9 Cara Budidaya Tomat Hidroponik Sederhana yang Mudah

Budidaya tomat hidroponik sederhana – Tomat masuk ke dalam kategori buah dan juga sayuran. Kandungan vitamin A dan juga C nya yang tinggi membuat tomat ini begitu digemari.  Selain bisa dikonsumsi secara langsung, tomat ini juga sering dijadikan sebagai berbagai macam olahan makanan. Saat ini pun sudah banyak yang membudidayakan tomat ini di pekarangan rumah masing-masing. Meski pekarangan rumah yang dimiliki sempit namun hal tersebut tidak menjadi halangan untuk bisa membudidayakan tanaman tomat ini, karena sudah ada hidroponik yang mana tidak membutuhkan media tanah untuk menanamnya. Media tanamnya bisa diganti bermacam-macam seperti akar pakis, Rockwool, dan bisa juga menggunakan media yang paling murah yaitu sekam.

Menanam Tomat dengan Hidroponik

Tomat Hidroponik

Tomat Hidroponik

Untuk bisa membudidayakan tomat dengan menggunakan hidroponik ini begitu mudah sekali, sehingga siapapun bisa melakukannya. Berikut ini adalah cara budidaya tomat hidroponik sederhana yang mudah sekali untuk dilakukan:

  1. Siapkan alat dan bahannya

Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah alat dan bahannya. Jika alat dan bahan yang disiapkan kurang lengkap maka penanaman hidroponik ini hasilnya tidak akan bisa sesuai dengan harapan. Yang perlu disiapkan adalah nutrisi untuk buah dan juga tandon ember yang besar dimana bisa digunakan untuk menampung air dalam jumlah yang banyak. Siapkan pula potnya yang mana jenisnya bebas, bisa menggunakan cup yang biasa digunakan untuk menjual minuman atau bisa juga menggunakan pot yang lain. Jangan lupa,  Anda juga harus menyiapkan bahan lainnya seperti sekam dan juga sumbu dari kain flanel.

  1. Bibit tomat

Cara  selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memilih bibit tomat. Bibit tomat ini bisa didapatkan di toko yang menjual alat-alat pertanian. Yang harus diingat di sini adalah pilihlah bibit yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal, misalnya saja adalah dataran rendah jenis bibitnya yang ditanam berbeda dengan yang ada di dataran tinggi. Anda bisa berkonsultasi dengan si penjual bibit tentang jenis bibit tomat apa yang tepat.

  1. Penyemaian

Penyemaian bibit ini sangat penting dalam budidaya tomat hidroponik sederhana, jika penyemaiannya gagal maka tanaman tomat tidak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Caranya adalah semai benih atau bibit tomat tersebut ke dalam polybag berukuran kecil dimana di dalamnya sudah ada media tanamnya. Tunggu sampai bibit tersebut tumbuh sehingga siap untuk dipindahkan tempat. Waktu normal bibit tersebut siap untuk dipindahkan adalah minimal 20 hari dan maksimal 25 hari. Jika terlalu dini misal di umur 18 hari tidak akan bagus untuk tumbuh dan kembang tanaman tomat ke depannya.

  1. Menanam yang tepat

Karena menggunakan hidroponik maka cara penanamannya pun berbeda. Silahkan lepaskan polybag yang digunakan saat penyemaian dengan hati-hati, tujuannya supaya bibit yang sudah berhasil disemaikan tidak rusak dan tidak stress karena dipindah tempatkan. Pindahkan ke cup yang sudah ada sumbunya kemudian media tanam disemprot dengan nutrisi. Letakkan pada tandon yang dijadikan sebagai media penanaman yang baru.

  1. Perhatikan dosis nutrisi

Tanaman membutuhkan nutrisi untuk bisa hidup dan tumbuh dengan baik. Dengan mencukupi nutrisinya diharapkan produktivitasnya juga menjadi bagus. Pemberian nutrisi ini harus disesuaikan dengan umur tanamnya dihitung sejak dipindahkan ke tempat yang baru. Untuk nutrisi umur 7 hari setelah dipindahkan di media tanam sebanyak 2,5 ml. Untuk umur 8 sampai dengan 14 hari ini dosisnya dinaikkan sebanyak 0,5 ml. Begitu pula seterusnya dosis dinaikkan antara 0,5 ml sampai dengan 1 ml per satu media tanam.

