8 Tips Mengembangkan Bisnis Pariwisata di Masa Pandemi

Mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi – Salah satu bisnis yang paling terkena dampak Covid-19 adalah bisnis pariwisata. Hal itu dikarenakan larangan bepergian dan juga larangan berkerumun ini membuat sektor pariwisata menjadi lesu. Berkumpul dan berkerumun sangat tidak dianjurkan karena membuat penyebaran virus semakin meluas.

bisnis pariwisata pandemi

Covid-19 ini membuat kondisi perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil bahkan ekonomi Indonesia mengalami defisit. Padahal sektor pariwisata ini menjadi salah satu penyumbang pemasukan bagi negara Indonesia. Dengan lesunya pariwisata ini membuat pemasukan tiap daerah berkurang dan mengalami kerugian. Lalu bagaimana mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi seperti saat ini? Simak tipsnya di bawah ini:

Destinasi New Normal

Tips mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi yang bisa dilakukan adalah dengan menyusun destinasi new normal. Saat ini sudah memasuki era new normal sehingga pariwisata bisa mulai bangkit namun tetap menyesuaikan kondisi saat ini. Ada beberapa hal yang harus diubah dan dibenahi bahkan harus melakukan inovasi.

Yang bisa dijadikan sebagai destinasi new normal adalah tempat wisata yang mana lokasinya ada di zona sedang dan rendah, bukan zona merah yang penyebaran virusnya tinggi. Tingkat pertambahan kasus yang semakin pesat membuat saat ini banyak wilayah zona merah.

Berinovasi dengan Kebersihan

Tips yang bisa dilakukan selanjutnya adalah terus berinovasi dengan kebersihan. Banyak sekali daerah yang menciptakan tempat wisatanya tersendiri karena potensi yang dimiliki daerah tersebut sangat bagus. Sayangnya ada beberapa tempat yang tingkat kebersihannya kurang diperhatikan dengan baik. Di masa pandemi kebersihan menjadi syarat yang harus diperhatikan agar wisatawan bisa berwisata dengan tenang dan nyaman.

Harus ada penyemprotan desinfektan setiap hari pada jam tertentu untuk mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut. Yang perlu diberikan desinfektan adalah penginapan, transportasi publik bahkan juga objek wisatanya. Untuk tempat ibadah yang ada di objek pariwisata pun harus disemprot.

Pengecekan yang Ketat

Saat ini banyak wisatawan yang merasa tidak aman jika berada di tempat wisata yang protokol kesehatannya longgar. Untuk membuat semuanya merasa aman dan nyaman semuanya harus dicek secara ketat. Dari mulai tempat masuk objek wisata sampai dengan lokasi objeknya ini penting untuk diberlakukan pengecekan yang ketat.

Tempat pariwisata harus ada stand untuk pemeriksaan pasien. Setiap wisatawan yang masuk harus melalui stand tersebut baru bisa masuk ke objek. Di stand tersebut ada pengecekan suhu, kemudian pengisian data pengunjung seperti wilayah asal dan sebagainya. Jika tidak ada gejala yang mengkhawatirkan maka wisatawan akan berjalan ke tempat cuci tangan setelah itu baru masuk ke dalam objek wisata.

Jika ada gejala yang mengkhawatirkan seperti demam, batuk dan bersin maka wisatawan tidak bisa masuk ke objek. Wisatawan akan diarahkan untuk ke stand pengecekan dan pemeriksaan dimana di sana sudah ada petugas medis yang kompeten memeriksa kondisi wisatawan.

Pembatasan Pengunjung

Tips mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi selanjutnya dengan membatasi pengunjung. Semakin banyak orang yang berkumpul maka semakin cepat penyebaran virus tersebut terjadi. Bisnis akan tetap mendapatkan income atau pemasukan meski jumlah pengunjungnya terbatas. Bisnis pariwisata pun akan tetap bisa bernafas dengan menerapkan strategi ini. Jika protokolnya baik wisatawan akan merekomendasikannya ke temannya karena saat ini berwisata tidak hanya mencari hiburan dan kesenangan saja namun juga mencari keamanan.

Membatasi Jam Buka

Untuk meminimalisir penularan virus di lokasi wisata tempat wisata bisa membatasi jam buka. Sebelum pandemi tempat wisata bisa buka sampai dengan 24 jam namun saat pandemi ini sebaiknya tempat wisata dibatasi sampai sore atau siang hari. Bisa juga saat pagi dan sore hari saja untuk tempat wisata yang nuansanya adalah alam.

Area Wajib Masker

Di beberapa tempat wisata ini ada pengunjung yang diperbolehkan masuk ke lokasi wisata tanpa menggunakan masker. Hal ini tentunya bisa menyebabkan pengunjung yang taat dan menaati protokol kesehatan menjadi kurang nyaman ketika berada di tempat wisata tersebut. Oleh sebab itu saat masuk ke tempat wisata semua pengunjung harus menggunakan masker, begitu pula dengan petugas yang melayaninya. Tujuannya menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.

Baca juga : 6 Tips Memulai Bisnis di Masa Pandemi Covid-19 yang Sukses

Spot Cuci Tangan

Tips yang bisa dilakukan selanjutnya adalah menyediakan spot cuci tangan di beberapa titik lokasi wisata. Dengan adanya spot ini memudahkan pengunjung untuk menjaga kebersihan dirinya dimana hal tersebut mencegah penyebaran virus terjadi. Selalu pantau sabun cuci tangan berkala untuk memastikan jika sabun tersebut masih ada isinya.

Pemberian Jarak

Mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi yang bisa dilakukan terakhir adalah pemberian jarak. Tempat duduk di objek wisata tersebut harus diberikan jarak minimal 1 meter untuk mencegah penularan virus. Saat bersantai tidak jarang wisatawan sering duduk bergerombol dimana hal tersebut berbahaya karena berisiko menularkan virus lebih cepat.

Bisnis pariwisata merupakan penyumbang pemasukan terbesar kedua di Indonesia. Diperlukan pembenahan agar bisnis pariwisata tersebut bisa perlahan-lahan bangkit di era new normal seperti saat ini. Semoga beberapa tips mengembangkan bisnis pariwisata di masa pandemi diatas bermanfaat.

8 Tips Mengembangkan Bisnis Pariwisata di Masa Pandemi | Malik | 4.5