Lebih Penting Mana, Karir atau Keluarga? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!

Lebih penting mana, karir atau keluarga? – Saat dihadapkan pada kedua buah pilihan, memilih karier atau keluarga? Ada beberapa orang yang menjawab karier lebih penting dan kemudian ada yang menjawab keluarga lebih penting. Memang memilih antara karier dan keluarga sering membuat seseorang menjadi dilema, terutama bagi perempuan. Saat sudah berkeluarga waktunya tidak sebebas dengan masih single yang kemana pun dan melakukan apapun, masih bebas. Berbeda jika sudah berkeluarga dimana harus memikirkan keluarga kecilnya, pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya, dan masih banyak lagi lainnya.

Sebenarnya memilih karier dan keluarga ini tidak hanya melekat pada perempuan saja, namun laki-laki juga iya.  Namun karena memang tugasnya adalah pencari nafkah, laki-laki yang tidak bekerja justru terlihat aneh, berbeda dengan perempuan yang tidak bekerja dianggap hal lumrah dan biasa. Bagi Anda yang merasa dilematis soal lebih penting mana, karir atau keluarga? simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Perhatikan Konsekuensinya

 Karir atau Keluarga

Karir atau Keluarga

Menurut survey yang dilakukan, 72% wanita resign dari pekerjaannya demi keluarganya tercinta. Hal ini menguatkan asumsi bahwa kunci rumah tangga yang harmonis tersebut disebabkan oleh peran ibu rumah tangga tang mengabdikan diri sepenuhnya untuk keluarga. Meski begitu wanita karier maupun menjadi fulltime mom sama-sama memiliki konsekuensi. Sebelum menjawab lebih penting mana, karir atau keluarga? ada baiknya Anda memperhatikan konsekuensinya terlebih dahulu di bawah ini:

  1. Konsekuensi ibu rumah tangga

Hal pertama yang akan dibahas adalah konsekuensi dilihat dari sisi ibu rumah tangga terlebih dahulu. Jika Anda memutuskan untuk meninggalkan karier demi keluarga Anda harus rela penghasilan keluarga menjadi berkurang, lebih rentan stress mengingat Anda harus mengerjakan pekerjaan yang sama berulang-ulang ditambah lagi kondisi rumah yang tidak kondusif, rasa jenuh ini sering menghinggapi ibu rumah tangga.

  1. Konsekuensi wanita karier

Jika lebih memilih karier, hubungan antara ibu dan keluarga menjadi berkurang, anak menjadi kurang terpantau perkembangannya, momen kebersamaan dengan keluarga menjadi lebih terbatas, anak lebih dekat ke baby sitter atau ART, dan lain sebagainya.

Lalu Harus Bagaimana?

Setelah membaca konsekuensi yang telah disebutkan di atas, keduanya memiliki konsekuensi yang sama-sama besar, sehingga salah dalam memilih hanya akan membuat kehidupan terasa tidak tenteram dan membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk.  Untuk menjawab lebih penting mana, karir atau keluarga? maka jawabannya adalah keduanya sama-sama penting. Seorang wanita karier atau pekerja akan bisa mengambil peran ibu rumah tangga tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Kuncinya adalah jangan membawa urusan pekerjaan ke rumah, dengan kata lain adalah Anda harus benar-benar memanfaatkan waktu bersama keluarga agar anak-anak dan suami tidak kehilangan peran Anda di dalam rumah.

Jika kedua peran bisa berjalan dengan balance, akan ada kebanggaan tersendiri karena Anda bisa melakukan dua peran sekaligus yaitu sebagai wanita karier dan juga ibu rumah tangga. Toh rasanya bisa menghasilkan uang dari hasil keringat sendiri jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan pemberian suami. Yang harus diingat juga adalah masa depan anak tidak hanya berada di tangan suami, namun menjadi tanggung jawab orang tua. Dengan sama-sama memiliki penghasilan, Anda dan suami bisa menabung lebih banyak untuk menyiapkan masa depan anak menjadi lebih baik lagi.

Anda boleh sibuk namun tidak boleh melupakan tugas Anda. Hitung jam bekerja Anda, masihkah ada waktu untuk bercengkerama dengan keluarga dan bermain bersama dengan anak. Manajemen waktu untuk ibu yang bekerja ini sangat penting karena salah dalam melakukan manajemen hanya akan membuat anak kehilangan sosok ibunya dan suami kehilangan sosok istrinya.

Bagaimana Jika Anak Masih Kecil?

Pilih Mana Karir atau Keluarga

Pilih Mana Karir atau Keluarga

Yang menjadi dilema adalah bagaimana jika anak masih kecil atau berusia baby, tentu sebagai ibu akan merasa enggan untuk meninggalkannya untuk bekerja. Untuk ibu yang memiliki anak baby biasanya kantor akan memberikan cuti selama 3 bulan, Anda bisa memaksimalkan cuti tersebut untuk dekat dengan baby atau buah hati Anda. Jika sudah kembali bekerja Anda bisa mencari ART atau baby sitter yang mana bisa mengurus baby Anda dengan baik. Jangan menggunakan jasa orang yang belum dikenal dan tidak terpercaya karena hal ini bisa berbahaya bagi baby Anda ke depannya.

Saat ini pun sudah ada dukungan dari pemerintah untuk ibu yang bekerja dimana mewajibkan sebuah kantor harus menyediakan ruang pumping, memberikan waktu tertentu untuk melakukan pumping, dan lain sebagainya sehingga baby tetap bisa mendapatkan ASI dan nutrisi yang cukup. Jika sudah MPASI, Anda juga tidak perlu bingung karena sudah banyak yang menjual MPASI instant dan organik yang mana memiliki kandungan gizi yang tinggi dan menyehatkan untuk baby.

Ibu yang bekerja tetap akan bisa menjadi ibu rumah tangga jika memiliki manajemen waktu yang baik dimana kedua peran tersebut harus berjalan dengan seimbang. Kesimpulan lebih penting mana, karir atau keluarga? Jawabannya adalah semuanya penting sehingga bekerjalah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, dan luangkanlah waktu untuk menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dan istri yang baik dengan mengatur jam kerja yang dimiliki, karena sesibuk-sibuknya Anda masih ada anak dan suami yang menunggu kehadiran Anda di tengah-tengah mereka.

Lebih Penting Mana, Karir atau Keluarga? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini! | Malik | 4.5
error: Content is protected !!