7 Cara Budidaya Kroto Dengan Media Paralon Agar Hasilnya Melimpah

Cara budidaya kroto dengan media paralon – Kebutuhan akan kroto yang meningkat membuat pencarian manual tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Permintaan yang meningkat ini dikarenakan penyuka burung semakin meningkat. Tidak hanya untuk burung saja, namun kroto ini juga bisa digunakan untuk ikan. Tujuan menggunakan kroto supaya hasil ternak dan budidaya semakin meningkat. Lalu apa itu kroto?, kroto adalah campuran antara telur dan larva yang mana dihasilkan oleh semut rangrang. Kualitas dari kroto tidak perlu diragukan lagi karena memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga kualitas burung dan ikan menjadi lebih baik. Yang membuat semangat adalah harga kroto di pasaran ini bisa sangat mahal, yaitu dimulai dari 250 ribu per kilogramnya. Begitu menggiurkan bukan?, nah bagi Anda yang ingin berbisnis kroto simak cara budidaya kroto dengan media paralon yang bisa dilakukan berikut ini:

Siapkan bahan

Cara budidaya kroto dengan media paralon pertama yang bisa dilakukan adalah pilihlah bahan terlebih dahulu. Karena akan menggunakan media paralon disarankan untuk memilih paralon yang tepat. Pipa paralon yang bisa digunakan untuk ternak kroto adalah yang memiliki diameter 12 cm. Paralon itu nantinya akan dijadikan sebagai tempat bagi kroto tersebut. Sebenarnya selain paralon ada bahan lain yang bisa digunakan yaitu bambu, topples, dan media yang lainnya. Namun dibandingkan dengan dua bahan yang lainnya dari bahan pipa paralon ini lebih mudah untuk pembuatannya. Untuk menjadikannya tempat untuk pembudidayaan kroto Anda bisa memotong pipa yang tadinya panjang dengan ukuran yang sama. Susun pipa tersebut di dalam rak tujuannya untuk membuat pemindahan kandang lebih mudah.

Pipa paralon untuk kroto

Dibandingkan dengan media yang lainnya pipa paralon ini lebih awet dan bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama maksimal sampai 10 tahun lamanya. Karakteristik pipa paralon ini juga sangat cocok untuk pembudidayaan semut rangrang dikarenakan lebih kedap cahaya karena semut ini tidak menyukai cahaya. Jangan lupa untuk memberikan kaki pada rak sebuah oli atau air supaya koloni semut tidak pindah tempat.

Siapkan Koloni dan Bibit Semut

Jika ingin menggeluti bisnis budidaya kroto rumahan, Anda bisa memulai cara budidaya kroto rumahan dengan menyiapkan bibitnya. Bibit kroto terbaik adalah yang berasal dari hasil tangkapan yang ada di alam. Kroto ini biasanya berada di perkebunan atau di puncak pohon yang tinggi. Jika Anda tidak bisa mencarinya di alam, bisa dengan membelinya di petani yang sudah lama menggeluti bisnis budidaya kroto ini. Bibit kroto ini memiliki harga yang mahal yaitu mulai dari 150 ribu per topplesnya. Koloni dari bibit kroto tersebut tidak boleh ada yang tertinggal karena memiliki peran atau tugasnya masing-masing salah satu diantaranya yang ada dalam koloni itu adalah ratu semut yang mana tugasnya sebagai pimpinan namun juga sebagai penghasil telur semut.

Bibit Semut

Ciri dari ratu semut ini memiliki bentuk tubuh yang paling besar seperti lalat hijau maupun tawon. Dalam koloni itu juga ada semut jantan yang mana tugasnya membuat ratu semut untuk bisa bertelur, namun semut jantan ini hanya bisa bertahan selama 1 minggu saja setelah itu dia akan mati. Koloni lainnya adalah semut pekerja yang mana kelaminnya adalah betina namun tidak bisa bertelur. Tugas dari semut pekerja ini adalah melindungi dan juga merawat telur untuk bisa menetas kemudian menjadi kroto. Semut yang terakhir adalah prajurit tugasnya adalah mencari makanan untuk anggota koloni dan melindungi sarang dari berbagai macam ancaman.

Tebarkan Bibit

Setelah bibit didapatkan cara selanjutnya bisa dengan cara menebarkan bibit. Setelah kandang maupun bibit ini siap segera sebarkan bibit tersebut ke dalam paralon. Di sebar di sini maksudnya adalah letakkan koloni semut pada beberapa paralon tidak hanya satu paralon saja.

