Teknik Budidaya Pisang Ambon Tahan Hama Tahan Wereng

Teknik budidaya pisang ambon tahan hama- Budidaya tanaman saat ini semakin banyak diminat oleh banyak orang. Tidak hanya sebagai hobi, budidaya tanaman juga dapat digunakan sebagai bisnis. Jika Anda memiliki halaman atau pekarangan rumah yang cukup luas, maka budidaya tanaman pisang dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat. Tidak hanya karena rasanya yang manis, pisang juga dipercaya memiliki manfaat yang beragam bagi kesehatan tubuh. Selain itu, tanaman pisang adalah salah satu jenis tanaman yang dapat hidup di sepanjang tahun tanpa terpengaruh dengan musim.

Pisang sendiri merupakan jenis tanaman yang banyak hidup di tempat beriklim tropis dengan kelembaban udara yang cukup tinggi dan juga suhu yang panas. Tanaman ini termasuk ke dalam suku Musaceae. Pisang sendiri dibagi ke dalam dua jenis yaitu, pisang yang dapat langsung dikonsumsi dan juga pisang yang harus diolah terlebih dahulu. Salah satu jenis pisang yang dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah adalah pisang ambon.

Ekosistem Pisang Ambon

Banyak hidup di tempat beriklim tropis, tanaman pisang mampu beradaptasi dengan baik di daerah dataran tinggi yang berada di antara 0 hingga 800 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini terbilang cukup sensitif. Pasalnya, tanaman pisang akan mudah terganggu apabila salinitas atau kandungan garam cukup tinggi. Perkembangan tanaman ini biasanya akan mulai terganggu apabila kandungan salinitas mencapai 0.07%. Untuk membuat tanaman ini tumbuh subur, pastikan untuk memilih lahan dengan paparan sinar matahari penuh. Selain itu, tanah dengan kandungan humus yang cukup juga akan membantu tanaman ini tumbuh lebih maksimal.

Persiapan Lahan

Sebelum menanam pisang ambon, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan lahan yang akan dipergunakan untuk menanan terlebih dahulu. Lahan yang akan dipergunakan untuk menanam terlebih dahulu harus dibersihkan dari gulma ataupun tanaman penggangu. Setelah dibersihkan, buat lubang dengan ukran 50 x 50 cm dengan dalam minimal 40 cm hingga 50 cm. Lubang ini nantinya akan dipergunakan untuk menanam pisang. Jangan lupa untuk memberikan jarak 3 meter antara lubang satu dengan yang lainnya. Setelah lubang selesai dibuat, lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk organik dengan cara memasukkan pupuk ke dalam lubang. Kemudian, lapisi dengan tanah dan kemudian masukkan bibit.

Persiapan Bibit

Bibit Pisang Ambon

Bibit Pisang Ambon

Setelah selesai menyiapkan lahan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan bibit yang akan ditanam. Bibit tanaman pisang ambon sendiri dapat diperoleh dengan cara vegetatif atau dengan mengambil anakan tunas. Tunas yang dipilih tentunya berasal dari tanaman pisang yang sehat. Berikan baktersida dan juga fungisida sistemik pada bibit agar terlindung dari jamur dan juga bakteri patogen.

Selain cara vegetatif, bibit pisang juga dapat diperoleh dengan menggunakan pemuliaan kultur. Cara ini dilakukan dengan mengambil bibit dari indukan. Setelah diambil, bibit didiamkan selama dua sampai tiga hari, kemudian ditanam pada lubang yang telah disiapkan sebelumnya. Saat menanam, pastikan akar pisang telah tertutup dengan tanah secara penuh, kemudian siram dengan air. Waktu terbaik untuk melakukan penanaman adalah sore hari.

Perawatan dan Pemeliharaan

Teknik budidaya pisang ambon tahan hama selanjutnya setelah bibit tanaman pisang ditanam adalah melakukan perawatan dan juga pemeliharaan. Perawatan dan juga pemeliharaan tanaman pisang dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik serta bebas dari ancaman hama dan gulma.

1.            Penyiraman

Seperti tanaman pada umumnya, tanaman pisang juga peru dilakukan penyiraman. Apalagi, tanaman pisang adalah salah satu jenis tanaman yang memerlukan suplai air yang cukup banyak agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, pengairan pada lahan pisang sangatlah penting. Apabila lahan yang Anda gunakan memiliki jenis tanah yang basah seperti sawah, maka Anda tidak perlu lagi melakukan pengairan.

2.            Pemupukan

Selain penyiraman, pemeliharaan tanaman pisang juga dilakukan dengan melakukan pemupukan. Lakukan pemupukan dua minggu sekali hingga tanaman pisang berumur 3 bulan. Pemupukan dapat Anda lakukan dengan menggunakan NPK (16-16-16) yang telah dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 3 gram per liter. Setelah berumur lebih sari 3,5 bulan, gali tanah yang berada pada sekitar batang atau akar pohon dengan kedalaman 10 hingga 20 cm dan tutup dengan pupuk kandang yang telah difermentasikan.

Panen Buah Pisang

Umumnya, buah pisang sudah mulai dapat dipanen setelah 3-4 bulan. Hitungan ini dimulai ketika bunga sudah mulai mekar. Buah pisang ambon dapat Anda panen jika sudah berwarna sedikit tua dan memiliki tekstur yang empuk. Pada beberapa pisang ambon, buah yang matang tidak selalu berwarna kuning saat sudah masak. Akan tetapi, panen buah pisang sebenarnya dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan lokal, buah biasanya dipanen saat sudah matang. Akan tetapi, jika buah hendak di ekspor, maka panen biasanya dilakukan lebih cepat saat tingkat kematangan buah sudah ¾.

Demikianlah teknik budidaya pisang ambon tahan hama yang dapat Anda praktekan di rumah. Jika Anda lakukan dengan tekun, budidaya pohon pisang ambon dapat menjadi sumber penghasilan baru untuk Anda. Selain itu, buah pisang juga dapat Anda gunakan untuk konsumsi pribadi. Pasalnya, buah pisang memiliki kandungan sumber energi karbohidrat, mineral, serta kalium yang diperlukan oleh tubuh.

 

 

 

 

Teknik Budidaya Pisang Ambon Tahan Hama Tahan Wereng | Malik | 4.5
error: Content is protected !!