Cara Budidaya Cupang Praktis dan Mudah Bagi Pemula

Cara budidaya cupang menjadi sesuatu hal yang menarik untuk dilakukan, terlebih lagi bagi anda yang ingin membuka usaha rumahan dengan menjual ikan yang satu ini. Ikan yang memiliki nama latin Betta Sp ini merupakan jenis ikan tawar yang banyak ditemukan di daerah tropis, khususnya di Indonesia. Hewan ini hidup berkelompok di alam bebas dan kerap ditemukan di danau, sungai, dan rawa-rawa.

Cara Budidaya Cupang

Cara Budidaya Cupang

Ada sekitar 73 jenis ikan cupang yang ada di muka bumi ini. Tapi yang kebanyakan beredar di pasaran hanya jenis tertentu, antara lain:

  • Splenden Complex
  • Betta Splendens
  • Betta Stiktos
  • Betta Mahachai
  • Betta Smaragdina
  • Betta Imbellis

Proses Budidaya Ikan Cupang

Proses Budidaya Ikan Cupang

Lalu bagaimana cara budidaya cupang yang tepat? Dari sinilah anda bisa memulai dengan memilih indukan ikan cupang tersebut? Pertama-tama anda harus bisa membedakan ikan cupang jenis betina dan ikan cupang jenis jantan. Untuk ikan cupang yang berjenis jantan memiliki gerakan yang lincah dan ekor lebar mengembang. Sementara ikan cupang betina gerakannya lamban, serta memilki sirip dan ekor yang lebih pendek. Cupang jantan dan betina yang sudah siap kawin memiliki ciri sebagai berikut:

Cupang Jantan:

  • Memiliki usia kurang lebih 4 -8 bulan
  • Memiliki bentuk badan yang panjang, khususnya pada bagian sirip
  • Bergerak secara lincah dan agresif
  • Memiliki warna yang terang dan atraktif

Cupang Betina:

  • Memiliki usia kurang lebih 3 – 4 bulan
  • Bertubuh bulat dan bagian perutnya sedikit buncit
  • Bersirip pendek dan berwarna kusam atau tidak menarik
  • Memiliki gerakan yang lambat

Proses Perkawinan Untuk Budidaya Ikan Cupang

Proses perkawinan pada ikan cupang jantan dan betina ini disebut sebagai pemijahan. Pada proses yang satu ini, ikan cupang mampu menghasilkan lebih dari 1000 butir telur. Nantinya telur tersebut akan langsung menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Dalam sekali perkawinan, anda akan memiliki kesempatan panen 30 – 50 ikan cupang hidup. Langkah-langkah pemijahan yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut:

  1. Siapkan tempat untuk dijadikan sarana pemijahan dengan tinggi 10 – 15 cm menggunakan air bersih. Anda juga bisa memakai air tanah ata air sungai yang jernih. Hindar menggunakan ar kemasan atau air PAM yang berpotensi mengandung kaporit.
  2. Tambahkan tanaman air didalamnya supaya nanti bisa dijadikan sebagai tempat burayak untuk berlindungan.
  3. Setelah media tersedia, maka anda bisa memasukan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah tersebut. Dalam periode pemijahan ini, ikan cupang jantan akan membuat banyaak gelembung-gelembung udara untuk menyimpan telur yang akan dibuahi.
  4. Jika sudah membuat gelembung, barulah anda bisa memasukan indukan betina. Proses pemijahan biasanya terjadi pada pukul 7 -10 pagi maupun 4 – 6 sore.
  5. Satu hal yang perlu diperhatikan, ikan cupang akan menjadi sangat sensitif ketika dalam mode kawin, karena itu tutuplah wadah tempat pemijahan tersebut dengan Koran, serta letakan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang serta suara terlalu bising.
  6. Setelah terjadi pembuahan, anda bisa segera mengangkat indukan betina. Kenapa? Karena yang nantinya bertugas menjaga burayak adalah indukan jantan.
  7. Dalam kurun waktu 24 jam, telur tersebut akan menjadi burayak. Lalu dalam 3 hari ke depan, berikan pakan berupa kutu air. Berikan secukupnya saja untuk mengontrol air supaya tidak kotor dan menghindari kematian burayak.
  8. Ketika dua minggu cara budidaya cupang berlalu, pindahkan burayak tersebut ke wadah yang lebih besar, dan berikan kutu air lebih banyak lagi, atau larva nyamuk.
  9. Setelah 1.5 bulan berlalu, ikan cupang akan semakin tumbuh dan bisa dipisahkan berdasarkan jenis kelaminnya. Pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran yang sudah disediakan.

Proses Perawatan Dan Pembesaran Ijan Cupang

Ikan cupang merupakan jenis ikan yang cukup tahan banting. Penerapan cara budidaya cupang di akuarium tanpa menggunakan aerator. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam proses perawatan dan juga pembesaran ikan yang satu ini:

  • Anda tidak disarankan memelihara satu ikan cupang jantan dewasa dalam satu akuarium, karena akan menyebabkan mereka saling menyerang satu sama lain.
  • Khusus untuk ikan cupang adunan, anda bisa memasukannya dan memisahkannya ke dalam toples kaca kecil. Tapi janga diletakan terlalu berdekatan karena mereka akan semakin agresif dan sering membenturkan dirinya ke kaca untuk menyerang.
  • Gantilah air yang ada di wadahsecara berkala. Jangan biarkan terjadi penumpukan kotoran dan sisa pakan di dasar wadah. Penumpukan kotoran bisa menimbulkan penyakit dan kematian bagi ikan.

Kini anda sudah mengetahui cara budidaya cupang, selamat mencoba.

 

Cara Budidaya Cupang Praktis dan Mudah Bagi Pemula | Malik | 4.5
error: Content is protected !!