cermat

Tips Merencanakan Dana Pendidikan Anak – Mempersiapkan Pendidikan anak tak hanya bertujuan untuk mendapatkan karir yang cemerlang, tetapi juga langkah tepat untuk mengenalkan dunia yang lebih luas. Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan finansial, mengandalkan program beasiswa menjadi pilihan pertama. Sayangnya, program tersebut tidak meng­cover secara keseluruhan. Belum lagi kuota yang disediakan terbatas. Jadi, merencakan dana Pendidikan anak dengan tabungan sendiri sangat signifikan agar buah hati Anda tetap mendapatkan masa depan yang cerah. Jika Anda bingung bagaimana dan kapan harus memulainya, berikut akan kami sajikan ulasannya:

Tips Merencakan Dana Pendidikan Anak

Karena dalam hal apapun, setiap langkah yang Anda ambil untuk buah hati tercinta harus diperhitungkan dengan matang. Apalagi berkaitan dengan Pendidikan mereka. Berikut 6 tips merencanakan dana Pendidikan anak:

  1. Perhitungkan Kondisi Finansial
Kondisi Finansial

Kondisi Finansial

Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memperhitungkan kondisi finansial keluarga Anda. Hal ini penting untuk mengetahui kemampuan finansial sekarang dan selanjutnya. Jadi, hitunglah pemasukan secara keseluruhan setiap bulannya. Hitung juga pengeluaran dana tersebut, termasuk pembayaran polis asuransi yang Anda miliki serta tabungan dan investasi jika Anda punya.

Setelah itu, coba Anda hitung jumlah persediaan dana untuk beberapa tahun kedepan. Tepatnya saat anak menginjak usia 18 atau 21 tahun. Jangan lupa untuk menghitung juga laju pengembalian investasi serta faktor lainnya yang mungkin akan Anda hadapi.

  1. Kalkulasi Biaya Pendidikan Anak
 Biaya Pendidikan Anak

Biaya Pendidikan Anak

Selain meninjau dana yang Anda miliki untuk beberapa tahun kedepan, Anda juga wajib menghitung biaya pendidikan yang dibutuhkan. Secara teknis, biaya pendidikan biasanya meningkat 10-15 persen per tahunnya. Selain itu, pada tingkat perguruan tinggi, jurusan yang anak Anda ambil tentu akan mempengaruhi nilai yang harus Anda tanggung. Biaya yang harus dipersiapkan untuk jurusan kedokteran tentu lebih besar dari jurusan ekonomi atau Pendidikan.

Contohnya, Anda mempunyai anak usia 12 tahun yang ingin kuliah di jurusan manajemen. Rata-rata UKT untuk jurusan tersebut di setiap perguruan tinggi saat ini adalah 10 juta. Jadi, 6 tahun kedepan, paling tidak Anda harus memiliki tabungan Pendidikan sebanyak 80 juta untuk masa pendidikan 4 tahun.

Tak hanya biaya pendidikan secara khusus, Anda juga harus memikirkan secara hal-hal lain. Biaya kos dan biaya untuk kebutuhan sehari-hari jika ada kemungkinan anak akan berkuliah di luar kota. Biaya ekstrakulikuler juga masuk dalam perhitungan.

  1. Hitung Kekurangan Biaya

Setelah Anda memproyeksikan jumlah tabungan dan biaya pendidikan yang dibutuhkan, hitunglah kekurangannya. Dengan mengetahui jumlah yang harus Anda tutupi beberapa tahun kedepan, Anda bisa meningkatkan investasi dan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Bagaimanapun, pendidikan anak tetap nomor satu.

  1. Cerdas dalam Berinvestasi
Cerdas dalam investasi

Cerdas dalam investasi

Banyaknya pilihan investasi yang bisa Anda gunakan, secara tidak langsung juga menuntut Anda untuk lebih cerdik dalam memperhitungkannya. Secara eksplisit, sebelum Anda mendonorkan gaji Anda untuk polis asuransi, reksadana, deposito, atau jenis investasi lainnya, pastikan Anda telah mengetahui estimasi dana yang Anda butuhkan dalam kurun waktu tertentu. Setelah itu, kalkulasikan laju pengembaliannya. Pilihlah jenis investasi dengan nilai balik paling mendekati target kebutuhan.

  1. Diversifikasi Investasi

Tidak hanya harus cerdas dalam berinvestasi, Anda juga harus melakukan diversifikasi. Mengapa? Karena dengan menyebarkan dana investasi dalam berbagai jenis, risiko kerugiannya kecil dan nilai pengembaliannya lebih besar daripada Anda hanya menginvestasikan pada satu bidang. Misalnya, Anda membeli aset berharga sembari menabung.

  1. Lakukan Segera

Waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana Pendidikan anak adalah sesegera mungkin. Tidak harus menunggu usia anak menginjak dewasa apalagi menunggu pemasukan tinggi. Karena cukup dan tidak cukup adalah persoalan bagaimana Anda meletakan prioritas dengan kondisi yang ada.

Kesalahan Yang Sering Dilakukan dalam Mempersiapkan Dana Tabungan Anak

Selain tips merencanakan dana Pendidikan anak, Anda juga harus tahu beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan ketika mempersiapkannya. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir atau bahkan menghindarinya. Berikut ulasannya:

  1. Perencanaan Kurang Matang

Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua adalah tidak melakukan perencanaan yang matang. Mengabaikan inflasi dan asal investasi. Imbasnya, dana yang diinvestasikan kadang tidak memenuhi target ketika waktunya tiba sehingga kekurangan tidak dapat ditutupi.

Yang paling fatal, orang tua tidak melakukan perencanaan sama sekali. Saat anak memasuki jenjang perguruan tinggi, mereka hanya bisa mengeluh karena mahalnya biaya yang dibutuhkan. Pada akhirnya, anak tidak bisa melanjutkan Pendidikan.

  1. Terlambat Berinvestasi

Anda sudah merencanakan dana Pendidikan dengan matang, tetapi Anda terus menunda dalam berinvestasi. Itu sama saja dengan tong kosong nyaring bunyinya. Semakin dini anda menginvestasikan dana Pendidikan, peluang anak menggapai cita-citanya semakin lebar.

  1. Menabung Terlalu Sedikit

Kesalahan berikutnya adalah ketika Anda berinvestasi terlalu sedikit sehingga dana pengembalian tidak memenuhi target. Inilah pentingnya mengetahui prioritas dalam hidup serta perencanaan yang matang. Agar Anda dapat mengalokasikan uang dengan cerdas dan tepat sasaran.

Demikian 6 tips merencanakan dana Pendidikan anak agar mereka bisa menyongsong hari yang cerah esok nanti.

 

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

MERENCANAKAN HARI ESOK DENGAN MENABUNG dan kalkulasi nya -

6 Tips Merencanakan Dana Pendidikan Anak dengan Langkah Cermat | Malik | 4.5
error: Content is protected !!