Pengertian Aset Tetap Berwujud dan Tetap Tidak Berwujud

Masih banyak orang yang bertanya-tanya seputar pengertian aset tetap berwujud dan tetap tidak berwujud. Keduanya memang sangat identik namun memiliki perbedaan mendasar. Bagi anda yang bergelut di dunia investasi dan bisnis, mengetahui perbedaan di antara keduanya tentu sangat penting. Dengan pengelolaan aset yang baik dan benar, maka bisnis atau investasi anda bisa tumbuh secara signifikan dan sesuai dengan target yang anda canangkan.

Nah, di bawah ini akan dijabarkan mengenai perbedaan di antara keduanya secara mendetail. Namun sebelum masuk ke pengertian aset tetap berwujud dan tetap tidak berwujud, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu aset dari berbagai ahli dunia akuntansi.

Aset

Aset

Aset

Aset atau juga dikenal dengan aktiva adalah semua harta yang dimiliki oleh sebuah organisasi perusahaan atau individu yang berperan dalam kegiatan bisnis di alamnya. Aset yang umum di ketahui bisa berwujud seperti kas, persediaan, aset tetap berwujud, aset tetap tidak berwujud, dan lain sebagainya. Beberapa ahli menjelaskan lebih lanjut  mengenai aset sebagai berikut.

  1. Accounting Principal Board (APB) Statement

Aset adalah kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk di dalamnya pembebanan yang di tunda, yang di nilai, dan di akui sesuai dengan prinsip akuntansi yang resmi berlaku.

  1. Financial Accounting Standard Board (FASB)

Aset adalah kemungkinan keuntungan secara ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa mendatang oleh lembaga atau individual tertentu di akibatkan dari transaksi di masa lalu.

Nah, dari pengertian aset di atas, bisa di tarik kesimpulan bahwa aset adalah segala macam bentuk kepemilikan secara ekonomi yang dapat memberikan keuntungan di masa mendatang atau biasa disebut sebagai net cash flow kepada pemiliknya, baik perusahaan atau individu. Dari sini, aset dibagi menjadi dua yaitu aset tetap berwujud atau juga di sebut Fixed Asset, dan juga aset tetap tidak berwujud atau Intangible Asset. Penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini.

Pengertian Aset Tetap Berwujud

Aset Tetap Berwujud

Aset Tetap Berwujud

Perbedaan mendasar dari kedua jenis aset tersebut ada pada wujud dan tidak berwujudnya aset. Aset tetap berwujud sendiri meliputi segala jenis aset yang dimiliki oleh individu atau organisasi perusahaan yang dipakai dalam kegiatan operasional bisnis tersebut dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Aset jenis ini memiliki bentuk yang bermacam-macam seperti tanah, bangunan, mesin dan alat, kendaraan, perkakas, dan lain-lain. Berbagai jenis tersebut masih dikelompokkan lagi berdasarkan jangka waktu penggunaan sebagai berikut.

  1. Aset Tetap tidak Terbatas

Aset ini memiliki kegunaan jangka panjang hingga tak terbatas dalam pemanfaatannya. Aset yang masuk jenis ini adalah tanah untuk perusahaan, pertanian, dan peternakan.

  1. Aset Tetap Terbatas Terbarukan

Aset jenis ini memiliki umur pemanfaatan yang terbatas, namun bisa dengan mudah digantikan oleh aset baru jika waktu penggunaannya sudah mencapai batas akhir. Aset yang masuk jenis ini adalah mesin-mesin produksi, dan lain-lain.

  1. Aset Tetap Terbatas tidak Terbarukan

Aset jenis ini hanya bisa digunakan sekali tanpa bisa diperbarui lagi. Contoh aset jenis ini adalah lahan minyak yang kemungkinan habis dalam beberapa masa mendatang.

Pengertian Aset Tetap tidak Berwujud

hak sewa

hak sewa

Seperti yang sudah dipaparkan bahwa perbedaan mendasar di antara dua jenis aset ini adalah pada wujudnya, maka aset tetap tidak berwujud bukan berupa barang yang bisa dilihat secara kasa mata. Aset ini tidak bisa dihitung dengan angka, namun memberikan kontribusi secara nyata kepada operasional perusahaan sehari-harinya. Berikut adalah daftar contoh aset tetap tidak berwujud yang bisa anda ketahui:

  1. Hak Sewa

Contoh pertama dari jenis aset tetap tidak berwujud adalah hak sewa atau Lease Hold. Hak sewa adalah hak yang didapatkan oleh individu atau organisasi perusahaan atas sewa satu tempat dengan kurun waktu tertentu dan selama hak sewa tersebut, individu atau perusahaan akan mengambil untung. Jadi alasan mengapa hak sewa masuk ke dalam kategori aset tetap tidak berwujud menjadi jelas. Satu karena hak sewa memberikan kontribusi nyata dan manfaat bagi perusahaan di masa mendatang, dan dua adalah keuntungan tersebut masih berbatas waktu tertentu.

  1. Organization Cost

Organization Cost adalah semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan selama membangun bisnis mulai dari awal. Contoh nyata pengeluaran dari Organization Cost adalah biaya pembayaran notaris sebagai bentuk pengesahan perusahaan. Dari poin ini jelas perusahaan akan mendapatkan keunutngan berupa izin beroperasi selama satu tahun sebagai keuntungan dari pembayaran tersebut.

  1. Perizinan

Contoh yang terakhir adalah perizinan. Aset ini jelas tidak berwujud, namun kontribusinya sangat vital bagi perusahaan. Mendapatkan izin untuk melakukan aktivitas bisnis adalah aset besar yang jelas akan mendatangkan keuntungan kepada perusahaan di masa mendatang.

Itulah pengertian aset tetap berwujud dan tetap tidak berwujud yang bisa anda ketahui. Moga bermanfaat.

 

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

perbedaan aset tetap berwujud dan tidak berwujud -

Pengertian Aset Tetap Berwujud dan Tetap Tidak Berwujud | Malik | 4.5
error: Content is protected !!