5 Langkah Mudah Budidaya Belut Tanpa Lumpur Untuk Pemula

Budidaya belut tanpa lumpur mulai dilirik sebagai salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan. Seperti yang kita ketahui bersama, permintaan belut setiap harinya selalu tinggi. Di sisi lain, belum banyak orang yang menekuni bidang ini. Keadaan ini tentu bisa meningkatkan peluang Anda untuk sukses dalam budidaya belut. Tak seperti apa yang Anda bayangkan, ternyata budidaya belut juga tak sesusah apa yang dipikirkan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah tekatkan niat. Ingat, usaha apa pun membutuhkan niat dan komitmen yang tinggi.

Setelah cukup yakin untuk memulai usaha, saatnya Anda mencari informasi tentang bagaimana cara budidaya belut tanpa lumpur. Teknik budidaya belut ini banyak dipilih karena cukup mudah dan bersih. Meski begitu, teknik budidaya belut tanpa menggunakan lumpur juga mempunyai kekurangan, yaitu Anda harus menyediakan cukup banyak pakan untuk memastikan belut-belut berkembang dengan baik. Karena tidak ada lumpur, belut bergantung pada Anda untuk masalah makanan. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memulai budidaya belut tanpa menggunakan lumpur.

1. Siapkan Tempat dan Air

Tempat budidaya belut ini bisa di mana saja. Anda bisa membudidayakannya di sungai, kolam, atau drum. Jika Anda menggunakan sungai, cukup gunakan jaring untuk membuat batas kolam. Jika Anda menggunakan kolam, sebaiknya gunakan kolam tembok karena binatang yang satu ini terkenal sangat suka menggali.

Karena Anda memilih budidaya belut tanpa lumpur, Air yang dipakai adalah air bersih dengan suhu sekitar 26 – 28 derajat. Pastikan stok air melimpah meski cuaca sedang kemarau. Air juga harus bebas dari zat kimia. Untuk hasil maksimal, sebaiknya hindari air PAM karena mengandung kaporit yang tinggi. Air yang digunakan untuk budidaya belut adalah air yang kaya akan oksigen.

2. Proses Pemilihan dan Penebaran Bibit Unggul

budidaya belut tanpa lumpur

Bibit yang unggul bisa menghasilkan belut-belut yang unggul pula. Anda wajib memilih bibit yang unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut, yaitu warna belut tidak terlihat pucat, tidak ada luka, pergerakan lincah, dan ukurannya sekitar 10 – 12 cm.

Setelah mendapatkan bibit unggul, saatnya menebarkan bibit belut. Untuk kolam ukuran 1 x 1 m, Anda bisa menebar sekitar 50 – 100 ekor bibit belut.

3. Pemberian Pakan

Pemberian pakan menjadi faktor yang paling penting dalam budidaya belut, terutama Anda yang memilih budidaya belut tanpa lumpur. Beri pakan sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika pemberian pakan terlalu banyak, maka akan membuat kolam cepat keruh atau kotor. Akibatnya belut pun mudah sakit atau mati. Jika pakannya terlalu sedikit, dikhawatirkan akan muncul sifat kanibalisme pada belut.

budidaya belut tanpa lumpur

budidaya belut tanpa lumpur

Pemberian pakan ini juga disesuaikan dengan usia belut juga bobot belutnya. Pada umumnya, pemberian pakan belut ini sekitar 5 – 20 persen dari bobot belut. Jadi, semakin dewasa usia belutnya, kebutuhan pakannya pun akan semakin banyak.

Ada banyak jenis pakan yang disukai oleh belut, di antaranya cacing merah, anakan ikan mas, ikan cere, keong sawah, kecebong, atau ulat hongkong. Anda bisa memilih salah satu jenis pakan yang paling mudah didapatkan. Selama belut masih mau memakan makanan yang Anda berikan, jangan mengganti pakannya.

4. Perawatan Belut

Hal yang paling krusial dalam budidaya belut tanpa lumpur adalah cara perawatannya. Sayangnya, perawatan belut ini tidak cukup hanya dengan memberikan makan saja. Anda juga harus memperhatikan kualitas air, penanganan saat belut terkena penyakit, atau pemberian suplemen tambahan.

perawatan belut

perawatan belut

Untuk masalah pakan, Anda sudah diberikan penjelasan yang cukup detail pada poin sebelumnya. Lalu, untuk masalah kualitas air. Anda harus paham bahwa belut mengeluarkan lendir. Lendir ini bisa mempengaruhi tingkat keasaman air atau pH air. Oleh karena itu, pastikan pH air maksimal kolam adalah 7. Saat sudah mencapai batas ini, Anda harus menetralkan air kembali dengan cara megganti air atau bisa juga dengan mensirkulasikan air.

Untuk kebutuhan suplemen tambahan atau penanganan penyakit, ini juga disesuaikan dengan kondisi belut. Yang pasti, Anda harus melakukan pengecekan kolam belut secara rutin. Pastikan tidak ada hal-hal yang buruk pada belut-belut Anda.

5. Masa Panen Belut

Masa panen adalah masa yang paling ditunggu-tunggu. Karena Anda menggunakan budidaya belut tanpa lumpur, proses panen pun bisa semakin mudah. Anda bisa melihat dengan mudah posisi belut. Jadi, Anda tinggal mengangkat belut menggunakan bantuan jaring atau bisa juga dengan menguras airnya. Sebelum dipanen, siapkan dulu ember atau drum yang nantinya dijadikan sebagai tempat sementara belut. Wadah ini untuk memastikan bahwa belut tidak mati sebelum dipasarkan.

Demikian adalah serangkaian proses mudah memulai budidaya belut tanpa lumpur. Apakah Anda tertarik menjalankan usaha yang cukup menjanjikan ini? Yuk buat usaha Anda sendiri untuk membantu memaksimalkan pendapatan harian.

5 Langkah Mudah Budidaya Belut Tanpa Lumpur Untuk Pemula | Malik | 4.5
error: Content is protected !!