Pemberian Pakan

Semut rangrang menyukai gula sehingga Anda bisa memberikan larutan gula di dalam paralon. Selain itu Anda juga harus memberikan daun-daunan di dalam paralon. Hal itu dikarenakan selama ini habitat semut adalah di atas pohon. Dengan membuat paralon seperti habitat aslinya akan membuat semut menjadi lebih produktif. Selain larutan gula ada makanan lainnya yang bisa diberikan ke semut rangrang ini yaitu belalang, ulat, cecak, jangkrik, dan beberapa hewan yang lainnya.

Pakan kroto

Makanan lainnya yang bisa diberikan ke semut adalah rebusan daging ayam, tulang ayam yang sudah dipecahkan dan muncul sumsumnya. Kedua makanan tersebut merupakan sumber protein dan juga lemak yang sangat bagus untuk koloni semut. Memang untuk pemberian pakan koloni semut ini harus diperhatikan dengan baik karena tidak hanya membutuhkan satu nutrisi saja namun gabungan dari beberapa nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak dan tentunya adalah gula.

Cara Pemberian Pakan yang Tepat

Tidak hanya jenis pakannya yang harus diperhatikan namun cara pemberian pakan semut ini juga harus diperhatikan dengan baik dan benar. Untuk memberikan pakan sempat gunakanlah media yang datar seperti piring plastik maupun benda datar lainnya kemudian letakkan makanan di atasnya. Hindari memberikan makanan yang masih hidup seperti jangkrik dan cecak yang belum dilumpuhkan karena akan mudah sekali untuk kabur. Berbeda dengan ulat dan belatung yang mana pergerakannya tidak terlalu aktif. Khusus pemberian larutan gula ini bisa dengan dicampurkan 200 ml air. Larutan gula ini akan habis dalam waktu 3 hari sehingga pergantiannya bisa dilakukan selama 3 kali dalam sehari.

Waktu Panen

panen kroto

panen kroto

Meski memiliki peluang yang cukup besar, namun berbisnis kroto ini tidak instan karena hasil panenan maksimal baru bisa dipanen setelah 6 bulan karena semut sudah membentuk koloni yang banyak. Kroto ini bisa dipanen jika usianya antara 15 sampai dengan 20 hari. Pemanenan bisa terjadi jika telur kroto yang warnanya putih sudah penuh. Anda akan bisa melakukan panen sebanyak dua kali dalam sebulan.

Cara Panen

Cara panen yang benar juga dibutuhkan di sini. Untuk bisa memanen kroto ini Anda harus menyiapkan wadah melengkung seperti ember ataupun baskom. Anda harus meletakkan saringan kawat yang mana lubangnya mampu membuat semut tidak bisa masuk ke dalam ember atau baskom. Gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan Anda dari gigitan semut. Setelah  itu tumpahkan paralon ke dalam baskom atau ember yang sudah diberikan saringan. Kroto ini dengan sendirinya bisa masuk ke dalam ember atau baskom tanpa semutnya. Letakkan kembali paralon tersebut ke tempatnya semula.

Penyebab Kegagalan

Setelah mengetahui cara membudidayakan kroto, Anda juga harus tahu apa saja yang bisa menyebabkan budidaya ini menjadi gagal. Yang menjadi penyebab kegagalan pertama adalah bibit tidak sesuai dengan ukuran atau kapasitas paralon di dalam rak. Oleh sebab itu jika bibitnya sedikit ukuran rak atau kandang harus lebih kecil jangan terlalu besar karena hanya akan membuat semut menjadi pemalas. Penyebab kegagalan selanjutnya dikarenakan peternak kurang sabar dan yang terakhir adalah paralon yang digunakan untuk budidaya kroto terlalu banyak angin yang masuk ke dalamnya sehingga membuat semut rangrang jatuh tertiup angin.

Demikianlah cara budidaya kroto dengan media paralon dan penyebab kegagalannya yang penting untuk Anda ketahui, semoga informasi ini bermanfaat.

Artikel Cara Menghasilkan Uang dari Internet ini dikenal, sbb :

cara beternak kroto dengan media paralon dan cara mencari bibitnya -Cara Budidaya Kroto Dengan Media Paralon Agar Hasilnya Melimpah -kroto dgn media baskom -

7 Cara Budidaya Kroto Dengan Media Paralon Agar Hasilnya Melimpah | Malik | 4.5
error: Content is protected !!