Analisa Usaha Lele Kolam Terpal dan Estimasi Keuntungannya

Analisa usaha lele kolam terpal – Menggeluti bisnis bisa menjadi salah satu jalan yang bisa dipilih untuk memperbaiki finansial. Dalam berbisnis ini tidak perlu muluk-muluk karena ide yang sederhana bisa dijadikan sebagai peluang bisnis yang potensial. Sebagai contohnya adalah budidaya lele. Budidaya lele menjadi peluang bisnis yang potensial mengingat lele banyak dibutuhkan terlebih lagi saat ini banyak yang membutuhkan lele untuk berbagai macam usaha kuliner. Untuk membudidayakan lele ini Anda tidak perlu membangun kolam yang mewah, cukup dengan kolam terpal saja Anda sudah bisa menggeluti bisnis budidaya lele ini.

Peluang Bisnis Budidaya Lele

Budidaya Lele

Budidaya Lele

Peluang usaha lele ini masih sangat menggiurkan dan terbuka dengan lebar karena dari tahun ke tahun konsumsi ikan lele meningkat. Bahkan lele bisa diolah menjadi aneka kuliner yang lezat. Lele bisa diolah menjadi makanan tradisional ataupun makanan yang modern. Untuk makanan tradisional lele bisa dibuat mangut lele, lele bakar, pecel lele, lele crispy, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk makanan modern lele ini bisa diolah menjadi keripik lele bahkan duri lele juga bisa dijadikan sebagai camilan yang lezat. Melihat hal tersebut bisa dikatakan bahwa bisnis budidaya ikan lele masih sangat menguntungkan dan juga menggiurkan.

Rincian Modal Awal

Agar bisa berjalan dengan lancar ada baiknya jika Anda tahu seperti apa analisa usaha lele kolam terpal terlebih dahulu. Analisa penting untuk mengetahui modal awal, biaya operasional, estimasi keuntungan, dan masih banyak lagi lainnya. Salah satu analisa yang akan dibahas pertama adalah modal awal. Sesuai dengan namanya biaya ini akan dikeluarkan pertama kali saat Anda ingin menggeluti bisnis atau usaha ternak lele ini. Simak modal awal yang harus Anda keluarkan pertama kali berikut ini:

No Nama Biaya Jumlah Harga
1 Bibit ikan lele 4-6 Rp250,000 1000 ekor Rp250,000
2 Terpal ukuran 2 x 3 m Rp120,000 4 Rp480,000
3 Selang air 25 meter Rp90,000 1 Rp90,000
4 Baskom Rp25,000 4 Rp100,000
TOTAL Rp920,000

Biaya Operasional

Analisa usaha lele kolam terpal yang penting selanjutnya adalah mengetahui biaya operasional. Biaya ini adalah biaya bulanan yang harus dikeluarkan. Untuk budidaya lele biaya operasional tidak sebanyak budidaya hewan ternak lainnya. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya pakan saja sedangkan untuk budidaya bisnisnya Anda bisa menanganinya sendiri. Estimasi dalam sebulan Anda membutuhkan pakan 30 kg maka dalam sebulan Anda harus mengeluarkan biaya Rp300.000 dimana dalam pakan tersebut harus mengandung protein kasar sebesar 30% yang mana sangat bagus untuk tumbuh kembang ikan lele.

Estimasi Pendapatan

Estimasi keuntungan

Estimasi keuntungan

Analisa usaha lele kolam terpal yang menarik dibahas adalah keuntungannya. Untuk budidaya 1000 ikan lele ini untungnya memang tidak banyak. Selain itu pendapatan yang Anda dapatkan ini akan sangat tergantung dengan hasil panennya. Jika banyak ikan lele yang mati maka hanya sedikit pendapatan yang bisa didapatkan.

Misalnya angka kematian ikan lele Anda adalah 10% maka bisa memanen ikan lele sebanyak 900 ekor. 900 ekor tersebut asumsinya per kg isinya adalah 10 ekor maka Anda akan bisa memanen 90 kg ikan lele. Harga ikan lele ke pengepul Rp18.000 sedangkan jika dijual pribadi ke konsumen sebesar Rp23.000, dalam 90 kg ikan lele Anda akan mendapatkan penghasilan kotor Rp2.070.000 dimana Anda menjualnya ke konsumen secara langsung.

Penghasilan bersihnya dengan mengurangi penghasilan kotor dengan biaya operasional. Karena masa panen ikan lele adalah 3 bulan maka total biaya operasional adalah Rp900.000 sehingga Anda akan mendapatkan netto Rp1.170.000.

Memang Anda sudah bisa menutup modal awal dengan penghasilan bersih tersebut tapi Anda membutuhkan biaya ini untuk memulai budidaya pada periode selanjutnya sehingga Anda bisa menyisihkan sebagian dari keuntungan bersih ini untuk menutup modal awal dan keuntungan pada panen periode selanjutnya bisa digunakan untuk menutup kekurangan modal awal Anda. Anda juga harus membeli bibit lele kembali sehingga keuntungan yang didapatkan dikurangi biaya pembelian bibit.

Kunci Sukses

Kolam lele

Kolam lele

Untuk bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal Anda harus memperhatikan beberapa hal. Yang pertama adalah kualitas dan juga kuantitas pakan. Kualitas pakan ini tidak boleh disepelekan karena tumbuh kembang ikan lele tersebut dipengaruhi dengan pakan yang dimakannya. Sesuaikan pula kuantitasnya dimana semakin besar ikan lele maka jumlah pakan yang diberikan harus semakin banyak.

Ikan lele juga akan mudah mati jika ketenangannya di dalam kolam diganggu. Jika belum saatnya panen hindari mengaduk-aduk isi kolam dengan menggunakan kayu, jaring, dan lain sebagainya karena akan membuat ikan lele stress. Jika ada ikan lele yang sakit atau mati segera pisahkan dari yang lainnya karena penularannya sangat cepat sekali.

Dari analisa di atas bisa disimpulkan bahwa keuntungan dari beternak 1000 lele keuntungannya masih sangat mepet atau sedikit, Anda bisa membudidayakan ikan lele lebih banyak jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Untuk analisa usaha lele kolam terpal 2000 ekor dan seterusnya tentu berbeda sehingga Anda harus memperhatikan biayanya karena modal awal dan biaya operasional akan berbeda.

Analisa Usaha Lele Kolam Terpal dan Estimasi Keuntungannya | Malik | 4.5
error: Content is protected !!