Cara Budidaya Bekicot dengan Keuntungan Maksimal

Cara budidaya bekicot bukanlah hal yang sulit untuk diterapkan, bahkan budidaya hewan bernama latin Achatina Fulica ini cukup populer di daerah pedesaan. Anda bisa menjumpai budidaya hewan yang satu ini dengan mudah di wilayah Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Bogor dan Bali. Hewan yang satu ini memiliki proses berkembang biak yang relative cepat. Awal mula penyebarannya berasal dari Afrika. Kemudian, terus bergerak menuju ke timur seperti India, Malaysia, dan akhirnya Indonesia. Mau tahu lebih detail tentang proses budidaya hewan berlendir ini? Berikut cuplikannya:

Persiapan Pembuatan Kandang

Kandang bekicot

Kandang bekicot

Untuk tahapan awal dalam cara budidaya bekicot ini adalah dengan mempersiapkan pembuatan kandangnya terlebih dahulu. Satu hal yang pasti, pembuatan kandang tidak perlu terlalu luas. Namun, pastikan untuk menjaga kelembabannya di suhu berkisar antara 25 derajat celcius sampai dengan 30 derajat celcius. Ada tiga pilihan klandang yang bisa anda gunakan untuk proses pembudidayaan, antara lain:

  • Kandang Kotak Katu: Ini adalah jenis kandang yang berasal dari bahan kayu. Ukurannya rata-rata panjang 1meter dan lebar 1 meter. Di bagian atasnya diberikan kawat kasa supaya bekicot tersebut tidak sampai keluar dari kandang.
  • Kandang Bak Semen: Opsi berikutnya adalah kandang bak semen. Untuk kandang yang satu ini memiliki alas berupa tanah setebal 30 cm dan penambahan cacing tanah didalamnya supaya tanahnya bisa menjadi gembur.
  • Kandang Galian Tanah: Pilihan selanjutnya adalah kandang galian tanah dengan kedalaman kurang lebih 1meter. Lokasinya sebaiknya berada di bawah pohon, serta memiliki tekstur tanah yang kering.

Peralatan Yang Perlu Dipersiapkan

  • Semen
  • Kayu
  • Batu Pasir
  • Kain Kasa
  • Cangkul

Proses Pembibitan Bekicot

Dalam penerapan cara budidaya bekicot, tahap awalnya adalah dengan melakukan proses pembibitan terlebih dahulu. Untuk jenis bekicot yang cocok sebagai bahan budidaya adalah Achatina Variegata dan Achatina Fulica. Untuk mengetahui perbedaannya, anda bisa melihat dari segi tempurung bekicot tersebut. Untuk mendapatkan bekicot tersebut, anda bisa memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitar anda.

Misalnya dengan mengumpulkan bekicot liar yang terdapat pada kebun pisang, semak belukar, kebun kelapa dan sejenisnya. Pastikan bahwa bekicot yang diambil tersebut adalah yang sehat, tidak memiliki cacat fisik, serta memiliki berat di kisaran maksimal 100 gram per bekicotnya. Berat minimalnya adalah 75 gram.

Proses Perbanyakan Bekicot

Untuk proses perbanyakan atau reproduksinya harus melewati masa kawin terlebih dahulu. Biasanya masa kawin tersebut akan berlangsung kurang lebih 6 – 7 bulan lamanya. Selama musim kawin tersebut, bekicot betina akan mencari lingkungan yang sekiranya aman bagi mereka untuk bertelur. Uniknya, mereka juga tidak membutuhkan tempat khusus untuk bertelur. Saat proses bertelur inilah biasanya sang betina akan mengeluarkan telur dalam jumlah 50 – 100 butir dengan ukuran telur mencapai 2 mm.

Telur-telur ini kemudian akan menetas saat usianya sudah cukup. Biasanya telur yang baru menetas tersebut masih berbentuk seperti anak cangkang. Telur yang sudah menetas tidak akan lagi ditunggui oleh ibunya. Semua proses bertelur dan menetas ini berlangsung secara alami. Pastikan anda menyediakan tempat peranakan yang tepat, yaitu yang memiliki intensitas kelembaban, iklim dan juga cahaya yang mencukupi.

Proses Pemeliharaan dan Perawatan Bekicot

Kemudian, yang tak kalah pentingnya dalam cara budidaya bekicot adalah menerapkan proses pemeliharaan dan perawatan yang tepat. Prosesnya ada dua jenis, yaitu dengan campuran, atau terpisah. Untuk cara campuran, anda bisa mencampurkan bekicot yang kecil dan besar dalam satu wadah. Sementara untuk cara terpisah, anda akan memisahkan bekicot yang besar dengan bekicot yang kecil.

Jika ingin yang recommended, sebaiknya anda melakukan proses pemeliharaan secara terpisah. Dengan cara ini, maka bekicot yang kcil akan bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal. Anda pun juga bisa mengetahui dengan lebih detail perkembangan dari bekicot kecil tersebut, dan tidak tercampur dengan bekicot yang dewasa.

Tips Dalam Melakukan Budidaya Bekicot

Pada penerapan cara budidaya bekicot ini, anda juga harus memahami beberapa hal dalam teknik pemeliharaanya. Hal ini akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan yang anda lakukan nantinya dalam pemeliharaan tersebut:

  • Yang paling utama adalah menjaga kelembaban lingkungan tempat bekicot tinggal. Pada musim panas beri air secara rutin pada kandang bekicot setiap harinya.
  • Beri pakan yang bermutu secara teratur. Anda bisa memberikan daun-daunan dan buah-buahan. Contoh makanan yang bisa anda sediakan adalah bayam, mentimun, sawi, daun papaya dan sejenisnya.
  • Jaga kandang bekicot ini supaya tidak sampai dirusak oleh hewan predator. Cek secara rutin dan berkala jangan sampai ada predator yang menyerang bekicot yang anda budidayakan ini.

Bagaimana? Cukup mudah bukan cara budidaya bekicot? Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Cara Budidaya Bekicot dengan Keuntungan Maksimal | Malik | 4.5
error: Content is protected !!