Rincian Modal Usaha Toko Sembako Beserta Estimasi Laba Bersihnya

Kebutuhan manusia aka sembilan bahan makanan pokok atau sembako tentu tidak akan berkurang. Sebaliknya, seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan akan sembako justru naik karena populasi manusia juga meningkat. Oleh sebab itu, memulai usaha toko sembako tentu sangat prospek. Umumnya dalam memulai bisnis ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Seperti modal usaha toko sembako, biaya operasional, estimasi omzet dan laba bersih.

Biaya Modal

Usaha Toko Sembako

Usaha Toko Sembako

Seperti jenis usaha pada umumnya, berjualan sembako juga membutuhkan modal. Besarnya modal yang dibutuhkan bervariasi sesuai dengan rencana Anda. Apakah ingin membuka toko sembako skala kecil atau besar? Sebenarnya bisnis sembako bisa Anda mulai dengan modal kecil. Asal tekun dalam mengelolanya, Anda tentu akan mendapatkan profit yang lumayan. Berikut ini adalah contoh perhitungan modal bisnis sembako.

No Nama Barang Jumalah Satuan Harga Sub Total
1 Brankas 1 Buah Rp 200.000 Rp 200.000
2 Kalkulator 1 Buah Rp 60.000 Rp 60.000
3 Timbangan 1 Buah Rp 300.000 Rp 300.000
4 Etalase 2 Buah Rp 50.000 Rp 100.000
5 Pasta gigi 6 Buah Rp 3.000 Rp 18.000
6 Sabun Mandi 7 Buah Rp 1.600 Rp 11.200
7 Terigu 5 Kg Rp 8.000 Rp 40.000
8 Shampoo 10 Botol Rp 6.500 Rp 65.000
9 Mie Instant 10 Kardus Rp 85.000 Rp 850.000
10 Detergen 5 Pack Rp 1.400 Rp 7.000
11 Garam 10 Buah Rp 500 Rp 5.000
12 Kopi 6 Pack Rp 1.100 Rp 6.600
13 Gas 4 Buah Rp 18.000 Rp 64.000
14 Telur 10 Kg Rp 12.000 Rp 120.000
  Total       Rp 1.726.800

Biaya Operasional

Disamping modal usaha toko sembako, Anda juga perlu menyiapkan sejumlah uang untuk biaya operasional. Biaya operasional ini bersifat tetap artinya pengeluaran akan Anda lakukan setiap bulan. Umumnya, dalam bisnis toko sembako yang masih skala kecil terdapat dua biaya operasional, yaitu untuk keperluan transportasi dan listrik. Berikut ini adalah contoh rincian dari biaya operasional.

No Biaya Operasional Rincian Biaya
1 Listrik Rp 80.000
2 Transportasi Rp 100.000
  Total Rp 180.000

Jika bisnis sembako yang Anda jalankan masih dalam skala kecil, maka tidak perlu menggunakan karyawan. Ini bertujuan untuk menekan pengeluaran untuk biaya operasional menjadi lebih hemat. Akan tetapi, apabila usaha sembako yang dijalankan sudah berkembang, Anda bisa memakai jasa karyawan untuk melayani pelanggan. Berikut ini adalah contoh rincian biaya operasional jika harus membiayai gaji karyawan setiap bulan.

No

Biaya Operasional Rincian Biaya
1 Listrik Rp 80.000
2 Transportasi Rp 100.000
3 Karyawan Rp 750.000
  Total Rp 930.000

Estimasi Omzet

Sebenarnya, kunci utama dalam menjalankan bisnis berdagang sembako adalah keuletan dan ketekunan. Agar pembeli nantinya menjadi pelanggan, maka sebagai pedagang Anda harus memberikan pelayanan prima. Pemberian pelayanan prima tentu akan membuat pembeli merasa diutamakan. Berikan juga harga yang kompetitif agar bisnis Anda tetap langgeng dan untung. Berikut ini adalah contoh estimasi omzet yang bisa Anda peroleh ketika berbisnis sembako.

No Nama Barang Jumlah Harga Jual Keuntungan Sub Total
1 Pasta gigi 6 Rp 4.000 Rp 1.000 Rp 6.000
2 Sabun Mandi 7 Rp 2.500 Rp 900 Rp 6.300
3 Terigu 5 Rp 10.000 Rp 2.000 Rp 10.000
4 Shampoo 10 Rp 8.000 Rp 1.500 Rp 15.000
5 Mie Instant 10 Rp 100.000 Rp 15.000 Rp 150.000
6 Detergen 5 Rp 2.000 Rp 600 Rp 3.000
7 Garam 10 Rp 800 Rp 300 Rp 3.000
8 Kopi 6 Rp 2.000 Rp 900 Rp 5.400
9 Gas 4 Rp 24.000 Rp 6.000 Rp 24.000
10 Telur 10 Rp 15.000 Rp 3.000 Rp 15.000
  Total       Rp 237.700

Kini, Anda ibaratkan bahwa barang-barang di atas laku dalam 2 hari, maka profit yang diterima sebesar Rp 237.700. Kemudian, apabila barang tersebut laris dalam sebulan, estimasi omzet yang akan Anda peroleh adalah 15 x Rp 237.700 = Rp 4.105.500. Setelah Anda memperoleh omzet dari berjualan sembako, uang tersebut jangan digunakan untuk keperluan pribadi. Hal ini dikarenakan Anda perlu membeli barang kembali dan membayar biaya operasional.

Estimasi laba bersih

Setelah Anda mendapatkan omzet dari hasil penjualan sembako, maka langkah berikutnya adalah menghitung laba bersih. Laba bersih dapat diperoleh dengan mengurangi omzet penjualan dan modal usaha toko sembako serta biaya operasional. Perhitungan laba bersih harus Anda lakukan untuk menilai tingkat keuntungan dari usaha ini. Agar mudah dalam memahaminya perhatikanlah ilustrasi di bawah ini.

Perhitungan tanpa karyawan

No Nama Jumlah
1 Omzet per bulan Rp 4.105.500
2 Modal Rp 1.726.800
3 Biaya operasional Rp 180.000
  Laba bersih Rp 2.198.700

Perhitungan dengan karyawan

No Nama Jumlah
1 Omzet per bulan Rp 4.105.500
2 Modal Rp 1.726.800
3 Biaya operasional Rp 180.000
4 Gaji karyawan Rp 750.000
  Laba bersih Rp 1.448.700

Nah semoga informasi seputar rincian modal usaha toko sembako beserta estimasi laba di atas dapat bermanfaat bagi Anda.

 

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

penataan toko sembako yang menarik -

Rincian Modal Usaha Toko Sembako Beserta Estimasi Laba Bersihnya | Malik | 4.5
error: Content is protected !!