  1. Letakkan di ruangan kaca

Cara menanam tomat hidroponik sederhana ini berbeda jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Hal itu dikarenakan peletakan tanaman hidroponik ini harus berada di dalam ruangan yang serba kaca. Tujuannya adalah supaya terhindar dari hama dan penyakit yang bisa merugikan tanaman tomat tersebut.

  1. Lakukan pengecekan rutin

Supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal penting untuk melakukan pengecekan secara rutin. Pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hama atau penyakit yang menyerang tanaman tomat. Jika ada maka bisa segera diketahui dan dilakukan penanganan. Terlambat mengatasi akan menyebabkan tanaman tomat menjadi tidak produktif. Pengecekan ini juga dilakukan untuk membuang daun yang terkena hama supaya penyebarannya bisa ditekan. Daun yang banyak terkena hama akan membuat tanaman tomat ini mudah kering.

Pengecekan terhadap buah tomat juga perlu dilakukan apakah ada buah yang busuk atau tidak. Buah tomat busuk ini akan menyebabkannya mudah menyebar ke buah tomat yang masih segar. Ciri tomat yang busuk ini adalah tekstur buahnya yang berubah, selain itu ada bagian buah yang berwarna cokelat kehitaman yang mana menjadi bagian buah yang mengalami pembusukan oleh mikroba.

  1. Penyiraman

Tanaman tomat ini mudah sekali mengering dan juga membusuk, jika hal tersebut terjadi maka Anda bisa menelan kerugian. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut diperlukan penyiraman secara rutin dan harus dilakukan di waktu yang tepat yaitu pada pagi hari pukul 7 pagi dan juga sore hari di jam 4 sore.

  1. Memanen tomat

Jika Anda melakukan budidaya tomat hidroponik sederhana dengan cara yang benar maka hasilnya pun tidak akan mengecewakan dimana tomat akan melimpah. Tidak hanya yang merah saja yang bisa dipanen namun tomat kuning maupun hijau pun bisa dipanen dengan harga jual yang berbeda. Lakukan pemanenan 3 bulan setelah penanaman dan tanaman tomat ini bisa dipanen sebanyak dua kali, setelah itu ganti dengan menanam bibit yang baru.

Penyakit Tanaman Tomat Hidroponik

Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai ketika menanam tanaman tomat dengan menggunakan hidroponik maupun media tanah biasa. Penyakit ini akan menyebabkan tanaman tomat tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit pad tanaman tomat yang perlu diwaspadai:

  1. Penyakit busuk daun

Penyakit ini ditandai dengan daun yang membusuk. Gejalanya adalah daun tersebut akan muncul warna cokelat yang kehitaman. Awalnya ada di salah satu sisi daun atau ujung daun, namun setelah menyebar bisa menutupi semua permukaan daun. Untuk pengendalian Anda bisa memetik daunnya jika hanya beberapa saja yang terinfeksi, namun jika sudah menyebar maka membakar tanaman menjadi satu-satunya jalan yang tepat untuk tidak membuatnya menyebar ke tanaman tomat yang masih sehat.

  1. Kerak bakteri

Kerak bakteri ini juga menjadi penyakit yang tidak boleh disepelekan. Bakteri tidak hanya bisa menjangkiti manusia dan hewan saja, namun juga bisa menjangkiti tumbuhan. Gejalanya adalah pada tumbuhan tomat terdapat bercak-bercak kecil yang berair di batang dan juga daun tanaman. Setelah itu bercak mengering yang mana membentuk cekungan dengan warna cokelat keabu-abuan.  Untuk mengendalikannya bisa merotasi tanaman dimana familinya berbeda. Sedangkan pencegahan bisa dengan menanam bibit tomat yang tahan terhadap hama dan penyaki. Membakar tanaman yang sudah terinfeksi menjadi cara yang tepat dibandingkan dengan menimbunnya.

Demikianlah beberapa cara budidaya tomat hidroponik sederhana yang bisa dilakukan, semoga informasi ini bermanfaat.

9 Cara Budidaya Tomat Hidroponik Sederhana yang Mudah | Malik | 4.5
error: Content is protected !!