Hasil Lebih Melimpah, Ini 6 Teknik Budidaya Semangka Hidroponik yang Benar!

Sebelum hidroponik ini dikenalkan, tanaman semangka banyak dikembangkan dengan media tanah. Kini menanam dengan cara hidroponik semakin banyak diminati oleh petani. Banyak petani yang memilih untuk membudidayakan semangka dengan media tanam air nutrisi. Sebenarnya tidak hanya semangka saja namun berbagai jenis tanaman ini pun bisa dibudidayakan atau ditanam dengan teknik hidroponik.

 Semangka Hidroponik

Harga buah maupun tanaman yang ditanam dengan hidroponik ini lebih mahal dibandingkan dengan yang ditanam dengan cara konvensional. Adapun jenis tanaman hidroponik ini juga memiliki banyak kelebihan seperti pemeliharaan dan juga pengendalian hama ini jauh lebih mudah dilakukan. Supaya hasilnya menjadi maksimal, berikut ini adalah teknik budidaya semangka hidroponik yang bisa Anda lakukan:

Pilih Bibit Unggul

Sebagus apapun teknik budidaya yang Anda lakukan ini tidak akan berhasil jika bibit yang Anda pilih ini tidak berkualitas. Untuk hasil yang maksimal Anda harus memilih bibit yang berkualitas tinggi. Ciri bibit unggul adalah lebih mengkilap, warnanya kehitaman dengan permukaan yang lebih licin. Agar tumbuh dengan baik Anda harus merendam bibit semangka tersebut ke dalam larutan fungisida dimana pelarutan minimal 24 jam atau lebih.

Media Tanam

Selanjutnya Anda harus menyediakan media tanam dengan baik. Ada beberapa keperluan yang harus Anda siapkan seperti timer, pipa paralon dan instalasinya. Anda juga harus menyiapkan drum plastik sebagai penampung air dan juga mesin pompa yang biasa digunakan dalam akuarium.

Teknik penanaman hidroponik ini pun beragam. Anda bisa memilih teknik yang Anda kuasai seperti NFT, aeroponik, sistem DRIP dan lain sebagainya. Setiap teknik tersebut memiliki keunggulannya masing-masing. Selain itu juga memiliki kekurangan masing-masing yang harus Anda perhatikan.

Penyemaian

Teknik selanjutnya adalah Anda harus menyemai bibit tersebut. Media penyemaian yang harus Anda siapkan adalah karton, kapas, dan juga gabus yang sudah dibasahi. Setelah bibit semangka direndam selama 2 sampai dengan 4 jam maka Anda bisa menyemai bibit yang ada di dalam pot tersebut. Lakukan pemeliharaan selama beberapa hari sampai muncul kecambah dan juga akar kecil.

Bibit yang sudah berkecambah bisa dipindahkan ke media tanam abu sekam agar pertumbuhan menjadi maksimal. Lakukan pemeliharaan sampai bibit tersebut menjadi besar dan akarnya semakin banyak. Anda bisa memberikan pupuk dan juga nutrisi pada tanaman semangka. Setelah 1-2 minggu barulah Anda bisa memindahkannya ke media tanam hidroponik.

Penanaman

Teknik budidaya semangka hidroponik ini tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan namun Anda harus melakukannya dengan cara hati-hati. Hal ini untuk menghindari bagian tanaman yang rusak. Tanaman semangka ini sangat sensitif sehingga harus ekstra hati-hati.

Tanaman semangka bisa dipindah ke media tanam hidroponik ini jika sudah memiliki 4 akar dan daun. Ketika proses penanaman harus diberikan aliran air dan juga pemberian nutrisi ini harus diatur dengan cara otomatis. Ada timer yang bisa mengatur aliran air dan pemberian nutrisi ini dengan cara otomatis.

Khusus tanaman hidroponik ini Anda bisa menggunakan pipa paralon yang mana dilubangi 5 cm. Anda bisa menutup ujung kanan dan juga bagian kirinya dengan plastik. Anda bisa menggunakan media air dan juga nutrisi yang mana sudah dicampurkan menjadi satu. Penting untuk menggunakan pompa air supaya pasokan air dan juga nutrisi tersebut bisa berjalan lebih teratur.

Pemeliharaan

Teknik budidaya semangka hidroponik selanjutnya adalah pemeliharaan. Pemeliharaan semangka hidroponik ini lebih mudah. Untuk pemeliharaan tanaman ini sebaiknya Anda memastikan jika media air harus benar-benar terbebas dari penyakit dan juga hama.

Anda bisa melakukan penyiangan gulma dan juga memberikan pupuk susulan. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman bisa berjalan lebih optimal. Ada beberapa jenis pupuk cair yang bisa Anda manfaatkan seperti urea cair atau kompos cair. Anda bisa memberikannya sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Pupuk cair bisa Anda dapatkan di toko pertanian terdekat.

Baca juga : Pengertian Fertigasi Hidroponik, Kelebihan, dan Tekniknya

Panen

Jika teknik penyemaian yang dilakukan ini sudah baik maka hasilnya akan lebih melimpah. Panen semangka hidroponik ini tidak berbeda dengan teknik budidaya semangka pada umumnya yaitu 2 sampai dengan 3 bulan pasca masa tanam. Teknik panen bisa dilakukan dengan cara memetik, Anda juga bisa memotong pada bagian tangkai buahnya. Buah semangka yang layak panen ini memiliki ciri bagian tangkai menguning selain itu kembung saat diketuk-ketuk.

Kelebihan Budidaya Semangka Hidroponik

Ada banyak kelebihan teknik budidaya semangka hidroponik dibandingkan konvensional. Selain harga jual lebih mahal, semangka hidroponik ini tidak membutuhkan media tanah. Selain itu penggunaan pupuknya lebih hemat dibandingkan dengan yang konvensional, air lebih sesuai tidak kurang dan tidak lebih.

Air yang digunakan akan bisa bersirkulasi sehingga bisa digunakan untuk keperluan yang lainnya seperti sirkulasi aquarium dan sebagainya. Hidroponik ini steril dan lebih bersih, hasil tanam jauh lebih mudah dipanen dan memiliki banyak keunggulan yang lainnya.

Demikianlah beberapa informasi tentang teknik budidaya semangka hidroponik yang menarik untuk diketahui, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Hasil Lebih Melimpah, Ini 6 Teknik Budidaya Semangka Hidroponik yang Benar! | Malik | 4.5
error: Content is protected !!