Ketahui Siapa Tokoh Dibalik Kesuksesan Sariwangi?

Siapa tak mengenal Sariwangi, sang pelopor teh celup pertama di Indonesia yang diproduksi sejak tahun 1972. Sariwangi memiliki sejarah menarik yang patut untuk diketahui. Namun sebelum itu, siapa sebenarnya tokoh dibalik kesuksesan Sariwangi? Bagaimana sejarah terbentuknya perusahaan teh ini? Kali ini kita akan membahas lengkap tentang Sariwangi, langsung saja simak artikel dibawah ini!

Biografi Tokoh Dibalik Kesuksesan Sariwangi

Johan Alexander Supit,

Johan Alexander Supit,

Ialah Johan Alexander Supit, yang menciptakan serta memproduksi teh Sariwangi dari tahun 1972 hingga tahun 1989. Johan Alexander Supit lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada tanggal 5 September 1932. Ia berasal dari keluarga terhormat karena sang Ayah adalah seorang pendeta. Bagi masyarakat Kristiani di Minahasa, pendeta merupakan seseorang yang harus dihormati. Tak heran karena faktor itulah, Johan muda mengenyam pendidikan layak dan disekolahkan dengan baik.

Namun pada tahun 1946, ia pindah ke Jakarta dan melanjutkan sekolah di Hogere Burger School atau HBS, yang merupakan sekolah menengah elit bahkan sejak jaman kolonial. Setelah itu, Johan melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di kawasan Dago, Bandung. Setelah lulus dari SMA, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Krisnadwipayana jurusan ekonomi. Namun akibat dari kesulitan ekonomi pada saat itu, ia terpaksa harus putus kuliah pada tahun kedua perkuliahan.

Karena putus kuliah di tengah jalan itulah, Johan mulai mencoba menekuni bidang lain, ia pun tertarik mempelajari tentang teh dan diarahkan untuk mengambil spesialisasi, hingga akhirnya menjadi seorang penilai teh atau tea appraisal. Johan Alexander Supit juga pernah bekerja di perkebunan teh milik Francis Peek & Co yang terletak di Jawa Barat. Karena keuletan dan ketekunan Johan membuat perjalanan karirnya berjalan cukup mulus. Bahkan ia pernah mengikuti sederet pelatihan bahkan mempelajari tentang seluk beluk bisnis teh hingga sampai ke London, Inggris.

Setelah kepulangan Johan dari London, ia lantas bekerja untuk Joseph Tetley & Company, dan merupakan perusahaan yang memperkenalkan teh celup ke Inggris pada sekitar tahun 1950. Berkat kemampuannya menjadi seorang ahli teh tersebut, Johan berhasil mengumpulkan pundi-pundi uang yang ia tabung dan selanjutnya digunakan untuk membangun bisnis usaha teh milik sendiri.

Menciptakan Teh Celup Pertama di Indonesia

pabrik teh sariwangi

 

Perjalanan karir membuka bisnis teh milik sendiri pun dimulai pada tahun 1962. Pada saat Johan berusia 30, ia akhirnya membuka usaha teh milik sendiri dan mendirikan sebuah CV yang diberi nama Sariwangi. Usahanya pun kian berkembang hingga akhirnya CV Sariwangi berganti menjadi PT Sariwangi pada tahun 1963. Bisnis miliknya ini awalnya dilakukan di kawasan Kali Besar Barat, Jakarta. Johan memiliki bisnis dengan sistem membeli teh dari para petani dan selanjutnya teh-teh tersebut diekspor ke luar negeri.

Namun perjalanan bisnis miliknya tak berjalan semulus yang ia bayangkan, karena tempat bisnisnya kerap berpindah-pindah, dan semenjak tahun 1969 tempat bisnisnya di Kali Besar Barat berpindah ke kawasan Kota Tua, Jakarta. Bahkan banjir yang kerap menggenangi Jakarta sejak jaman dulu pun juga berdampak pada bisnis milik Johan. Bagaimana tidak, kantor beserta barang-barang dan seluruh aset miliknya tak luput menjadi korban banjir. Dan pada akhirnya ia pun terpaksa menjual tanahnya yang berada di Palmerah. Namun ternyata keberuntungan masih berpihak padanya, karena sang pembeli tanah Johan tersebut malah merelakan Johan untuk memanfaatkan tanah itu, sehingga Johan dapat kembali bangkit.

Berlanjut ke awal tahun 1970, Johan kembali menyambangi Inggris guna meminta komisi gajinya di kantor Joseph Tetley & Co. Namun matanya tertuju pada satu titik, yaitu mesin pembuatan kantong teh celup yang sudah tidak terawat. Lalu ia berinisiatif untuk menukar komisi gajinya sebesar 1200 pundsterling dengan mesin pembuat kantoh teh celup tersebut. Karena ia menyadari, banyak orang khususnya di negara berkembang senang mengonsumsi teh yang dimasukkan ke dalam kantong kertas atau biasa disebut dengan teh celup. Dan karena keberadaan teh celup belum ada di Indonesia, ia berani membeli mesin tersebut tanpa ragu.

Namun setibanya di Indonesia, rupanya mesin tersebut sudah tak bisa digunakan lagi. Johan tak lantas berputus asa, ia meminta rekannya yang bernama Dr.Zakir yang merupakan lulusan salah satu kampus teknik di Belanda untuk membuat mesin yang serupa. Hingga akhirnya pada tahun 1972, mesin hasil rakitan Dr. Zakir pun selesai dibuat dan mampu untuk memproduksi teh yang disebut Johan dengan “teh celup”. Johan menamai teh celup karena dirinya pernah mendengar seseorang berkata, “celupkan saja bajunya”. Dari perkataan itulah Johan terinspirasi untuk menamai teh nya dengan sebutan teh celup merek Sariwangi.

Meskipun awalnya banyak yang tak menyukai teh celup, namun Johan yakin lama kelamaan seiring dengan perekonomian yang semakin maju, teh celup juga akan semakin digemari masyarakat Indonesia. Benar saja, hingga saat ini teh celup menjadi salah satu teh yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, banyak perusahaan teh berbagai merek yang memproduksi teh celup, namun tetap Sariwangi adalah sang pelopornya.

Demikianlah biografi mengenai tokoh dibalik kesuksesan Sariwangi, sangat menginspirasi bukan?

Ketahui Siapa Tokoh Dibalik Kesuksesan Sariwangi? | Malik | 4.5
error: Content is protected !!